
"Tenang saja, anda sudah mati, Animos..!" tajam Rivera menatap dingin kearah jasad Animos.
Perasaannya menjadi lega tatkala sang boss sudah berhasil dikalahkan. Namun begitu sangat disayangkan, perasaan lega itu perlahan-lahan mulai menghilang saat melihat hampir seluruh prajurit istana sedang dirasuki oleh energi jahat yang sedang menyerang para petarung.
Bukan hanya prajurit istana, bahkan yang menjadi kekhawatiran terbesar Rivera iyalah, Alexander dan Ares turut dikendalikan oleh sihir gelap dan saat ini mereka sedang menyerang para petarung sehingga para petarung mengalami luka yang sangat patal.
"Oh tidak..Ini bencana..!" lirih Rivera menatap kearah Ajax yang sedang bertarung melawan Alexander.
*Trankk
*Slash...
"Ugh.. yang mulia, sadarlah..!! " pekik Ajax menerima serangan Alexander berkali-kali.
*Srankk...
Alexander masih terperdaya oleh energi jahat sehingga Ajax kewalahan menghadapi Alexander yang memiliki kekuatan begitu besar. Dengan kekuatan penuh, Alexander mulai menendang Ajax..
"BRUK....
Tubuh Ajax terhantam keras kearah reruntuhan istana sehingga menyebabkannya mengalami luka dalam..
"Uhukk... y-yang mulia.. " Ajax memuntahkan seteguk darah.
"Ajax.. aku akan membantu mu..!! " pekik Hector berlari menuju Ajax. Namun lagi-lagi sangat disayangkan bahwa langkah Hector harus terhenti karena tiba-tiba saja, Ares datang dan kemudian menendang tubuh Hector.
*BRUKK.. Hector terpelanting jauh, menghantam lantai ubin dengan keras.
"Bajingan..! " cicit Hector.
Keadaan menjadi kacau, para petarung kalah jumlah melawan para prajurit yang memiliki jumlah 1000 pasukan. Hanya tersisa 100 prajurit yang bertahan, dan membantu para petarung untuk melawan rekan mereka yang sudah dirasuki oleh energi jahat.
Keadaan menjadi tanda tanya besar bagi para petarung yang tidak tahu apa-apa mengenai energi jahat ini. Mereka menganggap jika mereka semua sedang melakukan pemberontakan.
"Mengapa kalian melakukan ini..!! "
"Kalian pengkhianat..! Kalian pantas mati..!!"
Mereka mempertaruhkan nyawa mereka untuk melawan para pasukan yang sedang dikendalikan itu. Meski berkali-kali mereka harus tumbang, namun dengan tekat yang besar membuat mereka kembali berdiri untuk melawan.
Hal itu juga terjadi pada Ajax dan Hector. Mereka bangkit kembali, menghadapi Alexander dan Ares.
"Kita tidak boleh mempermalukan nama Kestria Holy Sword..! Kita harus menjunjung tinggi kehormatan master kita, meski nyawa taruhannya..! " pekik Ajax menggelegar sehingga bisa didengar oleh semua orang.
"JUNJUNG KEHORMATAN MASTER..!! " sahut kesatria lainnya, yang kemudian bangkit kembali untuk melawan.
__ADS_1
"SERANG...!! " mereka berlari mengayunkan pedang mereka kembali sehingga itu cukup membuat hati Rivera menghangat saat melihat kesetian dari para kesatrianya.
Dia sedikit merasa tidak pantas saat menerima kehormatan itu. Dia memegan pedangnya dengan erat, menurunkan pandangan dengan perasaan kesal.
"Animos, kau cukup cerdik..!! " kesal Rivera.
Dan tidak lama kemudian, Rivera kembali mengarahkan fokus pada Alexander. Dia berlari kearah sana, dengan kecepatan penuh sehingga dengan sekejab Rivera mulai sampai dan mendorong keras Alexander.
"Bruk... Alexander terjatuh. Namun tidak lama dia segera bangkit dan menatap Rivera dengan datar.
"Ajax, bantu Hector melawan Ares. Biarlah ini, menjadi bagian saya," titah Rivera.
"Baik, master," patuh Ajax pergi untuk melawan Ares.
Sementara itu, Rivera sedang berhadapkan dengan lawan yang benar-benar akan sangat sulit dihadapi. Dia cukup sadar jika jarak kekuatannya dengan kekuatan Alexander begitu jauh.
Alexander memiliki kekuatan setara Ranker, itu akan menjadi petarungan yang akan mempertaruhkan nyawa nya.
"Lebih baik mati dalam petarungan, dari pada mati saat gagal menjalankan misi. Ya, setidak nya," gumam Rivera, mulai mengangkat pedang dan menyerang Alexander.
Trankk......pedang mereka saling beradu dengan kekuatan yang besar sehingga timbul angin tajam yang menyebar kesekitar.
"Sadarlah, Baginda..!! " ujar Rivera, mundur kebelakang dan kemudian maju untuk menyerang Alexander kembali.
*Slash...
Rivera berkali-kali mengayunkan pedangnya namun tidak pernah mengenai Alexander.
