BERPINDAH KE TUBUH PUTRI YANG LEMAH

BERPINDAH KE TUBUH PUTRI YANG LEMAH
TERJAWABNYA TEKA-TEKI


__ADS_3

Rivera menyelinap mengikuti pria mencurigakan itu masuk kedalam perumahan. Dia mengendap, melangkah dengan pelan sembari mengikuti pergerakan pria penyusup.


Semakin banyak dia lihat, Rivera menemukan sekumpulan orang-orang berjubah hitam yang sedang mengelilingi meja. Di atas meja tua itu terdapat jasad manusia yang sudah terpisah-pisah menjadi beberapa bagian.


Rivera sangat terkejut melihat kekejaman yang di lakukan oleh orang-orang misterius itu. Namun dirinya masih memilih untuk bersembunyi sembari mengamati pergerakan mereka.


"Darah korban terlihat masih segar, itu berarti mereka baru menghabisi nya dan kemudian memotongnya menjadi beberapa bagian. Jelas-jelas ini bukan hanya berhubungan dengan pengguna kekuatan jahat, namun juga berhubungan dengan pembunuhan berantai," benak Rivera menggenggam erat jari-jemarinya.


Dia terus fokus pada kelima orang misterius itu. Sembari mengamati, Rivera terus bertanya-tanya apa identitas mereka yang sebenarnya. Karena mereka menggunakan jubah dan topeng. Mereka juga tidak bicara sehingga Rivera tidak bisa mengenali suara mereka.


Karena tidak punya pilihan lain, Rivera segera menggunakan kemampuan Spy Item's pada mereka.


*Ding


...[Nama : Estira Pelet ]...


...[Ras : Manusia ]...


...[Usia : 38 TAHUN ]...


...[Rank : E ]...


...[Strength : 30 ]...


...[Ability : 100 ]...


...[Skill : Lie detector ]...


...[Vitality : 42 ]...


...[Mana : 40 ]...


*Ding


...[Nama : Ares ]...


...[Ras : Manusia ]...


...[Usia : 30 TAHUN ]...


...[Rank : S++ ]...


...[Strength : 500 ]...


...[Ability : 900 ]...


...[Skill : Sword Aura ]...


...[Vitality : 600 ]...


...[Mana : 700 ]...


*Ding


...[NAma : Animos ]...


...[Ras : Manusia setengah iblis ]...


...[Usia : 60 TAHUN ]...


...[Rank : S++]...


...[Strength : 400 ]...


...[Ability : 800 ]...

__ADS_1


...[Skill : Mage ]...


...[Vitality : 100 ]...


...[Mana : 1000 ]...


*Ding


...[NAma : Grein ]...


...[Ras : Manusia ]...


...[Usia : 28 TAHUN ]...


...[Rank : A ++ ]...


...[Strength : 100 ]...


...[Ability : 400 ]...


...[Skill : Mage ]...


...[Vitality : 90 ]...


...[Mana : 300 ]...


*Ding


...[Nama : Lois ]...


...[Ras : Manusia ]...


...[Usia : 27 TAHUN ]...


...[Rank : B ++ ]...


...[Ability : 400 ]...


...[Skill : Mage ]...


...[Vitality : 87 ]...


...[Mana : 200 ]...


Begitu mengintip kemampuan mereka, pupil mata Rivera langsung mengecil. Sebuah perasaan aneh mulai melanda hatinya.


Dipandangan nya saat ini timbul bara api sehingga panas bara api langsung menjalar di sekujur dadanya.


"Ares...ratu...?! Dan juga kepala menara Animos..?! " benak Rivera.


Setelah menunggu lama, akhirnya mereka mulai melakukan sebuah pergerakan sehingga kembali mencuri fokus Rivera.


Animos mengulurkan sebuah Elixir bewarna hitam kepada Ares. Dengan suara serak, Animos berkata "Berikan kepada kaisar. Mimpi buruknya akan hilang dengan ramuan ini. Kali ini aku sudah bekerja dengan keras, jadi tolong biarkan semua penelitian ku ini berlanjut..!! "


Ares mengambil Elixir itu dan diam sejenak. Dia kembali menatap Animos sembari berkata "Kami tidak akan mengganggu penelitian kalian, namun kalian harus memenuhi semua persyaratan yang tidak boleh kalian langgar..!! " datar Ares.


Animos menggenggam jari-jemarinya dengan Egonya yang terluka. Harga dirinya seakan telah jatuh karena seorang budak seperti Ares berani berbicara sombong padanya yang merupakan seorang mage tertinggi di kekaisaran Obelion.


"Baiklah.. !!" ketus Animos.


Ares memasukan Elixir kedalam saku jubahnya dan kemudian melirik kearah Estira. Dia terdiam sejenak seperti sedang menerka-nerka wanita didepannya.


Estira yang takut jika identitasnya terbongkar dengan segera menatap kearah Animos untuk meminta bantuan. Karena keduanya memiliki kerja sama yang penting, Animos pun membantu kesulitan Estira.


