BERPINDAH KE TUBUH PUTRI YANG LEMAH

BERPINDAH KE TUBUH PUTRI YANG LEMAH
BALMORAL PALACE


__ADS_3

Akhirnya mereka memasuki bagian utama halaman istana yang sangat megah. Tumbuhan yang tertata rapi dan dirawat dengan baik semakin membuat keindahan istana bertambah. Apalagi bagian-bagian dari interior istana mampu membuat seorang Rivera terkesan dan bahkan termenung.


Bukan hanya Rivera, bahkan Abel dan Celevin turut memandang penampakan itu dengan takjub.


Selang beberapa waktu datang seorang Buttler pria muda yang menghampiri mereka. Buttler itu bernama Marcus. Marcus bertugas untuk menyambut tamu dari kekaisaran. Dia dengan sopan membungkuk pada Rivera untuk memberikan hormat.


"Selamat datang Putri. Dan selamat datang Tuan Count. Saya akan membawa Tuan Count pergi ke Buckingham palace, tolong ikuti saya," ujar Marcus dengan hormat.


"Baiklah. Tuan putri, kita akan berpisah di sini," ujar Celevin melambaikan tangan pada Rivera.


Mereka pun pergi sehingga menyisakan Rivera dan Dorothy yang masih bertahan di tempat. Hal itu sengaja mereka lakukan karena Rivera memiliki istana sendiri yang bernama Balmoral palace.


Mereka saling bertatapan dan kemudian pergi untuk menuju ke Balmoral palace.




Beralih di Cosmo palace, tempat si-2 bersaudara Avane (17 tahun) dan Loraine(16 tahun). Avane dan Loraine adalah anak dari Ratu Estira. Namun keduanya tidak memiliki gelar putri mahkota karena gelar putri mahkota sudah jatuh ke tangan Rophili(18 tahun), anak dari permaisuri Firentia.



Mereka berdualah yang sering merundung Rivera. Dan saat ini, bahkan mereka berniat melakukan rencana jahil yang akan mereka lakukan pada Rivera setelah mereka mengetahui jika Rivera sudah sampai di Balmoral palace.



Sambil cekikikan Avane berkata "Bocah itu..berani sekali dia kembali kemari..!! Padahal aku sudah susah payah membujuk ibu untuk mengirim anak cadangan seperti nya ke desa yang kumuh itu" kesal Loraine.



"Tenang saja, adik. Lakukan saja seperti biasanya. Jangan biarkan anak ke-11 sepertinya hidup dengan tenang. Hanya dia saja yang bisa kita rundung karena berdarah campuran...!!" timpal Avane menyeringai jahat.



Keduanya tertawa senang. Mereka bahkan tidak berpikir jika mereka sedang berbuat jahat pada anak yang memikiki usia jauh dibawah usia mereka.



Hanya karena alasan Rivera anak ke-11 mereka berani melakukan hal jahat tersebut. Bukan hal yang aneh lagi untuk anak ke-11 diperlakukan seperti itu. Karena di hukum kekaisaran Obelio jika memiliki anak lebih dari 10, maka akan dianggap sebagai anak cadangan. Anak yang tidak berhak menyandang nama belakang kaisar, yaitu kaisar Alexander Windsor. Namun, masih tetap menjadi bagian dari istana.



Hal itulah yang terjadi pada Rivera. Rivera sudah tumbuh seperti itu selama 11 tahun lamanya.



Saat ini, Rivera sudah sampai di depan Balmoral palace. Istana itu terlihat sama seperti sebelumnya, istana yang sepi dan sunyi. Di istana Balmoral hanya memiliki 5 pelayan yang datang untuk sekedar berberes, satu Buttler yang bernama Daniel \[70 tahun \] dan Johanna \[50 tahun\]selaku koki di Balmoral palace.



Hanya Dorothy, Daniel dan Johanna saja yang memperlakukan Rivera dengan tulus di Balmoral palace tersebut. Dan bahkan saat ini, Daniel dan Johanna sedang menyambut Rivera dengan senyuman ceria mereka.



"Selamat datang kembali, Tuan Putri," sapa mereka membungkuk hormat pada Rivera.



Rivera yang sudah mengetahui identitas mereka dengan segera membuat ekspresi ramah sambil berkata "Terima kasih karena sudah menyambut saya," sahut Rivera sehingga membuat Daniel dan Johanna keheranan.

