BERPINDAH KE TUBUH PUTRI YANG LEMAH

BERPINDAH KE TUBUH PUTRI YANG LEMAH
PERMUKIMAN OGRE


__ADS_3

Dia mengendap dan kemudian berlindung disebuah patung Lizardman lalu mulai mengintip kearah Lizardman berada. Para Lizard itu setidaknya berjumlah 70. Rivera yang sudah menghitung jumlah mereka pun dengan segera berlari sambil mengayunkan pedangnya.


"Sword aura..."


Sword aura timbul melapisi pedang Blood Dragon. Dengan kemampuan Sword Aura, Rivera bisa memotong apapun itu, termasuk para Lizardman yang kini sudah menyadari keberadaan nya.


Para Lizardman itu berlari, menebaskan pedang mereka pada Rivera. Rivera dengan gaya lincahnya melompat dan kemudian tak melewatkan kesempatan untuk menebas mereka.


*Slash


*Srek


2 Lizardman tumbang, terkapar ditanah. Luka yang diberikan Rivera menimbulkan Demeks besar sehingga dalam sekali tebas bisa membuat ke-2 Lizard langsung tersungkur.


Muve on pada ke-2 Lizardman itu, Rivera kembali menyerang Lizardman yang lainnya dengan gerakan berlari zig-zag sambil menebas kearah leher para Lizardman.


Tanpa memberikan perlawanan sedikitpun satu-persatu Lizardman tumbang dan kini hanya tersisa 30 Lizardman yang hidup. Rivera menyeret pedangnya dengan menyeringai sambil berjalan maju menuju para Lizardman yang sedang mundur dengan perlahan dari dirinya.


Wajah mereka meringis karena insting monster mereka bisa mendeteksi jika mereka sedang dihadapkan oleh musuh yang lebih kuat dari mereka.


"Jangan ketakutan seperti anak bebek...!! Jika kalian tidak ingin maju maka akulah yang akan maju...!!" tajam Rivera kembali berlari dan menebaskan pedang kearah Lizardman.


Rivera menebas dengan membabi buta sambil membuat ekspresi kesal karena para Lizardman tidak memenuhi ekspektasi nya.


"Matilah...!!! "


*Slashh


*Trank


Satu Lizardman berhasil menangkis pedang Rivera. Sontak saja itu membuat Rivera semakin bersemangat dan mengayunkan pedangnya dengan membabi buta pada Lizardman tersebut. Rivera bergerak mengelilingi Lizardman sambil terus menyayat pada setiap kelilingannya.


"Tunjukkan kemampuan mu monster...! "Pekik Rivera semakin membabi buta menyerang Lizardman yang sudah berada dalam fase kehabisan energi.


*SRAKKK


Rivera memenggal kepala Lizardman sehingga Lizardman langsung tersungkur ke tanah.


Rivera menyeka darah yang menempel di pipinya. Dia menatap datar pada salah satu monster yang sudah terkapar. Dengan menyeret pedangnya lagi-lagi Rivera menyeringai, membuat senyuman jahat.


"Mengapa kau berpura-pura mati..." kata Rivera pada Lizardman yang sedang berpura-pura mati itu.


Lizardman itupun dengan segera membuka matanya dan berlari dari Rivera. Namun hal itu justru semakin membuat Rivera merasa dipermainkan. Rivera mengeluarkan daggernya lalu melempar dagger itu tepat mengenai kepala Lizardman sehingga Lizardman menghentikan langkahnya dan kemudian tersungkur di tanah.


Rivera menarik Dagger itu kembali sambil menatap kearah sekitar. Dia terlihat sedang mencari sesuatu namun dia tidak bisa melihat keberadaan benda yang dia cari itu.


"Kiryu, dimana artefak nya?" tanya Rivera.


[........]


Kiryu terdiam, dia tidak menjawab pertanyaan Rivera. Hal itu mebuat Rivera kesal dan kembali berkata "Kiryu, mengapa kau mengabaikan ku?" kesal Rivera.


[Nona... nona sangat menyeramkan. Kiryu takut melihat Nona seperti itu...]


"Bagaimana sebuah sistem bisa merasakan rasa takut? Apa yang terjadi pada mu!! " kesal Rivera sudah tidak mengerti pada sikap Kiryu.


[Nona, kiryu bahkan tidak bisa membedakan yang mana monster yang mana bukan.]


"Jadi maksud mu aku monster?! Ah sudahlah. Berhenti bercanda! Aku ingin tahu, dimana keberadaan Artefak itu?"


[Di jalan kanan, kiryu bisa merasakan Artefak itu berada tepat di sebelah kanan]


"Ayo kesana,"


Rivera segera bergegas menuju kearah kanan yang terdapat banyak sekali Lizardman disana. Rivera kembali mengendap-endap seperti seorang pencuri dan melihat Lizardman yang sedang melakukan aktivitas mereka masing-masing.


Karena tidak ingin membuang banyak waktu, Rivera segera berlari menerobos tempat itu dan menyerang Lizardman yang sedang lengah.


