
"Hanya dengan sihir kecil ini kalian berani meremehkan ku..! Kalian benar-benar cari mati..!!" kesal Rivera menyepak kaki kepala menara sihir dan kemudian pergi begitu saja meninggalkan mereka yang masih dalam keadaan pingsan.
Sementara itu, Alexander malah hanya memberi senyuman sinis terhadap perlakuan Rivera terhadap kepala menara sihir. Dia menopang dagunya dengan tatapan sayu dan senyum sinis nya yang sungguh memabukkan.
"Ares, gantung mereka di gerbang istana. Ajarkan pada mereka apa akibatnya telah bermain-main dengan anggota keluarga kekaisaran..! " dingin Alexander membuang pandangan kelain arah.
"Baiklah, master," jawab Ares.
...****************...
Saat ini Rivera sedang berjalan-jalan menuju sebuah lorong yang berjauhan dengan ruangan kaisar. Lorong itu merupakan lorong yang sangat jarang sekali dilewati oleh orang-orang dikarenakan memiliki jarak yang lebih jauh dan harus menaiki 100 anak tangga untuk sampai.
Karena masih merasa kesal, Rivera yang awal-awalnya hanya iseng untuk menaiki anak tangga itu pun menjadi ketagihan karena suasana lorong yang terlihat misterius dan horor. Dia sangat senang sembari mengamati sesuatu yang ada disekitarnya.
"Ternyata ada tempat seperti ini di Emperor's Palace," gumam Rivera menggunakan sihir api agar bisa menerangi jalannya dalam kondisi lorong yang gelap tanpa penarangan.
"Kalau saja pria itu tahu jika aku masih bisa menggunakan sihir di dalam istana nya ini....entah apa yang akan dia lakukan padaku. Mungkin saja dia akan menjadikan ku sebagai bahan penelitian," monolog Rivera terkekeh memikirkan ekspresi Alexander jika sampai tahu bahwa Rivera bisa menembus pertahanan istananya.
Dia terus berjalan tanpa memikirkan bahaya apa yang akan menantinya pada jalan yang sangat gelap itu. Dia malah hanya santao dan cukup menikmati suasana hening itu.
*Ding
[Nona, ada misi rahasia]
"!!" Rivera terkejut. Dia menghentikan langkah kaki nya dengan paksa.
"Bukannya misi rahasia sudah aku lakukan pada awal datang ke dunia ini?" bingung Rivera karena dia menganggap jika misi rahasia hanya datang satu kali. Namun kenyataannya misi rahasia malah datang kembali.
[Ini kan sudah mencapai skenario kedua, Nona]
"K-kau benar juga. Apa misinya? "
*Ding
...[Perbaiki semua yang salah, lawan yang jahat]...
__ADS_1
"Ohoo kalian menyuruh ku untuk menjadi seorang superior ya? Ck, ck, ck..!" gumam Rivera bergeleng-geleng.
...[Nona, nona tahukan akibat dari menolak misi rahasia? ]...
"....ya aku tahu. Aku akan menjalankan misinya. Namun, siapa orang jahat yang kalian maksud?" bingung Rivera pada kata 'orang jahat' di dalam misi. Dia tidak tahu dan tidak mengenal sosok orang jahat yang dimaksud di dalam misi rahasia itu.
[Pertanyaan yang bagus, Nona. Oleh karena ini adalah misi rahasia, Nona harus mencari tahu jawabannya sendiri. Kiryu tidak akan bisa membantu Nona untuk menyelesaikan misi,]
Rivera mengerutkan keningnya. Dia hanya bisa menghela napas dalam-dalam sembari memijat keningnya dengan pelan. Kepala nya benar-benar berdenyut disertai oleh rasa kesal yang masih membekas gara-gara kedua orang tadi.
" !! " tiba-tiba saja ekspresi wajah Rivera terlihat serius sembari memperhatikan kearah depan. Dia melangkah untuk memeriksa sesuatu yang telah menarik perhatiannya.
[Nona pasti akan mendapatkan jawabannya. Kiryu akan pamit]
*Ding
"Benda jahat apa ini..!! " kesal Rivera menghampiri sebuah lukisan wanita penari yang sedang memegang bakul gandum.
Dia mendekatkan sihir api nya mendekat kearah lukisan tersebut. Seketika saja raut wajah Rivera menjadi menghitam. Dia tidak menyangka jika di lukisan yang tergolong biasa ini terdapat energi yang sangat jahat di dalamnya. Energi jahat yang terkandung di dalam lukisan tersebut sangatlah jahat sehingga Rivera bisa merasa tertekan dengan energi jahat tersebut.