__ADS_1



Dorothy yang melihat ekspresi keheranan mereka ber-2 hanya bisa tersenyum dalam diam. Dia tidak ingin banyak menjelaskan supaya ke-2 orang ini bisa melihat secara langsung perubahan apa saja yang di alami oleh Rivera.



"Pu, putri...silahkan masuk. Saya sudah menyiapkan makanan kesukaan Tuan putri, " ujar Johanna masih merasa keheranan.



"Rivera pun mengangguk dan kemudian melangkah masuk ke dalam Balmoral palace. Seketika saja dia bisa melihat penampilan dari dalam Balmoral palace.



Meski dirinya adalah seorang putri cadangan, dia masih bisa tinggal di tempat yang megah dan seindah Balmoral palace. Hal itu membuatnya merasa jika tidak lah buruk memiliki identitas sebagai putri cadangan asalkan tinggal di tempat seperti ini.



"Putri, mari Nanny bantu untuk membersihkan diri," kata Dorothy sehingga memecah lamunan Rivera.



"Baiklah," jawab Rivera mulai mengikuti langkah Dorothy.



Mereka ber-2 pun pergi dari sana, meninggalkan Daniel dan Johanna yang masih merasa keheranan pada perubahan sikap Rivera. Mereka merasa jika seolah-olah yang berdiri di depan mereka tadi adalah orang lain.



Mereka pun saling pandang seolah memiliki pemikiran yang sama.




"Tuan putri kita sudah dewasa..." sahut Daniel tak kalah terharunya dari Johanna.



Mereka berdua menangis terharu dan kemudian pergi ke arah yang berbeda-beda.



Yah, seperti itulah yang terjadi. Mereka sangat akrab sehingga bisa saling bertukar pikiran. Rivera beruntung memiliki orang-orang seperti mereka di sisinya.



~~~ 10 menit kemudian ~~~



Rivera pergi menuju Ruang makan dengan di temani oleh Dorothy. Dia terlihat sangat cantik dengan menggunakan dress selutut bewarna merah, sepatu merah dan rambut yang dia ikat dengan pita merah.



Kulit putih nya sangat kontras dengan pakaian yang dia kenakan saat ini.


__ADS_1


"Nanny, mengapa sepi sekali?" tanya Rivera.



"Karena pelayan hanya datang untuk membersihkan istana, putri," jawab Dorothy tersenyum canggung karena dia tidak enak menjelaskan kembali pada Rivera yang dianggap nya sedang mengalami amnesia.



Benarkah... pantas saja aku merasa jika istana ini sangat sepi,"



"*Apa-apaan. Bagaimana bisa ada pelayan yang datang hanya untuk bersih-bersih*.." benak Rivera merasa sedikit kesal karena para pelayan melakukan hal semau mereka.



\*Ceklek



Pintu ruang makan terbuka. Rivera bisa melihat jika di sana terdapat Daniel yang sedang meletakan beberapa hidangan. Sontak Rivera segera menghampiri Daniel sambil tersenyum ramah.



"Daniel, kau di sini," ujar Rivera basa-basi pada pria 70 tahun itu.



Daniel yang tidak tahu harus merespon apa kepada Rivera hanya bisa mematung sambil memegang satu hidangan di tangan kanannya. Bola matanya bergerak menatap kearah Dorothy solah-olah sedang meminta pertolongan.



Dorothy terkekeh melihat prilaku konyol Daniel. Dia pun dengan segera mendekati Rivera sambil berkata "Tuan putri, mari duduk lah,"



"Oh, baiklah," jawab Rivera patuh dan duduk di bagian kursi utama.



Setelah itu, Daniel segera menghirup napas lega dan kembali meletakan hidangan terakhir di atas meja. Dia melihat kearah Rivera sambil berkata "Silahkan cicipi hidangannya, Tuan putri. Saya akan pergi. Jika anda butuh bantuan panggil saja saya," kata Daniel ramah.



"Baiklah, terima kasih Daniel," jawab Rivera tersenyum.



" !! "



Daniel terhentak. Pipi nya bahkan merona dan jantung nya berdetak dengan cepat. Dia merasa jika sang Tuan putri bertambah menggemaskan setelah datang dari Romant.



"*Putri tersenyum padaku*..." pekik Daniel merasa senang dan cepat-cepat meninggalkan ruang makan itu.


__ADS_1


^^^To be Continued~^^^


__ADS_2