
...[Masuk ke istana, temukan identitas anak perempuan itu]...
Rivera terdiam, memikirkan misi yang baru saja dia dapatkan. Cukup jengkel rasanya mendapatkan misi yang bahkan tidak ingin dia lakukan.
Rivera menghela napas dalam-dalam, melihat kearah Alexander yang semakin menjauh karena masuk kedalam butik pakaian.
"Nanny, kita pergi dari sini," ujar Rivera pergi begitu saja meninggalkan ke-3 orang itu.
"T-tunggu saya, Nona, " ujar Dorothy sedikit berteriak.
Dan mereka bertiga akhirnya menyusul langkah Rivera yang berjalan agak cepat menuju sebuah bangunan yang memiliki nama House City.
Mereka masuk ke dalam House City itu karena memiliki kepentingan disana.
House City adalah tempat agen penjualan bangunan. Mereka menjual bangunan baru maupun yang sudah pernah ditinggali oleh orang lain.
Bukan hanya menjual rumah petak, mereka juga menjual kastil dan bahkan mansion. Itu adalah salah satu alasan, Rivera, mengunjungi House City.
Setelah memasuki House City, mereka ber-4 langsung di sambut oleh seorang pelayan wanita dan kemudian mulai mengarahkan mereka pergi pada menejer.
"Silahkan masuk," ujar pelayan wanita itu mempersilakan ke-4 nya masuk ke dalam ruangan menejer House City.
Begitu memasuki ruangan, mereka ber-4 langsung disambut oleh pemandangan yang sedikit mengejutkan.
Berbeda dengan ruangan sebelumnya, ruangan yang kali ini mereka lihat memiliki ukuran yang besar dan dekorasi yang mewah.
Bahkan terlihat, seorang pria sedang menghadap ke belakang, memegang secangkir minuman anggur. Pria itu memiliki tubuh tinggi, porsi tubuh yang pas dan juga memiliki rambut panjang yang dia kuncir kuda. Rambutnya pirang, dihiasi oleh ikat rambut bewarna putih, senada dengan bajunya.
Tap... tap... tap....
Perlahan-lahan pria itu melangkah, menuju sofa dan kemudian duduk dengan menghadap ke arah Rivera yang sedang menatap datar pada dirinya.
Dan wajah tampan bak seorang malaikat itu pun terlihat. Pria itu tersenyum sinis dengan tatapan mata sayup nya.
"Silakan duduk, pelanggan yang terhormat," katanya, mempersilakan mereka ber-4 duduk.
__ADS_1
Tanpa berlama-lama akhirnya mereka ber-4 duduk di sofa yang menghadapkan langsung kearah hadapan pria itu. Pria itu pun meletakan cangkir minumannya
*Tak..
Seraya berkata "Ada yang bisa saya bantu, pada Nona yang sangat cantik ini? " ujarnya bertanya pada Rivera, dengan senyuman kecil dan alis yang terangkat.
"Apa lagi jika bukan untuk membeli rumah..! Itu saja masih bertanya..! " celetuk Solderet bertingkah masa bodoh, menatap pada kukunya.
Pria itu tersenyum kecil sembari bergeleng melihat sikap ketus, Solderet. Begitu juga Rivera, dia melihat Solderet dengan datar. Dan sedetik kemudian, dia mulai mengarahkan pandangan pada pria itu.
"Saya menginginkan sebuah kastil yang besar, memiliki taman yang luas dan juga tempat latihan berpedang yang luas. Apakah anda bisa carikan untuk saya ?!" datar Rivera, menjelaskan deskripai rumah yang dia inginkan.
Pria itu berpikir sejenak, berusaha untuk mengingat, apakah ada contoh kastil seperti itu di tempatnya.
"Hmm.... saya memiliki 1 kastil yang sangat cocok dengan yang, Nona, sebutkan. Tunggulah saya, sebentar," ujar pria itu, berdiri dan berjalan menuju rak buku yang ada di sebelah kiri.
Pria itu mulai memilah setiap buku, dan kemudian dia pun menemukan buku yang dia cari. Dia ambil buku itu dan, kemudian dia berjalan kembali kearah sofa lalu duduk disana.
