
Setelah banyak memakan waktu selama hampir dua menit, Rivera pun kembali untuk memasuki dimensi ruang waktu. Karena satu menit di dunia nyata sama dengan satu hari di dimensi ruang waktu.
Karena takut jika para anggota A dan B bermalas-malasan Rivera semakin mempercepat pergerakan dan masuk ke dalam dimensi.
" !! "
Baru saja Rivera menjejakkan kaki di dimensi tersebut, sudah terlihat jika semua boneka jerami sudah terpasang dan tertata dengan rapi. Pedang-pedang pun turut di susun rapi sehingga sangat memudahkan bagi pengguna untuk melakukan sebuah latihan.
Rivera cukup terkesan pada ketertiban para calon-calon kesatria nya itu. Dia merasa puas dengan senyuman tipis.
"Master, selamat datang" Sapa pemuda yang berusia 29 tahun tadi.
Rivera menoleh "Ya. Bagaimana, apakah kalian sudah mulai pelatihan?" tanya Rivera mempertegas pandangan.
"......Kami sama sekali belum melakukan latihan, Master" jawab pemuda itu seketika membuat Rivera naik pitam mendengarnya.
"Kan sudah saya katakan, jangan bermalas-malasan!! Kalian hanya menggap apa perintah saya?" kesal Rivera berbicara tajam kepada sang pemuda.
"M-maafkan kami, Master. Kami bukan ingin melanggar perintah Master namun, kami bingung ingin memulai dari mana latihan tersebut,"
".....Kan sudah saya pinjami buku tentang tehnik berpedang? Apa kalian tidak membacanya?"
"....kami buta huruf, master... "
" !! "
"Ah b-benarkah..."
Rivera terdiam saat mengetahui jika semua anggota belum bisa membaca. Dia merasa sedikit bersalah karena belum mengetahui hal tersebut.
"Baiklah. Panggil semuanya kemari," titah Rivera kepada pemuda itu.
"Baik master,"
Pemuda itu pun pergi untuk memanggil semua anggota. Sementara Rivera dia milih untuk menunggu sambil membuat posisi lotus di atas batu besar.
"Sistem aktif"
*Ding
[Hay Nona]
"Hay Kiryu,"
"Kiryu, apakah ada misi hari ini?"
__ADS_1
[Ada 2 misi sampingan, Nona.]
"Bisa kau buka salah satu dari misi"
[Baiklah]
...⚠️Bantu calon kesatria mencapai C Rank ⚠️...
"C Rank, ya...
"Baiklah, aku terima misinya"
[Nona, ada kemampuan baru di Shop Sistem]
"Benarkah, apa kemampuannya"
*Ding
Rivera mulai melihat-lihat kemampuan baru yang disebutkan Kiryu. Seketika Rivera tersenyum saat melihat kemampuan baru tersebut.
salah 1 dari kemampuan baru itu adalah kemampuan yang bisa melihat Rank atau kemampuan seseorang. Kemampuan itu juga bisa digunakan untuk nenyelinap dan memata-matai.
Kemampuan itu bernama Spy item's, kemampuan tipe Unique dengan harga 2.000.000 Gold. Rivera menjadi sangat tertarik pada kemampuan tersebut. Dia pun memutuskan untuk membeli kemampuan itu.
...[Sedang mencocokan]...
[Nona, bertahanlah!! Nona jangan menyerah, nona pasti bisa]
Rivera memekik di dalam hati sambil mencekram kuat batu sehingga batu menjadi remuk akibat kekuatan besarnya.
Selang berjalannya waktu, akhirnya para calon kesatria datang secara bergerombo untuk memenuhi panggilan Rivera. Namun disaat mereka yang baru saja sampai mereka malah menyaksikan Rivera yang sedang meronta kesakitan.
Seketika semua nya menjadi panik dan menghampiri Rivera.
"J-jangan me-dekat.... " lirih Rivera membuat semua calon kesatria menghentikan langkah mereka.
"Master, apa yang terjadi pada anda..." tanya pemuda tadi dengan perasaan khawatir.
Tidak ada jawaban, Rivera masih terdiam menahan rasa sakit yang tak kunjung mereda.
