BERPINDAH KE TUBUH PUTRI YANG LEMAH

BERPINDAH KE TUBUH PUTRI YANG LEMAH
PENGGUNA KEKUATAN SUCI


__ADS_3

Dengan menebus semua budak-budak itu, Rivera berencana untuk menciptakan pasukan prajurit pengguna mana. Karena Rivera bisa merasakan sebuah pontensi dari mereka.


Mereka memiliki sebuah mana yang biasanya ditemui di pengguna holy sword. Holy Sword adalah pengguna pedang suci yang banyak terdapat di daerah patikan, daerah kuil suci berada.


Kuil suci adalah tempat yang memiliki kekuasaan hampir setara seorang raja, namun dibawah kaisar. Hampir penduduk di sekitar kuil suci memiliki kekuatan Suci seperti seorang Holy Sword. Dan kini Rivera berhasil menemukan orang-orang yang memiliki bakat tersebut.


Rivera membawa mereka semua masuk ke dalam dimensi ruang dan waktu. Hal itu dilakukan oleh Rivera guna untuk menghindari kecurigaan dari pihak kekaisaran. Karena Rivera pasti menyadari jika saat ini kaisar sedang menaruh sejumlah mata-mata semenjak tambang berlian di temukan.


Kini, Rivera sedang berdiri dihadapan semua budak tersebut. Dia menatap satu-persatu dari mereka. Mereka sama sekali tidak bergeming dan menatap lurus dengan tubuh yang tegak. Rivera selaku mantan dari komandan Squad A menjadi sedikit tertarik kepada keberanian mereka.


ke-75 budak itu berdiri dengan tegak seolah mereka sudah dilatih menjadi seorang prajurit selama bertahun-tahun.


"Seorang pengguna kekuatan suci memang berbeda, ya " benak Rivera puas.


"Ada yang ingin kalian katakan kepada saya?" tanya Rivera dengan suara tegas dan keras.


"Saya, master," Seorang perempuan kecil yang berumur sekitar 10 tahun mengangkat tangan kanannya.


"Ya silahkanlah,"


"Saya ingin menanyakan sesuatu yang sedikit lancang. Namun, saya akan tetap bertanya. Sebenarnya apa yang ingin Master lakukan kepada kami semua?" Tanya gadis kecil itu dengan sedikit rasa canggung.


Setelah sang gadis kecil itu berbicara, yang lainnya dengan segera memperhatikan Rivera dengan pandangan menuntut sebuah jawaban. Rivera sedikit menyeringai dengan tangan yang dia lipat kebelakang.


"Pertanyaan yang bagus! Saya akan menjadikan kalian sebuah pasukan kesatria. Ada lagi yang perlu di tanyakan?" jawab Rivera seadannya lalu kembali bertanya.


"Saya, master," Seorang pria dewasa yang memiliki umur sekitar 29 tahun mengangkat tangan dengan ragu-ragu.


"Ya, silahkan," seru Rivera mempersilahkan pemuda itu berbicara.


"Sebenarnya Master ingin menjadikan kami kesatria untuk melakukan apa? Apakah semacam pembunuhan?" Tanya sang pemuda ragu namun penasaran terhadap jawaban Rivera.


"....Kesatria diciptakan untuk membunuh, bukan untuk melakukan pesta teh!! Adakah kalian mendengar seseorang merekrut seorang kesatria hanya untuk bersantai?" tegas Rivera merasa sedikit kesal pada pertanyaan yang dianggapnya bodoh.

__ADS_1


"Tidak master," jawab mereka serempak.


Rivera menghela nafas panjang dan kemudian mulai menatap satu persatu dari mereka semua. Ada sekitar 40 orang pria dan wanita yang memiliki jumlah kekuatan suci sedikit lebih banyak dari para anggota-anggota lainnya. Rivera pun berniat untuk memisahkan mereka semua.


"Orang-orang yang saya tunjuk harus memisahkan diri ke arah kanan. Sementara yang tidak saya tunjuk tetap bertahan di posisi! "


"Baik, master"


Rivera pun mulai menunjuk satu persatu orang-orang yang memiliki jumlah kekuatan suci yang lumayan besar untuk dijadikan sebagai Holy Sword. Satu-persatu pun mulai memisahkan diri dan berbaris di bagian kanan. Sementara yang tidak di tunjuk tetap di posisi masing-masing.


