BERPINDAH KE TUBUH PUTRI YANG LEMAH

BERPINDAH KE TUBUH PUTRI YANG LEMAH
PINALTI


__ADS_3

*Ding


...[ Selamat misi selesai ]...


...[ Terima hadiah ]...


...[ ok / tidak ]...


...[ ok ]...


"Akhirnya misi selesai.... " benak Rivera mengulum senyum.


"Kalian, kembalilah ke dalam dimensi ruang waktu. Tidak ada waktu lagi, kita harus segera pergi,"


" !! "


"Keturunan ku, apa kau ingin meninggal kan raja tampan ini? Ayolah kau..."


"Anda juga masuklah..!" datar Rivera memandang malas Solderet sehingga perkataannya terhenti.


"B-baiklah, kenapa kau dingin sekali pada raja tua tampan ini..! Dasar keturunan tidak berbakti..!! " ketus Solderet memasuki dimensi, diiringi oleh kesatria Holy Power.


Hal itu tidak luput dari perhatian orang-orang yang ada disana. Mereka keheranan melihat para pejuang yang mereka anggap sebagai pahlawan telah memasuki sebuah dimensi. Mereka pun datang dan berbicara pada Rivera, meski mereka merasa takut jika harus berbicara pada pahlawan perang mereka itu.


"P-putri ke-4, kemana para kesatria hebat itu pergi? Mereka dan putri ke-4 adalah pahlawan kami, kita harus merayakannya bersama," ujar seorang pria berambut pirang, mewakili seluruh pejuang yang ada disana.


Rivera terdiam sejenak, sebuah rasa sakit mulai menggerogotinya. Dia hampir kehilangan kesadaran seraya berkata "Kalian rayakan saja sendiri, saya ingin istirahat, " datar Rivera, bangun dari poisi duduknya dan kemudian memasuki dimensi, menyusul yang lainnya.


"B-baiklah, Tuan putri..." mereka menurunkan pandangan, membungkuk dengan hormat. Mencoba untuk menghargai keputusan yang pahlawan mereka pilih.


"Putri ke-4 adalah seorang anak kecil yang tangguh. Beliau adalah pahlawan kita semua..!! Kita harus mengukir sejarah ini agar semua orang tahu jika putri ke-4 adalah pahlawan kita..!! "


"HIDUP PUTRI KE-4...!! HIDUP PUTRI KE-4...!! "


Suara mereka menggema di seluruh tempat. Terdengar menggema sehingga siapapun yang mendengarnya akan merasa merinding.


Berkat kejadian ini, mereka membuka pandangan sempit mereka tentang Rivera yang memiliki identitas sebagai putri cadangan, atau sering mereka sebut sebagai putri pembawa sial.


Mereka benar-benar merasa malu dan mengutuk diri mereka sendiri. Namun kali ini, hampir dari seluruh pejuang bertekat untuk mengukir nama Rivera di dalam hati maupun otak mereka.


Sudah tidak ada lagi identitas sebagai putri pembawa sial, yang harus tersisa hanyalah seorang putri pahlawan yang sangat mereka hormati!!


Namun berbeda dengan apa yang mereka harapkan, keadaan sangat tidak memungkinkan. Rivera sedang tidak sadarkan diri, terbaring di pangkuan Dorothy yang sejak awal sudah memasuki dimensi ruang waktu.


Mereka terlarut ke dalam kesedihan yang sangat mendalam karena Rivera tidak merespon meski Solderet lah yang yang membantunya untuk mengembalikan kesadaran Rivera.


"Bagaimana? Apakah Tuan putri dapat disembuhkan?! " desak Dorothy mengiba pada jawaban yang akan diberikan oleh Solderet.

__ADS_1


Solderet terdiam, mengerutkan kening dengan perasaan yang kesal. Bagaimana bisa seorang raja naga yang hebat sepertinya tidak bisa mengembalikan kesadaran seorang anak kecil!! Itulah yang dia pikirkan!


"Tunggu saja. Kesadarannya pasti akan kembali..! " jawab Solderet menyerah untuk mengembalikan kesadaran Rivera.


Mendengar kabar itu membuat kesatria Holy Sword menjadi panik. Mendengar kabar itu bagai sebuah mimpi buruk yang menyapa mereka dengan baik. Namun tentu saja dalam artian yang lain. Artian yang membuat mereka terpatung, terlarut dalam kesedihan mendalam.


"Siapkan kamar master.." lirih Ajax, mengangkat tubuh Rivera pergi masuk ke dalam kediaman.


"Tuan putri.... "


...****************...


Di time line yang berbeda....


Rivera perlahan mulai membuka matanya. Secara samar-samar, dia bisa mendengar suara tangisan dari seseorang yang sangat pamiliar buatnya. Dan dia juga bisa melihat ada seorang anak kecil laki-laki yang berusia sekitar 5 tahun, sedang menangis tersedu-sedu.


"S-siapa..." lirih Rivera, mulai terasadar dengan pandangan yang perlahan mulai jelas.


" !! " anak kecil laki-laki itu mendadak menjadi bersemangat dan mencoba untuk berhenti menangis.