"Master, ada yang bisa kami bantu untuk menghilangkah rasa sakit master?" Tanya pemuda itu masih saja dengan perasaan khawatir.
"Diamlah..."
Rivera berusaha mengatur rasa sakit itu. Dia mencoba untuk menstabilkan mana di dalam tubuhnya dan mengambil nafas dengan teratur.
__ADS_1
Selang waktu berjalan, akhirnya sakit yang di alami Rivera pun mereda. Rivera berusaha mengambil nafas dengan rakus sambil memegangi mata nya yang masih terasa sedikit ngilu.
" !! "
"Master, mata anda berdarah...." Pekik mereka terkejut melihat mata Rivera yang baru saja mengeluarkan darah.
Rivera yang sudah menyadari jika ada darah di matanya pun hanya berekspresi santai dan memberikan respon seadanya.
"Saya tidak apa-apa," ujar Rivera sembari turun dari atas batu.
Dia pun berdiri dihadapan mereka semua dengan darah yang masih menempel di pipinya. Sambil membuat ekspresi serius dia pun berkata "Kita akan memulai latihan penyerapan mana. Siapkan diri kalian,"
"Baik master,"
"Buat posisi duduk menjadi posisi lotus. Jangan ada yang lambat dan membuang-buang waktu," titah Rivera langsung segera di patuhi oleh semuanya.
Mereka semua duduk membuat posisi lotus seperti apa yang di perintahkan. Disusul oleh Rivera yang ikut andil duduk mebuat posisi lotus.
"Semuanya dengarkan baik-baik. Menyerap mana sebenarnya sangatkah gampang, kalian hanya perlu memfokuskan pikiran kalian dan menyerap segala sesuatu yang murni untuk diserap kedalam mana heart maupun jantung,"
"Mana yang diserap akan membentuk sebuah jarum jam dan berbentuk menjadi sebuah circle. Circle-circle itulah yang bisa membantu kalian untuk mencapai ke Rank selanjutnya,"
"Namun, kemampuan yang kalian miliki sangat berbeda-beda. Salah satu di antara kalian mungkin akan kesusahan untuk melakukan penyerapan mana. Apakah kalian sudah siap?" jelas Rivera panjang kali lebar kepada semua orang di depannya.
"SIAP, MASTER," Jawab mereka serempak dan yakin.
"Baiklah, mulai lakukan seperti apa yang saya jelaskan,"
Mereka pun secara bersamaan mencoba untuk mempraktekkan materi yang telah di berikan. Termasuk Rivera, dia turut andil untuk melakukan penyerapan mana.
Hampir semua para anggota bisa melakukan penyerapan mana. Meski sedikit yang bisa mereka serap, namun mereka berhasil untuk menciptakan sebuah mana heart dan merubahnya menjadi sebuah kemampuan awal.
Sementara ada 2 orang anggota yang masih belum bisa menyerap mana karena kemampuan mereka yang terbilang lebih lemah dari yang lainnya. Ekspresi mereka pun menunjukkan sebuah kegelisahan karena tidak bisa merasakan apa-apa selain rasa hening.
Lain lagi dari para anggota yang bisa menyerap mana. Mereka menunjukkan ekspresi fokus sebagai pertanda jika mereka bisa merasakan sesuatu yang mulai mengalir disetiap sel-sel tubuh mereka.
3 jam berlalu, Rivera mulai membuka matanya dan kemudian berkata "Hentikan, ini sudah cukup," Ujarnya sehingga semua orang mulai mengentikan penyerapan mana.
" Waw..." seru Rivera setelah melihat kemampuan dari semua anggota tersebut.
Rivera bisa melihat jika mereka sudah memiliki Rank meski baru mencapai Rank F (Rank paling terendah), Rank E dan yang paling tinggi adalah Rank D, Rivera cukup puas dengan hasil tersebut. Karena dia bisa melihat masing-masing stat, jumlah mana, dan Hp dari setiap anggota masing-masing berjumlah 50.
"Baiklah. Saya akan memberi waktu kalian makan selama 5 menit, setelah itu kalian semua harus sudah berada di lapangan untuk pelatihan pedang. Mengerti!! "
"Mengerti, master"
__ADS_1
^^^To be Continued~^^^