BERPINDAH KE TUBUH PUTRI YANG LEMAH

BERPINDAH KE TUBUH PUTRI YANG LEMAH
MISI YANG SULID


__ADS_3

"K-kenapa...?! Dengan melakukan kontrak bersama ku, kau akan menjadi lebih kuat, bahkan lebih kuat dari bocah itu..!!" heran Solderet tercengang atas penolakan mentah-mentah yang diberikan oleh Rivera.


"Siapa juga yang ingin tidurnya terganggu..! Saya hanya ingin bermimpi indah, anda harus tahu itu..!! " datar Rivera mengangkat bahunya.


"...Ftttt.... " tawa Solderet pecah. Dia memegang perutnya karena tidak bisa berhenti tertawa.


Sembari mengusap air mata nya, Solderet pun berkata "Tapi kau akan menjadi kuat. Keturunan Windsor memang merupakan seorang pengguna kekuatan kegelapan, lalu apa salah nya dari itu, hmm? " seringai Solderet sembari duduk di singgasana nya kembali.


Rivera menghela napas dalam-dalam, dia menatap Solderet dengan datar seolah-olah sedang membaca pria yang ada di depannya itu.


"Apa sebuah keharusan menjalin kontrak dengan anda?" datar Rivera.


"....hah.. kau memang membuat ku tidak bisa berkata-kata. Kebanyakan keturunan ku sangat menanti-nanti kontrak ini. Tapi, kau..!" jengah Solderet memandang Rivera malas.


Rivera hanya diam. Dia menatap Solderet dengan datar seolah-olah mengatakan "Menyebalkan" pada solderet.


"Baiklah-baiklah. Jadi apa yang ingin kau lakukan..? Apakah ada lagi pertanyaan yang ingin kau tanyakan?" malas Solderet.


"Saya ingin bertanya, siapa kedua pria tadi? Apa yang akan mereka lakukan dengan melakukan ritual aneh tadi?"


Solderet terdiam sejenak memperhatikan Rivera dengan lekat. Dia mengangkat bahu nya sembari berkata "Entahlah, aku tidak tahu pasti. Namun aku rasa orang-orang bodoh itu ingin melakukan ritual pemanggilan diriku," jawab Solderet.


"Mengapa mereka ingin memanggil anda?"


"Tentu saja mereka ingin memanggil ku..!! Aku ini adalah Raja naga dari pada naga, aku ini sangat kuat. Siapa yang tidak ingin memiliki kekuatan ku..!" jelas Solderet dengan ekspresi bangga sembari menggosok-gosok hidungnya.


Rivera menghela napas dalam-dalam dan kembali berkata dengan malas "Huft.. jadi apakah mereka ingin melakukan kontrak dengan anda? Tapi mengapa melakukan ritual itu di istana Baginda?"


Solderet tersadar, dia sedikit berpikir pada sesuatu yang telah dia lupakan. Dan tidak lama akhirnya Solderet mengingat sesuatu tersebut. Dia melihat Rivera dengan ekspresi semangat sembari tersenyum mengembang.


"Itu artinya kau akan mempunya adik..! " jawab Solderet sehingga membuat Rivera membulatkan matanya.


"A-apa maksud anda? Apa hubungan nya ritual itu dengan mempunyai adik baru..?" heran Rivera merasa canggung memikirkan jika dia akan memiliki adik baru.


"Yahh kau sangat payah..! Seorang keturunan naga tidak bisa memiliki keturunan. Kami ini makhluk mandul yang telah di kutuk oleh dewi," jelas Solderet dengan gampangnya sehingga membuat Rivera tercengat terhadap pernyataan jujur Solderet.

__ADS_1


"P-pria ini terlalu jujur..." benak Rivera canggung. Namun tak lama dia kembali tersadar bahwa ada yang janggal dari pernyataan yang diberikan oleh Solderet. Dia kembali menatap Solderet dengan tajam.


"Bohong..! Lalu bagaimana ada saya dan saudara-saudara saya yang lainnya?! " desak Rivera tidak mempercayai perkataan Solderet.


"Jawabannya sangat sederhana, kalian dibuat dengan sihir. Darah Alexander harus digabungkan oleh wanita yang ingin melahirkan, lalu harus ada 2 penyihir yang harus melakukan ritualnya lagi. Itu dinamakan sebagai sihir pembuat anak.. " terang Solderet santai dengan ekspresi menganggap jika semua itu wajar untuk dilakukan. Namun berbeda dengan Rivera, dia justru semakin tidak bisa berkata-kata terhadap penjelasan Solderet.