Mereka semua pun sudah selesai di pisahkan. Rivera mencoba untuk berpikir akan melakukan apa terhadap ke-35 orang yang tersisa.


"....yang masih memiliki usia belasan bisa maju mendekat kemari.." suruh Rivera membuat ekspresi serius.


Tiga anak laki-laki dan satu perempuan kecil pun maju mendekat kearah Rivera. Mereka berbaris dengan rapi tanpa sebuah perintah.


"Apa yang kalian lakukan, berbarislah di belakang, jangan di depan," kata Rivera sedikit tegas pada anak-anak itu.


"B-baik master,"


Rivera menghela napas dan kembali fokus pada 31 orang yang tersisa.


"Semua nya dengarkan baik-baik. Semua anggota yang sudah di pisahkan mau pun yang belum harus melakukan kerja sama yang baik. Mulai saat ini, anggota sebelah kanan adalah kelompok A, sementara dikiri adalah kelompok B,"


"Bersiaplah. Siapkan mental dan fisik kalian. Karena mulai saat ini kalian harus berlatih dengan keras. Saya membutuhkan seorang kesatria yang berguna. Jika kalian malas-malasan, maka saya sendiri yang akan membuang kalian, mengerti!! "


"MENGERTI MASTER!! "


Karena sudah menyampaikan semua yang ingin di sampaikan, Rivera pun dengan segera membuka Shop Sistem untuk membeli beberapa Item dan Elixir.


Dia membeli sekitar 100 pedang kayu mana, 75 Elixir, 40 pedang panjang, 71 boneka jerami dan 31 dagger.


Setelah membeli semua itu, Rivera meletakannya di tanah agar memudahkan para anggota untuk mengambilnya. Dia pun dengan segera melihat kearah para anggota A maupun B, namun dia di kejutkan dengan tatapan tak kalah terkejutnya dari para anggota.

__ADS_1


Para anggota A dan B memandang Rivera takjub setelah mengeluarkan semua item-item yang memiliki harga yang sangat mahal dalam sekejab mata. Mereka bahkan tidak bisa mengalihkan pandangan mereka.


"Berhenti menatap saya seperti itu dan, ambil Elixir ini untuk masing-masing satu anggota," tegas Rivera.


Dengan cepat mereka mengalihkan pandangan dan berbaris memanjang untuk mengambil Elixir masing-masing 1 botol.


Selang beberapa waktu semua nya sudah mengambil satu botol Elixir untuk mereka minum. Rivera yang masih mengawasi mereka semua pun kembali berkata....


"Teruntuk kelompok A tolong ambil pedang ini. Satu pedang untuk satu orang. Sementara kelompok B silahkan ambil dagger ini masing-masing 1 Dagger untuk satu orang. Kalian bisa menggunakan pedang kayu mana untuk latihan sementara,"


"Baik master,"


"Untuk saat ini saya akan membiarkan kalian beristirahat. Namun kalian harus segera berlatih pada besok hari! Jika ada yang malas, saya sendirilah yang akan menghukumnya, mengerti!"


"Baik, master,"


Rivera pun dengan segera membuka portal untuk kembali kekediaman. Tidak lupa dia mengajak ke-4 bocah itu untuk dia bawa ke kediaman Endirson.


"Saya akan kembali besok, jadi persiapkan diri kalian,"


"Baik, master"


...****************...


Rivera sampai di depan kediaman Endirson, bersama dengan ke-4 bocah tadi. Keadaan yang sepi itu begitu menguntung baginya karena tidak akan ada yang melihat.


Dia pun kembali memperhatikan ke-4 bocah yang sedang menunduk canggung itu.


"Ikuti saya," seru Rivera melangkah meninggalkan mereka.


Mereka ber-4 pun dengan segera mengikuti langkah Rivera meski merasakan perasaan canggung.


"Mulai saat ini aku akan sangat sibuk. Bersiaplah rakun tua, aku akan menggagalkan semua rencana busuk mu itu!! " benak Rivera tersenyum sinis sambil terus berjalan tanpa tahu jika bocah-bocah tadi tertinggal sangat jauh dibelakang.

__ADS_1


"Kenapa langkah master sangat cepat. Aku merasa master seperti sedang berlari," ....


^^^To be Continued~^^^


__ADS_2