*Tap.. tap.. tap.. * suara langkah kaki memecah fokus Rivera sehingga dengan cepat dirinya beranjak untuk bersembunyi di balik gorden.
"Sialan, siapa itu..! " kesal Rivera mau tidak mau harus bersembunyi.
Bersamaan dengan itu, datanglah 2 orang misterius yang menggunakan jubah bewarna hitam sedang berjalan di dalam kegelapan dengan memegang satu obor sebagai penerangan jalan.
"Siapa itu...? Aku tidak pamiliar pada aroma mereka. Bagaimana bisa mereka memasuki Emperor's Palace?" ujar Rivera secara perlahan namun pasti dirinya melangkah untuk mengikuti kedua orang misterius itu.
Mereka masuk semakin dalam dan kemudian sampai disebuah pintu besar diujung lorong. Mereka menghentikan langkah mereka tepat didepan pintu besar itu dan kemudian saling pandang lalu mengangguk seolah-olah sedang memberi sebuah kode.
Rivera kembali bersembunyi dan mengintip mereka yang sedang melakukan sihir pembuka segel. Seketika hal itu membuat Rivera terkejut karena ada orang lain yang bisa menembus pertahanan Emperor's Palace selain dirinya. Dia memicingkan mata saat melihat kedua orang itu mulai masuk kedalam.
"Sangat mencurigakan..!! " monolog Rivera menyusul mereka masuk kedalam ruangan dalam diam.
*Klak
__ADS_1
Rivera memasuki ruangan itu sehingga dirinya disambut oleh pemandangan yang sangat gelap tanpa penerangan sedikit pun. Namun berkat kemampuan Saintess miliknya, Rivera bisa melihat dalam kegelapan dari kegelapan.
Dia mengendap dalam diam sembari mencari-cari keberadaan kedua pria misterius tadi.
Boom... suara ledakan mulai terdengar dari arah yang tak jauh dari Rivera, sehingga Rivera langsung bergegas menuju kesana.
"Apa yang sedang kedua cunguk itu ledakan..!! " benaknya berjalan mengendap-endap menuju sebuah pencahayaan lilin.
Disana, dia bisa melihat kedua orang misterius itu sedang mengitari sebuah lingkaran mantra sihir yang ditulis dengan menggunakan darah yang sudah mengering dan kehitam-hitaman.
Kedua orang tersebut mengitari lingkaran sihir sembari membaca mantra dan menyipratkan air bewarna hitam sehingga setiap kali air itu mengenai lingkaran sihir, lingkaran sihir akan mengeluarkan cahaya bewarna merah.
Rivera hanya bisa terdiam melihat ritual yang dilakukan oleh mereka berdua. Dia memutuskan untuk menyimak dan mencari tahu lebih banyak apa yang akan dilakukan oleh mereka.
*Boom.. suara ledakan kembali terdengar diiringi oleh cahaya merah yang timbul dari lingkaran sihir. Mereka pun berhenti mengelilingi lingkaran sihir itu dan kemudian saling berdekatan untuk melakukan sesuatu.
Mereka perlahan-lahan berdekatan dan meraih kepala masing-masing untuk melakukan sebuah ciuman panas.
" !! "Rivera terkejut, dia menoleh kearah lain karena tidak menyangka jika kedua orang misterius itu adalah sesama laki-laki. Dia tidak bisa menebak jika ritual yang mereka sedang jalankan adalah sebuah ritual aneh dan menyimpang.
"Bajingan..! Kalian mengotori mata ku. !!" geram Rivera sehingga ingin sekali dirinya memberi pelajaran terhadap kedua manusia di depannya.
*Bruk
Sebuah suara kembali terdengar sehingga mencuri perhatian Rivera. Rivera kembali melihat kearah depan dengan ekspresi serius.
Setelah melakukan ciuman panas, mereka berdua kembali melakukan sesuatu yang tak kalah membuat Rivera terkejut. Mereka masing-masing menik*mi perut mereka menggunakan belati kecil.
"Mereka sudah gila..!! " heran Rivera tidak bisa berkata-kata.
Mereka menulis kembali mantra sihir itu menggunakan darah mereka sendiri. Dengan perasaan dingin mereka mulai menya*at-nyayat lengan mereka sehingga mengeluakan darah yang deras.
Darah yang deras itu mulai berjatuhan di lingkaran sihir sehingga cahaya yang awalnya bewarna merah malah berubah menjadi cahaya hitam yang pekat. Cahaya yang identik pada seorang iblis.
"Mereka ini... " Rivera tercengang, jantung nya berdebar dengan kencang dan keringat mulai membasahi keningnya. Dia merasa tertekan pada energi jahat yang timbul dari lingkaran sihir tersebut.
__ADS_1
^^^To be Continued ~^^^