BERPINDAH KE TUBUH PUTRI YANG LEMAH

BERPINDAH KE TUBUH PUTRI YANG LEMAH
PERTARUNGAN


__ADS_3

Cahaya putih pada portal perlahan-lahan berubah menjadi gelap di iringi oleh awan-awan hitam yang mulai menutupi langit.


Bahkan burung-burung gagak berterbangan menutupi langit itu sehingga semakin menambah kesan horor tempat tersebut.


Rivera melihat kearah portal itu yang terus terbuka perlahan-lahan sehingga terlihat seperti sebuah lubang neraka yang sedang mengintip kedunia. Melihat hal itu sontak saja Rivera ingin memasuki portal tanpa pikir panjang.


" !! " Rivera cukup terkejut. Tangannya tiba-tiba saja ditarik oleh seseorang sehingga kakinya terhenti dengan paksa.


"Mau kemana..?!!" tegas Alexander mengangkat Rivera berada di dalam gendongannya.


Rivera terdiam, menatap Alexander dengan perasaan jengkel. "Ingin masuk," singkatnya membuang pandangan.


"Tidak boleh..!! Sekarang pergilah bersama Ares, biar Ayah yang menghadapi semuanya," tegas Alexander melempar tubuh mungil Rivera kepada Ares.


Ares sudah siap untuk menyambut Rivera dengan menadahkan kedua tangannya, namun dengan sigap Rivera melompat dan menendang Ares sehingga Ares mundur kebelakang dan hampir ingin terjatuh.


" !! " Ares terhentak menerima dorongan itu. Dia mematung sembari melihat tangannya dengan pandangan tidak percaya. Dia tidak menyangka jika ada yang mampu mendorong dirinya selain Alexander.


"Putri ke-4 mendorong diriku?! " benak Ares masih mematung.


Alexander hanya bisa menampar lelah keningnya, menghadapi sikap keras kepala sang putri.


"Jangan bercanda, Baginda..!! Ini sedang dalam keadaan genting..!" jengkel Rivera memandang tajam kearah Alexander.


"Kau tidak boleh ada disini..! Diluar sangat berbahaya, masuk lah ke dalam," titah Alexander sedikit meninggikan suara.


" !! " Rivera menajam, dia benar-benar tidak suka pada sikap Alexander yang semau hatinya itu. Dia menyeret mundur kakinya dengan perasaan yang mulai sedikit terluka.


"Anda benar-benar tidak akan mengerti..!! " pekik Rivera lalu lari dari sana.


"Hey.. dengarkan aku..!! " teriak Alexander sudah tidak paham lagi pada Rivera yang sangat sulid untuk di nasehati. Dia kembali mengarahkan pandangan pada Ares seraya berkata..


"Kejar bocah itu..! " titah Alexander, dibalas anggukan oleh Ares.


Ares pun pergi menyusul Rivera yang sedang berlari menuju sebuah pusat portal yang perlahan-lahan semakin terbuka lebar. Bersamaan dengan itu, dia juga melihat para rakyat bawah masih berada disana, melihat portal dengan rasa keingintahuan yang tinggi.

__ADS_1


"PERGILAH DARI SINI..!! JIKA KALIAN MASIH SAYANG NYAWA, JAUHI PORTAL ITU..!! " desak Rivera berteriak dengan kencang.


Semua orang langsung menoleh padanya, menatap Rivera dengan tatapan tidak percaya. Mereka malah menertawakan Rivera yang berbicara tanpa bukti mendasar.


"Mana buktinya jika portal ini berbahaya?! Pasti portal ini adalah salah satu berkah dari Dewi Selene..!!" balas mereka mencemooh Rivera.


Rivera terdiam, cukup kesal menghadapi rakyat tidak tahu malu seperti mereka. "Mati saja jika kalian ingin mati, yang terpenting saya sudah memperingati kalian..!! " kesal Rivera pergi dari sana.


"Cih apa-apaan putri pembawa sial itu..! Pasti gara-gara dia kesialan ini datang..!! "


"Apakah kejadian ini ada hubungan nya dengan putri pembawa sial seperti dia?! Jika memang benar, kita harus menumbalkannya agar sang Dewi Selene tidak marah lagi,"


Sangat kasar apabila sampai di telinga Rivera. Mereka terus mencemooh Rivera tanpa tahu tentang kondisi mereka saat ini.


*BOOM... suara ledakan besar kembali terdengar dengan diiringi oleh sesuatu yang mulai keluar dari portal tersebut.