*Slash


" !!! "

__ADS_1


Para Lizardman yang lainnya menyadari keberadaan Rivera kemudian mempersiapkan pedang mereka lalu menyerang Rivera secara bersamaan. Rivera kembali menggunakan Sword auranya dan menebas pedang para Lizardman sehingga patah menjadi dua bagian.


"Slash


Rivera bisa dengan mudah menghabisi Lizardman dan membuat Lizardman terbelah menjadi 2. Sikapnya menjadi semakin ganas dan ayunan pedangnya semakin cepat dan kuat. Hanya dengan satu ayunan pedang, Rivera bisa memberi demeks kuat pada lawan.




Rivera sedang duduk diatas tumpukan mayat Lizardman, sambil meneguk 1 botol Elixir. Setelah meminum Elixir itu, Rivera pun melompat turun untuk mencari kembali keberadaan Artefak.



Dia mengerahkan pandangannya kesegala arah dan kemudian dia bisa melihat sebuah peti besar yang berada di pojok Goa tersebut.



Rivera pun dengan segera mendatangi peti besar itu dan kemudian membukanya. Setelah membukanya, Rivera bisa melihat jika di dalam peti besar itu terdapat koin platinum dengan sebuah kalung permata putih diatasnya.



Tanpa memperdulikan koin-koin itu, Rivera mengambil kalung tersebut dan melihatnya dengan teliti.



"Benar, memang ini kalungnya," gumam Rivera bisa merasakan aura suci yang sangat pekat yang berasal dari kalung itu.



\[Nona, kiryu menyarankan Nona memakai kalung itu\]



"Kenapa demikian?"




"Benarkah..."



Rivera pun memakai kalung itu atas instruksi yang diberikan oleh Kiryu. Setelah menggunakan kalung tersebut, Rivera bisa merasakan jika mana di tubuhnya seolah-olah sedang di murnikan dalam sekejab. Rasa lelahnya pun menghilang begitu saja seperti sedia kala.



Setelah selesai mendapat kan artefak, Rivera memutuskan untuk pergi ke permukiman Ogre. Dia menghilang dalam sekejab seperti baru saja melakukan teleportasi. Namun nyatanya dia hanya berlari dengan kecepatan tinggi.



~~~ Sesampainya di permukiman Ogre ~~~



Rivera berlindung di balik pohon besar. Dia mengintip para Ogre yang sedang melakukan aktivitas mereka masing-masing selayaknya seperti manusia.



Ada sekitar 40 Ogre dewasa dan 10 Ogre anak-anak. Rivera yang sudah mengetahui jumlah para Ogre pun dengan segera melesat mendekat kearah permukiman Ogre itu.



"Sepertinya aku tidak bisa menyerang mereka secara langsung...." gumam Rivera mencoba memikirkan cara untuk menyerang para Ogre.



Dia pun memikirkan sebuah ide brilian di kepalanya. Dia mengumpulkan api ditelapak tangannya dan membuat api menjadi ukuran yang begitu besar. Sangkin besarnya para Ogre pun menyadari jika ada api di depan permukiman mereka. Dengan segera pula mereka berlari untuk menyelamatkan diri.


__ADS_1


Rivera yang merasa sudah cukup pada api-api itu pun mulai melemparkan bola api pada permukiman sehingga permukiman Ogre yang terbuat dari dedaunan kering bisa dengan mudah terbakar.



Para Ogre menjadi semakin panik dan berlari dengan membawa satu ember kosong ditangan mereka. Bahkan Ogre pejantan berlari kocar-kacir karena api tersebut.



Setelah mengacaukan suasana permungkiman, Rivera segera melesat masuk kedalam permukiman Ogre dan menyerang Ogre yang sedang lengah.



Dengan mudah Rivera bisa menebas Ogre yang terkenal dengan kulit mereka yang keras. Satu-persatu pun Ogre mulai tumbang dengan posisi yang berbeda-beda.



Setelah keberadaan Ogre habis di dalam permukiman itu, Rivera pun segera menuju kearah luar untuk menyusul para Ogre yang sedang mengangkut air di sungai.



Dia berlari dengan cepat dan kemudian menemukan satu Ogre yang sedang membawa seember air menuju kearah permukiman.



" !!! "



Ogre itu terkejut saat melihat ada seorang manusia di depannya. Sontak saja dia melempar ember berisi air itu dan menarik pedangnya untuk menyerang Rivera.



Rivera menyeringai dan segera maju untuk meladeni Ogre tersebut. Dia mengayunkan pedangnya sehingga berbenturan dengan pedang milik sang Ogre.



\*Trankk



Mereka saling mengadu kekuatan sehingga akhirnya sang Ogre termundur kebelakang karena Rivera berhasil menekan pergerakan Ogre tersebut.



\*Trankk



Rivera kembali mengayunkan pedangnya dan berhasil melukai tangan kanan Ogre itu. Dia pun tersenyum puas dan berhenti untuk bermain-main. Rivera segera melakukan jurusnya dan menebas Ogre itu tanpa ampun.



\*Slash



\*Slash



Ogre itu kebingungan sambil berputar mengikuti Rivera yang sedang bergerak dengan sangat cepat.



"Bodoh, berhenti meniruku...!"



\*Slash


__ADS_1


^^^To be Continued~^^^


__ADS_2