BERPINDAH KE TUBUH PUTRI YANG LEMAH

BERPINDAH KE TUBUH PUTRI YANG LEMAH
PARTY HALL


__ADS_3

Rivera kembali ke Balmoral Palace. Dengan perasaan yang masih kesal Rivera menekuk wajahnya dan kemudian memasuki area kamar pelayan. Dia membuka salah satu kamar sehingga dia bisa melihat Dorothy yang sedang terbaring diranjangnya.


"Nanny, kau baik-baik saja kan? " khawatir Rivera melihat hidung Dorothy dan sudut bibir Dorothy yang hanya mendapatkan pengobatan dokter biasa.


"P-putri.. mengapa anda masuk kedalam ruangan pelayan.." ujar Dorothu tidak enak hati.


"Mengapa Nanny bertanya seperti itu..!! Tentu saja aku pergi untuk menjenguk Nanny..." ujar Rivera kesal "Lagian... apa Nanny terkejut melihat ku menghabisi ke-2 prajurit itu..? Apa Nanny takut padaku?" lanjutnya menunduk.


"T-tidak, Putri. Mana berani Nanny seperti itu.." sangkal Dorothy merasa tidak enak hati.


"Jujur saja, apakah Nanny takut..? Nanny terlihat Shock saat melihat kepala yang aku bawa ke dalam," ujar Rivera lagi masih menunduk, menunggu jawaban Dorothy.


"Sebenarnya... Nanny hanya khawatir jika kaisar akan menghukum Tuan putri. Namun setelah melihat putri ada di sini, Nanny menjadi lega karena putri tidak mendapatkan hukuman apapun," jawab Dorothy tersenyum sendu sambil menggenggam jari-jemari nya.


"Apa Nanny takut padaku..?" ulang Rivera mengangkat pandangan.


"Tentu saja tidak..!! Ke-2 prajurit itu kan memang pantas mendapatkan pelajaran..!! Berani sekali mereka merendahkan Tuan putri, mereka tidak punya tata krama..!!" kesal Dorothy dengan tatapan berapi-api.


Rivera terkekeh, dia senang jika Dorothy tidak takut kepadanya.


"Terima kasih sudah mempercayai ku sampai sejauh ini, Nanny,"


"....putri jangan seperti itu. Sudah menjadi tugas dan kewajiban Nanny untuk selalu percaya dan mengikuti apapun yang putri lakukan," jawab Dorothy dengan tatapan berkaca-kaca.


Suasana di kala itu sangatlah manis dan menyejukkan hati. Mereka memanglah sebatas atasan dan bawahan, namun kasih sayang mereka melibihi itu semua. Karena sudah 7 tahun bersama, Dorothy menganggap jika Rivera sudah seperti anak nya sendiri.


Hari-hari berjalan dengan cepat. Sehingga hari yang telah dinanti-nanti akhirnya tiba.


Seluruh pihak yang terlibat dalam pesta sedang disibukkan dengan berbagai persiapan pesta. Semenjak subuh mereka sudah bangun untuk mempersiapkan penampilan mereka agar mendapatkan perhatian dari kaisar.


Namun berbeda dengan Rivera, dia bahkan masih memakai piyama nya dan makan di meja makan untuk sarapan. Rambut silver acak kadul itu membuat Rivera terlihat lucu seperti seorang anak kecil yang baru saja selesai bermain.


"Putri, apa putri yakin tidak ingin bersiap dulu? Sebentar lagi acara nya akan di mulai. Terlebih.. putri kan tidak datang ke aula teaching. Nanny takut jika putri akan di hukum," ujar Dorothy memecah kesunyian.


"Tidak apa-apa. Aku tidak ingin datang lebih awal saja, Nanny," jawab Rivera sambil mengunyah makanan.


"Baiklah jika itu mau putri.."

__ADS_1


Kondisi ruangan kembali senyap karena Dorothy pergi keluar meninggalkan Rivera yang masih berada di dalam ruangan itu. Rivera masih sibuk dengan sarapannya.


"Untuk apa terburu-buru..! Aku tidak ingin melihat kaisar gila itu lagi..!!" kesal Rivera masih mengingat kejadian lalu saat bersama Alexander.


20 jam berlalu, malam tiba dengan cepat.


Rivera sedang berada di kamarnya untuk melakukan persiapan pesta. Dengan dibantu oleh Dorothy, Rivera menjadi kewalah karena ternyata Dorothy sangat cerewet tentang penampilan Rivera saat ini.


Dia sangat pengatur dan ketat. Dia memilih dress yang akan digunakan oleh Rivera dengan tatapan serius seolah sedang mengerjakan pr matematika. Akhirnya dia meraih sebuah dress selutut bewarna merah muda dengan bunga-bunga sakura yang menempel pada Dress tersebut.