Dia mengelap air matanya seraya berkata "Nona...kau tidak apa-apa kan?! " tanya dirinya mencoba untuk tidak menangis, namun nyatanya dia malah menangis sejadi-jadinya.


Rivera terdiam, dia menatap kesekitar dan melihat pada kedua belah tangannya.


"!!" Rivera terkejut, dia melihat jika tangannya tidak lagi mengecil. Dia mencoba untuk menampar pipinya, membangunkannya dari mimpi.


*Plakkk....


"Auu..!! " Rivera merasakan rasa sakit saat dirinya menampar pipinya sendiri.


"I-ini bukan mimpi kan?! Aku kembali ketubuh asli ku? " benak Rivera keheranan.


"Nona... mengapa kau menampar pipi mu sendiri? Nona baik-baik saja kan?! " tanya anak laki-laki itu semakin menangis sejadi-jadinya. Sontak saja itu mencuri fokus Rivera, menatap pada anak laki-laki itu dengan menyelidik.


"Siapa anak kecil yang menggemaskan ini?! Mengapa dia memanggil ku Nona? " benak Rivera keheranan seraya terus berpikir.


" !! " Rivera tersadar, dia menatap anak kecil itu dengan pandangan bersemangat.


"Kiryu..?! " tanya Rivera menuntut jawaban dari anak laki-laki yang telah dia anggap sebagai Kiryu.


"Iya, Nona... ini Kiryu...." jawab Kiryu disertai oleh isak tangisnya yang semakin mengeras.


"K-kiryu jangan menangis..mengapa kau menangis? " Rivera panik melihat ada seorang anak kecil yang menangis di hadapannya.


Dia tidak menyangka jika Kiryu akan sangat menggemaskan. Pipinya yang bulat bewarna merah muda, disertai oleh kulitnya yang putih, membuat Rivera ingin sekali menggigitnya. Apa lagi tubuhnya yang berisi itu membuat tingkat kegemasannya bertambah.


"Kiryu kita dimana? Dan apa ini..? Kau menjadi manusia..? " ujar Rivera memberikan pertanyaan beruntun pada Kiryu.

__ADS_1


Sembari menarik hingusnya Kiryu pun menjawab "Nona, kita ada di dalam sistem. Nona sudah tidak sadarkan diri selama 1 minggu.. kiryu sangat khawatir..!! Dan-dan mengenai wujud kiryu, itu karena Nona berhasil menyelesaikan misi.. " jawab Kiryu masih tersedu-sedu dalam isak tangisnya.


"A-apa? Mengapa aku ada di dalam sistem..?! " tanya Rivera disertai oleh keterkejutan. Dia membola, mengarahkan pandangan kesekitar.


"N-nona... "


*Ding


Sebuah notif sistem tiba-tiba saja berbunyi. Fokus Rivera teralihkan kearah status window yang tiba-tiba saja terbuka.


...[Pengguna menerima pinalti!!!]...


...[Pengguna akan diberi pilihan pinalti!!!]...


...[Mati // hapus ingatan seluruh penduduk tentang sikap superior pengguna!!! ]...


"!!"


"Gila, gila, gila..!! Apa-apaan ini?! Berarti seluruh manusia akan mupakan ku?! " kesal Rivera begitu melihat pilihan kedua, karena tidak mungkin baginya memilih pilihan 1.


"Nona.. Kiryu juga terkena pinalti.. Kiryu kehilangan separuh kekuatan Kiryu... " jawab Kiryu, menurunkan pandangan dengan perasaan yang sedih.


Rivera terdiam, cukup kesal melihat pilihan pinalti itu. Dia berpikir dengan keras, apakah yang akan dia pilih. Namun, tiba-tiba saja sebuah notif kembali terdengar, dan layar status window tiba-tiba berganti.


*Ding


...[Pengguna akan diberikan keringanan karena penyelesaian misi]...


...[Pengguna bisa mengkehendaki orang-orang dengan ingatan penuh tentang sikap superior pengguna. Dengan sebuah syarat, pengguna harus melakukan sumpah mana]...


...[Sedangkan yang belum melakukan sumpah mana akan melupakan siapa pahlawannya, tapi mengingat sikap superior nya]...


...[Ok / Tidak ]...


Rivera terdiam, berusaha untuk berpikir. "Berarti.. orang-orang yang tidak melakukan sumpah mana dengan ku, akan melupakan identitasku sebagai seorang pahlawan? Itu berarti.. mereka akan terus mengenang diriku sebagai putri pembawa sial? " datar Rivera.


"Bernar, Nona,"


"Orang-orang yang tidak melakukan sumpah mana dengan nona hanya akan mengingat siapa pahlawan mereka, namun tidak dengan identitas sang pahlawan itu. Mereka akan melupakan wajah Nona dan ingatan tentang Nona," jawab Kiryu, turut merasa bersalah.


"Menarik..!! Baiklah, aku akan menyetujuinya..!! " ujar Rivera tersenyum sinis.


...[ Ok ]...


...[Memperoses... ]...


...[Berhasil di peroses..!! ]...

__ADS_1


^^^To be Continued~^^^


__ADS_2