
[Nona... Kiryu akan membantu Nona...! Kiryu tidak mau Nona mati..!! ]
Kiryu menangis tersedu-sedu dengan suara serak.
"Jika kau membantuku, kau akan terkena pinalti,"
[SUDAH TIDAK SEMPAT MEMIKIRKAN PINALTI..!! DIAMLAH..!! ]
Rivera mengulum senyumnya seraya berkata "Aku serahkan padamu, Kiryu,"
Cahaya suci bertambah semakin terang sehingga kegelapan mulai termakan ke dalam cahaya suci tersebut. Para pejuang maupun para kesatria Holy Sword melihat kearah Rivera dengan tatapan yang mulai menurun.
Cukup malu melihat seorang anak kecil yang lebih kuat dari mereka. Mereka bahkan malah kesusahan untuk menghadapi 2 monster saja.
Dengan rasa malu itu, mereka mulai mengangkat pandangan mereka seraya berkata..
"Lindungi putri ke-4, kita tidak boleh membiarkan monster mendekati putri ke-4 meski nyawalah taruhannya..!! " pekik salah satu dari mereka, menggema keseluruh tempat.
"LINDUNGI PUTRI KE-4..!! "
Mereka berbondong-bondong melawan monster dan membuat lingkaran untuk melindungi Rivera. Begitu juga yang dilakukan oleh kesatria Holy Sword, mereka membantu untuk menghabisi monster-monster yang mendekati master mereka.
Orang-orang yang tenggelam oleh kegelapan mulai berjatuhan, menutup kuping mereka dengan kedua tangan mereka. Mereka berguling karena kesakitan tatklaa cahaya suci mulai mengenai tubuh mereka.
[Nona, kiryu akan menambah mana ke tubuh Nona]
"Baiklah, mohon bantuannya!"
*BOMMM..... ledakan kembali terdengar. Cahaya suci semakin menerang, menutupi tempat sehingga semua orang mulai menutupi pandangan mereka.
"MASTER... JANGAN PAKSAKAN DIRI ANDA..!! " pekik Hector mencoba menerjang cahaya suci demi bisa mendekati Rivera.
*Tidak... Hector..!! Jangan dekati Master. Bisa saja ledakan akan kembali terjadi," lerai Ajax menarik tangan Hector.
"Jika ini di teruskan, Master akan mati..! Aku melakukan semua hal yang tidak berguna ini hanya demi Master. Jika saja Master pergi meninggalkan ku, aku akan menghancurkan tempat ini..!! " pekik Hector menghempas tangan Ajax dengan kuat.
"Hector dengarkan aku..!! " Ajax terus berteriak agar Hector kembali, namun sayangnya Hector tidak mendengarkan apapun yang dikatakan oleh Ajax.
*BOMMM..... suara ledakan kembali terdengar, diiringi oleh keadaan Rivera yang semakin melemah. Dia memuntahkan seteguk darah, sehingga tubuhnya kini mulai di kotori oleh darahnya sendiri. Bahkan langkah Hector terhenti, tubuhnya terpelanting jauh saat menerima damfak ledakan besar dari Holy Power Rivera.
__ADS_1
*Brukk....Hector mengantam seekor ogre sehingga ogre itu terhuyung kedepan.
"Hector tunggu aku..!! " pekik Ajax, belari sembari mengayunkan pedangnya kearah monster yang hendak menyerang Hector.
*Slashh
*Srakkk
Ogre itu langsung terkapar tatkala menerima sapaan hangat dari pedang Ajax. Ajax berlari menuju Hector dan kemudian mulai mengulurkan tangannya.
"Aku berkata, jangan gegabah, Hector!! Serahkan saja semuanya pada Master, karena Master tidak selemah itu..!! " tegur Ajax, menarik Hector bangun.
"Aku... khawatir terhadap master. Dia memuntahkan darah yang sangat banyak..!! Ini sudah mencapai batas wajar, Ajax..!! Lihatlah semua monster itu, mereka semakin bertambah banyak..! " protes Hector sangat kesal pada Ajax yang selalu saja menyerahkan semua tugas pada Rivera.
Rasa percaya pada seseorang tidaklah salah. Namun Hector hanya merasa kesal terhadap semua orang yang terlalu mengandalkan Rivera. Dia tahu jika Rivera lah satu-satu nya orang yang bisa mengalahkan kekuatan jahat ini, namun tetap saja dia kesal.
"Master sudah berjuang hingga sejauh ini. Kita tidak boleh menghambat semua rencana Master, Hector..!! " tegas Ajax.
"Cepat halangi monster-monster yang mencoba mendekati master. Jangan bersikap kekanak-kanakan..!!" lanjut Ajax, meninggalkan Hector yang masih terdiam, mencoba untuk merenung.