Dia terdiam dengan ekspresi geli. Dia sedang membayangkan dirinya yang sedang dibuat oleh ritual yang sangat menjijikan tadi. Dia berpikir ingin menghilang dari dunia dari pada harus menghadapi kenyataan jika dia adalah produk sihir.


"Ja-jadi... saya dibuat seperti itu..?! K-kenapa saya baru mengetahui nya..!! Arkhhhh mengapa, itu sangat menjijikan..!! " kesal Rivera merasa jijik dengan tubuh yang merinding.


"Pantas saja pria itu sangat dingin pada anak-anak nya..!! " benak Rivera.


"Kau sedikit berbeda. Aku tidak merasakan sihir jahat dari dirimu. Apakah kau memang keturunan bocah itu..?! " ujar Solderet menyelidik.


"Tetapi...aku bisa mencium aroma bocah itu darimu. Jadi.. apakah bocah itu sudah bisa berproduksi...?" bingung Solderet sembari berpikir dengan keras.


Rivera mengangkat pandangannya. Dia memperhatikan Solderet lalu tak lama mulai ikut berpikir karena memang ada yang janggal dari kelahirannya.


"Banyak sekali teka-teki yang harus dituntaskan..! Aku harus cepat-cepat pergi dari sini. Percuma juga aku disini jika harus berbicara pada naga tua yang tidak jelas seperti dirinya..!! " benak Rivera menatap tajam kearah Solderet yang masih berpikir.


"Solderet, saya harus pergi. Saya akan mengunjungi anda kembali jika ada waktu luang," ujar Rivera membuka portal dan kemudian pergi dari sana.


*Bruk... Solderet menghantam dinding goa dan kemudian terjatuh.


"Haihh.. sudah 10 tahun akhirnya ada orang yang mengunjungi ku. Tapi mengapa harus bocah berhati dingin itu yang datang..!! " rengek Solderet frustasi karena dirinya ingin sekali keluar dari dalam kurungan waktu tersebut.




Rivera membuka matanya dan mendapati jika dia sudah berada di dalam ruangan sebelumnya. Dia pun berdiri dan menatap pada kedua pria yang sudah dia habisi.



"Pembuatan anak, dengan sihir? " bingung Rivera mendapat satu pengetahuan baru yang dia dapatkan dari dunia ini. Dia merasa jika semua itu tidak masuk akal.

__ADS_1



"Namun dengan keberadaan sistem saja sudah tidak masuk akal, jadi..." lanjutnya.



Rivera nampak berpikir dengan keras. Namun tidak lama dirinya memilih untuk membuang jauh-jauh semua pikiran anehnya. Dia lebih memilih untuk melanjutkan pemeriksaan pada bahan-bahan ritual.



"Lebih baik aku memeriksa semua bahan-bahan ritual ini. Aku tidak yakin, tapi aku berpikir jika ritual ini tidak ada sangkut pautannya dengan pembuatan anak..!! Orang bodoh mana yang ingin membuat anak mereka menjadi anak cadangan?! "



Rivera terus melakukan pencarian dengan dibantu oleh pencahayaan dari sihir apinya. Dia meneliti setiap tulisan mantra yang ada di lantai, dengan sangat teliti dengan pandangan jeli.



"Andai saja aku bisa mengerti simbol-simbol ini..." monolog Rivera kebingungan membaca simbol-simbol asing yang tidak dia ketahui.



Karena tidak berhasil membaca mantra sihir itu, Rivera memutuskan untuk mencari sebuah barang yang bisa digunakan sebagai jawaban dari pertanyaannya. Dia mengobrak-abrik seluruh barang namun malah mendapatkan hasil yang nihil.



Karena tidak mendapatkan hasil yang berguna, Rivera akhirnya berpindah pada kedua orang yang telah mati tadi. Dia pun dengan segera menggeledah tubuh mereka untuk mencari sesuatu.



"....Akhhh aku tidak bisa menemukan apapun..!! Bagaimana aku bisa menjawab semua teka-teki misi nya?! " kesal Rivera.



"Jika saja aku tidak berhasil menyelesaikan misi, maka aku akan mati..!! " lanjutnya frustasi

__ADS_1



^^^To be Continued~^^^


__ADS_2