Sontak saja itu membuat semua orang langsung terkejut saat melihat ada segerombolan Goblin bersenjata lengkap sedang keluar dari dalam portal.


"Ada monster, cepat lari dari sini..!! "


Semua orang yang tidak bisa melindungi diri mereka berlari kocar-kacir saat melihat goblin-goblin mulai memenuhi tempat itu. Sementara yang bisa melindungi diri mereka sendiri lebih memilih untuk tinggal, menarik pedang mereka untuk melawan semua Goblin.


"Tikus mana yang berani bermain dengan ku..!! " ujar Alexander murka.


"PRAJURIT, CEPAT HALAU MEREKA..!! " titah Alexander pada para prajurit kekaisaran.


Namun sampai menunggu beberapa detik pun, para prajurit itu tidak bergerak. Mereka tidak mendengarkan perintah dari Alexander. Mereka berdiri diam dengan ekspresi wajah datar.


Itu cukup memancing emosi Alexander yang semakin membesar. "Apakah ini ulah si tua bangka itu.?! " kesal Alexander, lalu dirinya mulai mengayunkan pedang dan menebas banyak Goblin hanya dalam 1 tebasan pedangnya.


"Akan aku habisi kalian..!! " murka Alexander menebas goblin-goblin dengan membabi buta.


Sementara yang dilakukan oleh Rivera saat ini hanyalah mengurus sebuah portal yang mulai terbuka lagi. Dirinya mulai mengeluarkan Blood Sword miliknya dan kemudian mulai menebas apapun yang keluar dari dalam portal itu.


*Slashh.... satu ekor Ogre terbelah menjadi dua, kehilangan nyawa hanya dalam 1 tebasan pedang Rivera.

__ADS_1


"Sialan..!! Sepertinya Animos sedang membuka portal penghubung ke dunia monster..!!" gumam Rivera.


"Keluarlah..!!" teriak Rivera.


Tidak lama para kesatria Holy Sword langsung keluar dan menarik pedang-pedang panjang mereka.


"Master, biar saya yang menghadapi Ogre-Ogre itu.. " teriak Ajax melompat, mengayunkan pedang pada ogre yang baru saja keluar.


*Slash... ogre tersebut langsung tumbang tatkala menerima 1 ayunan pedang dari Ajax.


"Ajax urus mereka semua, saya akan pergi mencari Animos sibajingan itu..!! "


"Baik, Master..!! "


Rivera bergegas pergi dari sana untuk mencari keberadaan Animos. Dia berlari, mencoba untuk merasakan keberadaan Animos.


"Kemana si bajingan tua itu..! " umpat Rivera berlari ditengah-tengah keributan sehingga orang-orang yang sedang berupaya melawan monster menjadi hilang fokus melihat seorang anak kecil yang sedang berlari.


"Hey, mau kemana kau anak kecil..!! " pekik salah satu petarung.


"Urus-urusan anda..! " datar Rivera, lanjut berlari.


Rivera terus berlari menuju kearah kanan dan pada akhirnya dia berhasil merasakan mana, Animos. Dengan senyuman sinis itu Rivera mulai menghampiri Animos sembari memegang blood Sword.


"ANIMOS..!! KAU ADALAH SEORANG BAJINGAN..!! " pekik Rivera melempar Animos menggunakan sihir apinya yang sedang terbang sembari terus melafalkan mantara sihir, mengendalikan semua portal penghubung ke dunia monster.


*BOMM.... Animos melerai api itu dengan mudah sehingga api tersebut tidak ber-efek apapun kepada nya.


" !! " Rivera menghentikan langkahnya, menatap Animos dari bawah. "Berhenti mengendalikan semua monster itu, atau tidak saya akan menghabisi anda, Animos..!! "


Animos tertawa jahat seraya berkata "Aku sudah mengetahui apa rencana mu, bocah pembawa sial..!! Aku akan menguasai kekaisaran ini, dan menjadikan tempat ini sebagai tempat tinggal para iblis terhormat seperti kami..!"


Sinis Animos, semakin melafalkan banyak mantra sehingga para monster yang keluar menjadi semakin bertambah banyak.


"Bodoh..! Anda pikir semua makhluk rendahan ini akan menjadi penghalang untuk saya..?!" jengkel Rivera mulai menggunakan kemampuan Sword aura dan melompat mendekati Animos.

__ADS_1


" !! "


^^^To be Continued~^^^


__ADS_2