
Sebelum pergi keluar Dorothy membantu Rivera untuk berganti pakaian. Rivera menggunakan dress selutut bewarna biru muda dengan rambut di cepol dua. Dia juga meletakan hiasan jepit rambut bintang dan bulan sabit dengan ukuran kecil-kecil sehingga membuat penampilan Rivera semakin menggemaskan.
Mereka berdua keluar dari kamar sehingga bisa melihat jika 2 penjaga sedang membelakangi mereka.
Rivera dan Dorothy saling pandang lalu mulai mengendap-endap mendekati kedua penjaga itu.
"Nanny, sebaiknya tinggal saja disini. Aku sendiri yang akan mendekati mereka berdua," bisik Rivera menyuruh Dorothy untuk tinggal agar kedua penjaga itu tidak menyadari keberadaan Dorothy yang mudah untuk dideteksi oleh seseorang pengguna Rank, apa lagi tingkat Rank kedua orang itu adalah Rank A.
Dorothy menyetujui nya dan kemudian tinggal dibelakang. Rivera pula segera bergegas menghampiri kedua penjaga dengan kemampuan The shadow miliknya.
Rivera sampai dengan cepat tanpa pengetahuan dari kedua penjaga didepannya. Dengan ekspresi datar Rivera menggerakkan kedua tangan nya menuju leher kedua penjaga, namun sayangnya tubuh kedua penjaga itu sangat tinggi sehingga sulid digapai oleh Rivera.
"Tubuh sialan ini..!! " kesalnya dan kemudian memutuskan untuk melompat.
"Pletakk
Rivera menotok titik vital kedua penjaga itu sehingga kedua penjaga tumbang tidak sadarkan diri. Dengan segera pula Rivera mengajak Dorothy pergi dari sana.
Mereka berlari dan menyelinap jika ada yang sedang lewat. Tak jarang pula Rivera menendang salah satu penjaga dengan kuat sehingga penjaga tersebut tersungkur tidak sadarkan diri.
Bahkan Dorothy hanya berserah diri pada Dewa karena tidak tahu harus memberikan respon apa pada sang Tuan putri. Dia sebisa mungkin untuk mengikuti setiap perkataan Rivera tanpa banyak memberi pertanyaan.
Selang beberapa waktu, akhirnya mereka berdua keluar dari Emperor's Palace dan sedang berada di taman istana tersebut. Saat itu pula keduanya bisa mengambil napas lega dan tidak lagi khawatir jika akan ada yang mengejar mereka.
"Putri, sudah ada 20 penjaga yang pingsan gara-gara putri. Jika sampai Buttler Eiden menyadarinya, beliau akan mengadu pada Yang mulia kaisar," ujar Dorothy ngos-ngosan karena habis berlari tiada henti.
"Tenang saja. Pria itu, ah maksud ku baginda sedang tidak ada di Emperor's Palace. Biarkan Eiden kebingungan mencari ku, sementara kita akan pergi jalan-jalan, " ujar Rivera tersenyum sinis.
"Kemana putri..?"
__ADS_1
"Ikuti saja aku, Nanny," jawab Rivera masih dengan senyuman sinisnya.
...~ Keadaan Emperor's Palace saat ini ~...
Para penjaga yang menjaga disekitar kamar Rivera sedang tidak sadarkan diri. Hampir disegala sudut ruangan ada penjaga yang pingsan akibat ulah Rivera. Karena hal itu pula Eiden dan semua pelayan menjadi gempar karena tidak mengetahui penyebab kejadian yang terjadi pada para penjaga tersebut.
Eiden dengan panik segera memeriksa kamar Rivera dengan ditemani oleh beberapa pelayan wanita. Namun sayangnya, kamar itu kosong, tidak terdeteksi sedikitpun keberadaan Rivera.
Eiden hanya bisa menghela napas lelah lalu berteriak "Kerahkan semua penjaga yang tersisa untuk mencari tuan putri..!! "
"Baiklah sir," para pelayan segera bergegas untuk menyampaikan perintah Eiden pada penjaga lainnya yang sedang berjaga di sudut lain.
