BERPINDAH KE TUBUH PUTRI YANG LEMAH

BERPINDAH KE TUBUH PUTRI YANG LEMAH
RENCANA UNTUK PERGI KELUAR


__ADS_3

Para calon-calon kesatria itu berkumpul dengan senyuman bahagia mereka karena Rivera akhirnya datang untuk menjenguk mereka. Mereka masing-masing duduk dengan berbaris rapi dihadapan Rivera yang sedang membawa semua hidangan sarapannya kala pagi itu.


Rivera meletakan beberapa hidangan di atas meja dan tidak lupa untuk menatanya. Dia tersenyum dan merasa puas saat melihat kembali ketertiban dari para calon kesatria yang ada di depannya.


Melihat hal itu dia jadi mengingat para bawahannya saat menjadi komandan bagi Squad A di perancis. Di lubuk hatinya yang paling dalam Rivera sangat merindukan kebersamaan dirinya dengan para bawahannya itu.


Namun dirinya tidak ingin memikirkan kenangan itu dan menepis semua perasaan sedihnya jauh-jauh. Dia tersenyum kecil dan menunjuk semua hidangan yang telah dia siapkan.


"Semua ini bisa kalian makan. Saya akan menambah porsinya lagi nanti, jadi berbaris lah dengan tertib dan ambil bagian kalian masing-masing," ujar Rivera dibalas oleh tawa bahagia para calon kesatria.


Dia menepi dari meja itu agar bisa memberi peluang bagi para calon kesatria nya untuk mengambil makanan. Dan tidak lama pula, dari kejauhan terlihat 1 anggota wanita yang disuruh Rivera mengambil mangkuk sebelumnya pun datang. Anggota wanita itu menyeret mangkuk-mangkuk dengan gerobak dorong sehingga mangkuk-mangkuk bisa dibawa dengan jumlah banyak.


"Baiklah, ambil mangkuk kalian masing-masing. Jangan berebutan dan berbarislah," suruh Rivera disertai oleh perasaan bangga seperti seorang guru yang berhasil mengajari muridnya.


1 jam berlalu~~


Para anggota telah selesai menyicipi beberapa hidangan. Tibalah sesi yang telah di tunggu-tunggu oleh Rivera. Yaitu sesi perekrutan kesatria bayangan. Rivera sangat bersemangat untuk melakukan pemilihan ini.


"Ini sudah waktunya untuk menjadi kesatria secara resmi. Saya berharap jika kalian semua bisa memenuhi semua ekspektasi saya. Saya juga berharap agar kalian semua bisa menjaga kepercayaan saya, selaku master kalian.!! " tegas Rivera.


"Baik, master..!! " serempak mereka dengan pandangan yakin seolah mereka telah menyerahkan semua nya tentang kehidupan mereka pada Rivera.


"Baiklah..!! Anggota pasukan A diharap agar memisahkan diri dari pasukan B. Cepat, kita tidak punya banyak waktu lagi..!" titah Rivera tak bisa terbahkan.


Mereka semua memisahkan diri dan masuk pada bagian masing-masing. Termasuk para anak kecil yang baru menginjak usia belasan, mereka memisahkan diri dan membuat barisan baru.


Dengan cepat mereka berbaris kembali dan menatap lurus ke depan. Rivera cukup puas pada ketertipan mereka sehingga membuatnya semakin yakin untuk mengirim beberapa pasukan menuju Romant.


"Lakukan sumpah mana pada saya, baru akan saya anggap kalian sebagai kesatria yang saya akui. Jika ada yang tidak ingin melakukan sumpah mana, maka pisahkan diri kalian dari barisan," tajam Rivera melihat kearah semua anggota.


Setelah mendengar perkataan Rivera, repleks semua anggota langsung berlutut dengan pandangan mengarah ketanah. Mereka menunjukkan hormat mereka pada Rivera sembari berkata.


"Kami bersumpah, kami akan selalu setia pada master sampai titik darah penghabisan kami..!!!" serempak mereka sembari melakukan sumpah mana.


Rivera tersenyum kecil dengan pandangan puas. Dengan perasaan puasnya itu dia kembali berkata "Bangunlah. Terima kasih sudah mau mempercayai saya sampai sejauh ini. Dengan ini juga, saya akan merekrut kalian sebagai kesatria pribadi saya. Jadi jangan pernah kecewakan saya, dan tetaplah jaga nama baik sebagai anggota kesatria Holly power..!!"


"Laksanakan, master!! "

__ADS_1


Rivera mengangguk dengan senyuman kecil. Dia memandang kearah para kesatrianya dengan tatapan bangga. Bohong jika dia tidak bangga, karena selama ini dialah yang membawa mereka semua dalam kondisi yang lemah sehingga menjadi kuat seperti saat ini.


"Saya harus pergi karena ada urusan yang harus diurus. Kemungkinan besar kita akan bertemu lagi saat waktu yang memungkinkan bagi saya. Jadi selama saya tidak mengunjungi kalian, kalian harus berlatih dan memperkuat diri,"


"Baik, master,"


Rivera akhirnya pergi dari sana dan kembali masuk kedalam kamarnya. Dia bisa melihat Dorothy yang sedari tadi bolak-balik dengan perasaan khawatir.