Mereka terlihat setara saat ini, sehingga salah satu dari mereka belum ada yang berhasil untuk melukai satu sama lain. Mereka terus melakukan pertarungan yang sengit sehingga menghancurkan apapun yang ada disekitar mereka.
*BOMMM... Rivera melayangkan sihir apinya kearah Alexander. Namun sangat disayangkan jika sihir api itu tidak ber-efek apapun pada Alexander.
Alexander menutupi dirinya dengan energi gelap, energi yang pernah dirasakan oleh Rivera sebelumnya.
"Oh tidak... " lirih Rivera melihat bahwa Alexander mulai maju dengan cepat sehingga dirinya tidak bisa membaca pergerakan Alexander.
*BRUKKKK... Alexander menghantam tubuh mungil Rivera sehingga terpelanting jauh. Namun dengan sigap Rivera melompat dan bediri di atas reruntuhan.
"Pria ini kenapa sangat kuat sekali..!! " kesal Rivera.
Tidak lama, Alexander mulai mengeluarkan energi jahat yang sangat pekat. Energi itu mulai mengintimidasi semua orang sehingga para petarung yang sedang berjuang menjadi tidak berdaya dan tubuh mereka terangkat bagai tercekik oleh sesuatu.
Energi jahat mulai menguasai keadaan. Bahkan beberapa portal kembali bermunculan dari arah selatan, arah para rakyat berlindung.
"Oh tidak..!! " lirih Rivera melihat kearah portal-portal yang semakin bertambah banyak.
__ADS_1
"MASTER, PORTAL-PORTAL ITU SEMAKIN BERTANBAH, APA YANG HARUS KITA LAKUKAN..? " teriak Ajax sembari terus menghalau pergerakan Ares.
"Ajax, Hector, kalian hadapi saja Ares. Serahkan saja urusan ini kepada saya," jawab Rivera tegas.
"Baik, master,"
Rivera menatap tajam kearah Alexander. Dia merasakan jantungnya yang mulai berdetak dengan cepat. Tidak ada pilihan lain untuknya selain melakukan hal yang pernah dia lakukan saat menghadapi pengkhianat di kehidupan sebelumnya.
" Aku harus mengeluarkan semua keuatanku. Ini adalah satu-satunya cara agar bisa menghalangi semua energi jahat ini..!!" benak Rivera, mulai merasakan jika tubuhnya saat ini sedang terbalut oleh Holy Power.
*Ding
[Nona..!! Tidak, apa yang nona lakukan. Jika nona menggunakan kekuatan penuh, Nona akan mati.!!]
Kiryu terdengar sangat khawatir dan melarang keras Rivera untuk tidak melakukan hal gegabah.
"Jika aku tidak melakukan ini, maka akan ada banyak nyawa yang akan melayang," jawab Rivera dengan sikap dinginnya.
"BOMMM... suara ledakan kembali terdengar. Dari arah selatan, para ogre sedang berkeliaran membantai para penduduk yang tidak bisa menggunakan kekuatan.
"Kau lihat itu, Kiryu? Mau sebanyak apa lagi yang harus mati? " lanjutnya semakin menambah Holy power sehingga tempat yang awalnya gelap menjadi terang, bahkan begitu terang sehingga langit malam menjadi siang.
[NONA.. TIDAK...!! JIKA NONA MEMAKSAKAN DIRI NONA AKAN MATI..!! ]
Kiryu memekik sejadi-jadinya karena Rivera sudah menggunakan kemampuan Saintess dengan kekuatan penuh.
"Tidak ada waktu untuk memikirkan nyawa sendiri, Kiryu. Pria itu sudah tenggelam dalam energi jahat, tidak ada cara untuk menghadapi pria itu! "
[Nona... ]
*BOMMM.... suara ledakan yang berasal dari Holy Power Rivera terdengar begitu keras, 10 kali lebih keras dari pada suara ledakan sebelumnya. Prajurit-prajurit yang terpedaya oleh energi jahat mulai menutupi kuping mereka dan merasa tercekik saat energi suci mulai mengalahkan energi jahat yang ada di tubuh mereka.
Namun karena itu, Rivera mengalami muntah darah. Dia memuntahkan darah yang sangat banyak sehingga Ajax dan kesatria lainnya menjadi panik, melihat Master mereka mulai memaksa kan diri.
"MASTER, ANDA SUDAH BERADA DI BATAS ANDA..!! " pekik Hector.
"tidak...masih belum..! " lirih Rivera, semakin menambah jumlah Holy Power sehingga kali ini, kemampuan Rivera membuat Alexander terjatuh sembari menutup kupingnya dengan kesakitan.
[Nona... Kiryu akan membantu Nona...! Kiryu tidak mau Nona mati..!! ]
Kiryu menangis tersedu-sedu dengan suara yang serak.
"Jika kau membantuku, kau akan terkena pinalti, kita akan terkena pinalti,"
[SUDAH TIDAK SEMPAT MEMIKIRKAN PINALTI..!! DIAMLAH..!! ]
__ADS_1
Rivera mengulum senyumnya seraya berkata "Aku serahkan padamu, Kiryu,"
^^^To be Continued~^^^