Sementara Eiden, dia masih diam di tempat sembari melihat kearah dua penjaga yang sedang tergeletak tak sadarkan diri. Dengan lelah dia memijat pelan keningnya dan kemudian mulai berkata "Tuan putri... masalah apa lagi yang akan beliau lakukan..! " lelah Eiden masih membayangkan kejadian Rivera yang sedang membopong 1 buah kepala di tangannya.
Dan sekarang, disaat menggemparkan penghuni Emperor's Palace, sang biangkerok nya malah tertawa riang di tengah-tengah kota Obelion yang padat akan pengunjung berlalu lalang.
Dia terus berjalan dan berlari kesana-kemari sehingga Dorothy menjadi sangat kewalahan dan jalannya pun melambat.
"Nona... berjalanlah dengan pelan.." rengek Dorothy ngos-ngosan.
"Oh ayolah, Nanny. Nanny bahkan belum menginjak usia 20 tahun, jadi berhentilah bersikap seperti seorang wanita tua," ejek Rivera.
"Nona... Nanny berbeda dengan Nona. Nona memiliki energi yang banyak, sementara Nanny hanya orang biasa," protes Dorothy berhenti berjalan sembari menekan pinggangnya sehingga memang terlihat seperti wanita tua.
Karena merasa kasihan, Rivera turut menghentikan langkah kakinya lalu mendekat kearah Dorothy.
"Nanny, lebih baik kita memulihkan tenaga di dalam restoran itu. Restoran nya juga terlihat menarik," ujar Rivera menunjuk kearah restoran dessert yang menjual berbagai macam hot dessert dan cold dessert.
Dengan cepat Dorothy tegap kembali lalu berkata "Baik, Nona!!" ujarnya bersemangat.
__ADS_1
Mereka pergi menuju restoran dessert itu lalu masuk kedalam sana. Baru pertama kali nya mereka menginjakkan kaki di dalam restoran tersebut, mereka langsung disambut oleh aroma harum yang berasal dari dessert yang sedang dipajang.
Dengan semangat Rivera segera menyeret Dorothy untuk duduk di kursi kosong yang terletak ditengah-tengah para pengunjung lainnya.
"Nanny, aroma ini sama seperti aroma dessert yang Nanny buat untuk ku," bisik Rivera.
"Benar Nona, aroma nya memang sama," balas Dorothy berbisik dengan perasaan takjub.
Tidak lama datang seorang pelayan pria tampan yang menghampiri mereka. Pria berambut pirang itu membawa sebuah daftar menu ditangannya. Dengan senyuman ramah pelayan pria mulai berhenti tepat di dekat meja Rivera.
"Halo, Nona muda. Ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan pria itu sopan sembari mengulurkan daftar menu di atas meja.
Rivera membalas tersenyum kecil sembari melihat-lihat daftar menu yang ada pada daftar tersebut. Banyak sekali dessert yang di jual. Dari Hot dessert sampai ke cold dessert semuanya terlihat menarik.
"Ohoo...saya ingin memesan cake strawberry 2, pie lemon 2, cookies coklatnya dan eskrim 2," ujar Rivera memesan semua menu dessert yang jarang di buat oleh Dorothy.
Sembari menyatat, pelayan pria itu berkata "Baiklah, saya akan segera mengantar pesanan Nona muda. Mohon tunggu sebentar ya," pria itu pun pergi membawa catatan pesanan bersamanya.
Rivera terlihat bersemangat lalu mulai melihat kearah Dorothy. Sontak saja raut wajah senangnya luntur begitu saja saat melihat raut wajah masam Dorothy.
"Nanny? Ada apa?" tanya Rivera heran.
"Nona, semua orang disini memandang Nona dengan sinis. Nanny benar-benar tidak suka!! " bisik Dorothy merasa kesal sampai-sampai dia ingin sekali menampari satu-satu orang yang telah berani memandang tajam kearah Tuan putrinya.
Rivera menoleh di sekeliling dengan pandangan tajam seolah-olah siapapun yang berani kepadanya akan dia ajak duel. Sontak saja semua pengunjung yang memperhatikannya langsung berpura-pura menatap kearah lain dengan keringat yang membasahi kening mereka.
"Cih! Dasar tikus got..!! " ujar Rivera agak keras.
^^^To be Continued~^^^
__ADS_1