"Ini adalah kastil peninggalan seorang bangsawan yang sudah gugur karena kejadian 5 tahun lalu. Keluarga mereka habis terbunuh karena tercemar energi jahat. Anda bisa mendapatkan kastilnyny ini jika anda membayar 5000 Gold," jelas pria itu, menunjukkan sebuah sketsa kastil yang memiliki ukuran yang luas dengan sebuah gerbang yang menjulang tunggi.
Rivera menatap bangunan itu cukup lama, dan sesaat kemudian dia pun berkata "5000 Gold?" ujarnya mengangkat alis.
Pria itu mengulum senyum, menggosok kedua tangan seraya berkata "Saya tahu jika itu sangat mahal, harga yang tidak manusiawi untuk sebuah kastil bekas bangsawan yang tercemar energi jahat. Tapi harga itu sangat cocok pada kastil yang sangat menawan ini,"
Rivera tersenyum kecil, dia melihat kembali pada sketsa kastil tersebut seraya berkata "Tidak, saya hanya ingin mengatakan, bagaimana kastil indah ini hanya beharga 5000 Gold..? "
" !! " pria itu terhentak, melihat pada sketsa itu dan, Rivera, secara bergantian.
"Hanya beharga..? H-harga 5000 Gold adalah harga yang sangat besar bahkan tidak manusiawi," gagu pria itu.
Rivera mengulum senyumnya. Sangat senang rasanya mendapatkan apa yang dia inginkan dengan mudah.
"Baiklah, saya akan membeli kastil ini. Tolong uruslah sekarang," ujar Rivera mengeluarkan sebuah kantong besar yang berisikan 5000 Gold dari dalam dimensi ruang waktu.
Lagi-lagi karena ulah, Rivera, pria itu kembali terhentak, menatap tidak percaya pada dimensi yang baru saja di keluarkan oleh Rivera.
__ADS_1
"Si-siapa anda sebenarnya..?!" gugup pria itu mulai merasa takjub.
"Saya pelanggan anda, dan anda tahu itu..!" tajam Rivera, mulai melempar kantung itu keatas meja.
*Brak...
Pria itu langsung menatap pada kantung uang dan mulai memeriksa kantung uang itu. Matanya membola, melihat isinya yang ternyata memang sebuah koin Gold.
"S-saya akan mengurusnya. Serahkan saja pada saya, dalam 2 hari, anda akan segera mendapatkan kastil itu," gugup pria itu. Air muka arogannya mulai menghilang, tergantikan oleh raut wajah gugup, melihat kewibawaan, Rivera.
...~1 jam berlalu~...
Mereka keluar dari House City itu, berpikir dimana tempat tujuan mereka selanjutnya.
"Kita cari penginapan," ujar Rivera.
"Iya, hari juga semakin menggelap," sambung Johanna melihat keatas langit.
Mereka ber-4 pun mulai pergi untuk mencari penginapan, atau lebih tepatnya adalah sebuah hotel. Karena tidak memungkinkan bagi mereka untuk terus berkeliaran di kota yang ramai saat malam hari.
~90 menit berlalu~
Rivera dan ketiga lainnya sudah mendapatkan hotel yang ingin mereka tempati untuk sementara waktu. Mereka memesan 3 kamar. 1 kamar untuk Rivera, 1 kamar untuk Solderet dan 1 kamar untuk Dorothy dan Johanna.
Saat ini Rivera sedang berada di dalam kamarnya. Duduk di atas kasur dengan membuat posisi lotus. Dia menghirup napas dalam-dalam, mencoba untuk menenangkan pikiran agar mana lama bisa dengan mudah mengolah mana baru untuk bergabung, membuat circle baru.
*Ding
[Nona, selamat malam. Kiryu ingin mengatakan jika masa penahan kemampuan Nona sudah terbuka. Nona bisa menggunakan kemampuan Saintess dan juga The Shadow milik Nona,]
Kata Kiryu, terdengar senang pada kabar tersebut. Rivera mengulum senyum sembari terus memejamkan mata.
"Baguslah..!! Sialan, sudah sangat lama aku menahan diri.!!" ujar Rivera tersenyum sinis, memikirkan rencana yang akan dia lakukan nantinya.
^^^To be Continued~^^^
__ADS_1