"Kau sudah berjanji untuk tidak mengganggu penelitian ku..!" ketus Animos sehingga mencuri pandang Ares.

__ADS_1


Dengan dingin Ares mulai meninggalkan tempat itu tanpa sepatah katapun.


Rivera yang sedang bersembunyi tepat didekat pintu keluarpun dengan segera berpindah tempat sembunyi. Dan untunglah keberadaannya tidak diketahui oleh Ares.


"Cih permainan macam apa ini..!! Demi mendapatkan Elixir murahan, kau dengan mudah menyetujui penelitian mage tua itu..! Apa yang dapat diharapkan oleh manusia egois seperti mu..!! " benak Rivera dengan perasaan yang sulid untuk dijelaskan. Dia merasa jika dia sedang dipermainkan oleh Alexander.


Kembali pada keempat orang itu, Rivera mengamati setiap pergerakan mereka sembari memasang benar-benar telinganya.


"Mengapa kau tidak bilang jika budak itu juga datang kemari..! Jika saja dia mengenaliku, apa kau yang ingin bertanggung jawab..?!" kesal Estira.


Animos hanya bisa tersenyum sinis dan tidak memperdulikan ocehan Estira. Harga diri Estira mendadak jatuh dengan jari-jemari yang mulai mengepal erat.


"Mengapa kau tidak menjawab ku..!! " hardik Estira.


"Tenanglah Ratu. Anda tidak perlu marah pada permasalahan sepele itu. Yang terpenting, identitas anda tidak diketahui oleh budak itu, bukan? " jawab Animos dengan nada santai sembari memasang sarung tangan ke dua belah tangannya.


Animos dengan dingin mulai mengambil sebuah jantung manusia yang telah dia bunuh. Mendadak Estira langsung merasa merinding disekujur tubuhnya. Begitu pula Rivera, dia memandang datar pada Animos dan secara tidak sadar dia hampir mengeluarkan hawa membunuh.


"Animos, semoga kau tenggelam dalam kegelapan yang telah kau ikuti..!! " maki Rivera.


Animos membawa jantung manusia itu menuju sebuah tungku api besar. Tungku api itu adalah sebuah tungku persembahan yang biasanya dipakai oleh Witch untuk melakukan tumbal.


Dan kali ini, Animos menggunakan tungku itu untuk melakukan persembahan yang masih menjadi tanda tanya besar bagi Rivera.


"Kapan aku akan mengandung anak kaisar.. ?!" desak Estira diiringi oleh keterkejutan Rivera. Mata Rivera langsung membola begitu mendengar ucapan tidak masuk diakal itu.


"T-ternyata benar jika ritual yang dilakukan kedua pria itu adalah untuk melakukan sihir pembuat anak..! " benak Rivera masih tidak mempercayai apa yang telah dia dengar secara nyata dari sumbernya langsung.


Animos dengan datar mulai menjawab "Kedua orang yang aku kirim ke Emperor's Palace telah menghilang. Kita perlu melakukan ritual kembali," jawab Animos masih sibuk melakukan beberapa ritual.


Begitu mendengar jawaban itu, Estira langsung menunjukkan sikap tidak puas. Dirinya tidak sabar sambil mengelus-elus perutnya.


"Jika ritual itu selesai, apakah aku akan langsung hamil?"


Animos menoleh kembali dan terdiam sejenak. Setelah terdiam sejenak dia pun kembali mengalihkan fokusnya pada tungku persembahan.


"Tidak," jawab Animos.


"A-apa..?! Tapi sejak dulu ritual yang dilakukan hanya 1 kali untuk membuat ku hamil, jadi mengapa kali ini tidak cukup?" kesal Estira.


"Karena kali ini kita akan melakukan pertunjukan yang lebih besar. Kita perlu melakukan ritual yang dilarang oleh kaisar," datar Animos.


Begitu mendengar jawaban Animos, Estira langsung terkejut dan merasakan perasaan was-was.


"Apa kau gila?! Jika kita melibatkan rakyat kekaisaran Obelion, kaisar tidak akan tinggal diam.." protes Estira.


Animos hanya bisa tersenyum sinis, menertawakan sikap polos Estira.


"Kehilangan orang-orang rendahan itu tidak akan berdampak besar bagi Obelion. Kaisar tidak akan keberatan dengan itu, asalkan aku menyogoknya dengan ramuan yang bisa menghilangkan mimpi buruknya.. " sinis Animos.


" !! "


Rivera langsung merasa sesak disekujur dadanya. Dia tidak menyangka jika ritual yang akan mereka lakukan adalah untuk menumbalkan rakyat rendah di kekaisaran Obelion.


*Ding


...[Selamat, misi telah terbuka ]...


...[Selamatkan rakyat Obelion ]...


...[Jika misi gagal pengguna akan mati ]...


"!!"


"Sial sial sial..!!! Terkutuklah kau Animos.. !!"

__ADS_1


^^^To be Continued~^^^


__ADS_2