Setelah menemukan dress yang akan digunakan oleh Rivera, Dorothy kembali mencari sepatu yang cocok dengan dress yang sedang dia pegang.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, akhirnya Dorothy mengambil sepatu bewarna merah muda sehingga senada dengan dress yang akan digunakan oleh Rivera.


"Putri, ayo bersiaplah...!! " ujar Dorothy bersemangat memberikan dress itu pada Rivera.


"Hufttt... baiklah..."


10 menit berlalu..


Rivera sudah selesai menggunakan dress tersebut. Jujur saja, dia terlihat sangat cantik saat menggunakan baju bewarna pink. Meski dia tidak terlalu menyukai warna pink, Rivera tidak bisa menyangkal jika dia lebih cocok dengan warna pink.


"Putri... maafkan Nanny. Seorang pengasuh tidak bisa memasuki acara perjamuan kekaisaran. Terkecuali jika pengasuh itu mendapatkan undangan langsung dari pihak kekaisaran," jawab Dorothy tersenyum hangat.


"Sayang sekali..."


"Maafkan nanny putri. Putri harus menahan diri saat pesta nanti, ya. Jika ada yang mengusik putri, usahakan jangan membunuhnya. Berdiri saja dengan tegap dan ***** orang itu dengan jawaban menohok," saran Dorothy sehingga membuat Rivera terkejut.


"Ohok ohok..." Rivera terbatuk-batuk dengan memegang dadanya.


"Ah, putri.. apa putri baik-baik saja..? Ambil lah ini, agar batuk putri mereda," Dorothy mengulurkan secangkir air pada Rivera.


Rivera mengambil cangkir itu dan kemudian meminumnya. Setelah selesai meminum air tersebut Rivera langsung meletakan cangkir itu di atas meja.


"Apa aku semenakutkan itu?" benak Rivera heran mengapa Dorothy melarangnya seperti itu seolah-olah dia akan membunuh sembarang orang.


"putri..?"

__ADS_1


"Baiklah..."


Dorothy tersenyum, dia sudah puas pada jawaban Rivera. Dan akhirnya hiasan kepala Rivera sudah selesai. Sudah saatnya Rivera untuk pergi menuju Party Hall. Karena tidak ingin pergi sendirian, Rivera meminta untuk ditemani oleh Dorothy meski hanya sampai di depan Party Hall saja.


Banyak sekali para tamu yang datang dengan kereta kuda terbaik mereka. Pakaian glamor terlihat dimana-mana. Mereka benar-benar sudah mempersiapkan semua yang terbaik untuk menarik perhatian Alexander.


Rivera yang sudah berada di depan Party Hall langsung melihat kearah Dorothy, dia melambaikan tangan sambil berkata "Sampai berjumpa lagi, Nanny," ujarnya.


Dorothy tersenyum "Baiklah, putri, " jawab Dorothy.


Rivera akhirnya masuk ke dalam Party Hall. Setelah dirinya memasuki Party Hall, dia langsung disambut oleh suasana ramai di mana-mana. Terdengar pula alunan piano yang dimainkan dengan nada-nada yang begitu indah sehingga membuat suasana menjadi riang pada saat itu.


Banyak sekali para bangsawan yang tampil dengan pakaian glamor mereka. Rivera merasa takjub dan mendapatkan pengalaman baru pada malam itu.


"Sistem aktif"


*Ding


[Nona, selamat malam]


"Malam, Kiryu"


[Nona, ada apa nona memanggil Kiryu?]


"Aku ingin kau menemaniku. Aku tidak mau bosan disini," jawab Rivera celingak-celinguk melihat kesekitar.


[Oh nona ku yang malang...! Baiklah, Kiryu akan menemani nona sampai nona pulang ke Balmoral!]


"Terima kasih, Kiryu"


Rivera merasa tenang setelah Kiryu bersedia untuk menemaninya. Dia langsung pergi menuju pojok ruangan untuk memisahkan diri dengan para bangsawan-bangsawan yang sangat berisik membicarakan bisnis dan urusan rumah tangga orang. Dia lebih memilih untuk menjadi seorang pengamat dengan duduk di kursi yang terletak di pojok.


"Bagaimana mungkin mereka membicarakan urusan orang lain. Apakah mereka benar-benar seorang bangsawan..!" heran Rivera sedikit kesal karena dia ikut mendengarnya sedikit.


[Bangsawan hanya sebuah gelar, Nona.]


"Kau benar,"

__ADS_1


^^^To be Continued~^^^


__ADS_2