"Nanny, aku kembali," sapa Rivera sembari menutup dimensi.


"Putri, akhirnya putri kembali," kata Dorothy mengambil napas lega sehingga membuat Rivera kebingungan atas sikapnya.


"Ada apa?" bingung Rivera.


"Sudah 2 kali Buttler mengetuk pintu kamar Putri. Untung saja Nanny berhasil membuat beberapa alasan yang bisa diterima olehnya," jawab Dorothy terlihat panik dan kewalahan.


"Untuk apa dia selalu datang ke kamar ku..! Apa yang di inginkan pria tua itu sebenanrnya...!!" heran Rivera sembari duduk di sofa.


"Nanny tidak tahu, putri. Namun Nanny khawatir jika Buttler Eiden mau mengawasi putri. Nanny menduga jika dia ingin memeriksa apakah putri ada di dalam atau tidak," jawab Dorothy menerka-nerka.


"Tidak ada alasan mengurung ku diistana pribadi kaisar. Terlebih lagi aku ini hanya putri cadangan. Apa yang sebenanya direncakan oleh baginda? Apa dia berniat jahat padaku?" gumam Rivera mencoba untuk menebak niat Alexander padanya.


"Putri, apa jangan-jangan yang mulia sudah mengetahui kekuatan putri yang sebenarnya? Nanny takut jika para pengikut-pengikut kaisar sedang memanfaatkan putri sama seperti mereka memanfaatkan Tuan Count Endirson," sahut Dorothy tidak bisa berpikiran jernih.


"Bisa jadi.."


"Benar juga apa yang dikatakan Nanny. Baginda kan adalah orang yang masa bodoh. Dia akan rela mengikuti niat jahat para bawahannya demi bisa mencapai tujuan pribadi. Bisa saja dia mengurung ku saat ini demi keuntungan nya, kan?" benak Rivera berpikir dengan keras.


*Ding


[Nona, selamat pagi]


"Wah senangnya bisa datang dan pergi semaunya ya, Kiryu" sarkas Rivera.


[Nona jangan seperti itu pada Kiryu. Kiryu ini sedang bekerja untuk Nona, tahu!! ]


"Ck aku tidak peduli..!! Lagi pula aku terus memanggil mu, tapi kau tidak datang," rajuk Rivera.

__ADS_1


[Nona mau bagaimana agar tidak marah lagi? Kiryu benar-benar merasa bersalah]


"Benarkah...? Kiryu akan mengabulkan apapun yang aku pinta kan?"


[N-nona... jangan minta macam-macam. kiryu hanya bisa mengabulkan permintaan yang bisa Kiryu kabulkan saja]


"Ck! Dasar tidak asik. Baiklah, aku akan meminta agar misi dikurangi sebanyak 3 hari, bagaimana?"


[Nona..! Lebih baik Kiryu dibenci oleh Nona dari pada harus mencampuri sistem. Huh..!!]


"Yasudah kalau tidak bisa mengabulkan permintaan ku..! Kenapa juga harus marah-marah,"


Mereka berdua berdebat dan saling terdiam. Sehingga membuat Dorothy kebingungan terhadap sang Tuan putri nya yang melamun sambil membuat ekspresi kesal. Dia pun segera melambaikan tangan persis di hadapan Rivera.


"Putri, apa putri baik-baik saja?" tanya Dorothy bingung.


Lamunan Rivera terpecah dan kembali menatap kearah Dorothy yang sedang dilanda keheranan akibat ulahnya sendiri.


"Tidak, aku tidak apa-apa," jawab Rivera menggaruk-garuk kepala nya yang tak gatal.


"B-baiklah,"


Dorothy sebetulnya tidak yakin pada jawaban Rivera. Dia merasa jika Rivera sedang dalam masalah karena tak biasanya Rivera terdiam dengan ekspresi kesal.


"Apa yang sebenarnya terjadi..?" khawatir Dorothy.


Tidak lama dari itu, Rivera pun secara tiba-tiba berdiri dengan ekspresi sedikit senang. Dia menatap kearah Dorothy dan kemudian berkata "Bagaimana jika kita pergi keluar untuk pergi ke jalan-jalan?" usul Rivera tersenyum senang.


"T-tapi putri...istana sedang dijaga dengan ketat" balas Dorothy tidak setuju karena takut jika para panjaga yang menjaga tidak akan memperbolehkan mereka untuk pergi.


"Nanny jangan takut pada mereka. Aku akan mengatasi mereka semua sehingga kita bisa pergi keluar untuk jalan-jalan, bagaimana?" jawab Rivera dengan bangga.


Dorothy hanya bisa memberikan senyuman terpaksa sambil berkata "Baiklah putri,"


"Sebenarnya saya tidak takut pada para penjaga!! Justru saya malah takut pada Tuan putri yang akan membunuh orang lagi...!! " benak Dorothy was-was.


^^^To be Continued~^^^

__ADS_1


__ADS_2