"Akan aku ikuti semua keinginan master. Namun, jika sampai ada yang terjadi pada Master, aku tidak akan memaafkan semua orang..!! ujar Hector pelan, namun tajam.
Rivera terus berusaha untuk menyalurkan kemampuannya, maski kindisi tubuhnya sudah tidak memungkinkan lagi.
"Kiryu.. sepertinya kemampuan Saintess tidak cukup berguna untuk membuat pria itu sadar. Pria itu adalah pengendali portal sekarang ini, jika kita tidak cepat membuatnya sadar, maka dunia akan hancur..! " lirih Rivera, sembari terus memejamkan mata dengan napas yang mulai sesak.
[Nona, Kiryu juga sudah mencapai batas Kiryu]
Mereka berdua terdiam, mencoba untuk melakukan yang terbaik. Namun nyatanya, Alexander tidak kunjung tersadar meski sudah meronta, menerima rasa sakit yang sangat besar.
*BOMMM....
Rivera membuka matanya. Pandangannya mulau tertuju kepada Alexander. Sebuah rasa sakit mulai terasa, mengisi penuh dadanya.
"Atau... apakah kita bunuh saja dia?! " datar Rivera, memandang Alexander dengan dingin.
[Nona, Alexander adalah peran utama. Jika Nona membunuhnya, Nona akan mati]
" !! " Rivera mengerutkan keningnya. Dia mulai menatap Alexander dengan perasaan jengkel.
__ADS_1
"Menyusahkan..!! " kesal Rivera, berusaha untuk memutar otak agar dirinya bisa mengalahkan Alexander.
Rivera berdiri, berhenti menggunakan kemampuan Holy Power dengan ekspresi kesalnya. Dia melangkah mendekat kearah Alexander yang terus saja meronta kesakitan, dengan wujud kulit badan nya yang berubah menjadi hitam.
"Baginda, sadarlah..!! Saya akan meminjam tubuh anda sebentar..! " datar Rivera, memegang kepala Alexander sembari memejamkan mata.
Rivera mulai menyusup keakal Alexander dan memeriksa peluang kontrak Alexander. Begitu merasakannya, Rivera mulai tersenyum sinis seakan-akan dia baru saja menemukan hal yang berguna.
"Solderet..!! Bisakah anda mendengar saya?! Jika anda mendengar panggilan saya, cepatlah ikuti aliran mana yang sudah saya alirkan ke tempat anda..!! " datar Rivera, mencoba ber-telepati dengan Solderet, sang naga pelindung Obelion.
Rivera terus menunggu dan menunggu, dan pada akhirnya, aliran mana yang telah di transfer oleh Rivera akhirnya menerima respon dari Solderet.
"Baguslah, ikuti aliran mana saya dan masuk kedalam nya..!! "
Aliran mana yang telah di transfer oleh Rivera telah menerima respon dari Solderet. Perlahan-lahan, aliran mana itu berubah menjadi merah gelap disertai oleh aura jahat yang sangat pekat.
*BOOMMM... suara ledakan terdengar begitu keras, diiringi oleh sebuah portal yang mulai terbuka sehingga menampakan seorang pria tampan berambut panjang dengan warna silver. Paras pria itu terlihat seperti seorang malaikat, sehingga siapapun akan terhanyut kedalam pesonanya.
Dia tidak lain dan tidak bukan adalah Solderet, sang naga pelindung Obelion. Solderet keluar dari portal itu dengan tertawaan jahatnya.
"Huahahahaha..!! Akhirnya raja tampan ini terbebas dari dunia terkutuk itu..!! Hua... "
"Diamlah..!! Bisa anda membantu saya, sekarang?! " kesal Rivera menyela pembicaraan Solderet.
Solderet berhenti tertawa, mengalihkan fokus ke arah Rivera. "Huaaaa keturunan ku yang paling cantik..! Terima kasih sudah memanggil raja tua ini..!! " lanjutnya tertawa dengan keras.
"SOLDERET..!! Bisakah anda lihat keadaan sekitar?! Bisakah anda bantu saya?! Jika tidak, saya akan menendang anda kembali ke dalam dunia busuk itu..!! " kesal Rivera terhadap Solderet.
" !! "
Seketika Solderet mulai mengarahkan pandangan kesekitarnya. Dia lihat penampakan tidak enak itu dengan tatapan tidak percaya. Darah ada dimana-mana, mayat bergelempangan dan bahkan tempat itu dipenuhi oleh monster.
"Oh tidak... tempat yang aku lindungi...!! " lirih Solderet menatap keadaan dengan lelah.
"Cepat urus semua monster itu..! Sementara saya akan mengurus pria ini terlebih dahulu," teriak Rivera.
"Serahkan pada raja naga tampan ini..!!"
^^^To be Continued~^^^
__ADS_1