
nama ku Kanaya vareen, sering dipanggil Arin. aq masih duduk di bangku SMA kelas XII di dalam negeri.
hari ini adalah try out untuk ujian nasional,seperti kebiasaan di SMA pada umum nya,setelah try out jam pelajaran di tiadakan dan pulang lebih cepat.
setelah sekolah bubar aku dan sahabat ku nalea Surya (Lea panggilan akrab nya), hang out disalah satu alun alun di kota berirama,mereka duduk di pendopo yang ada di pinggir alun-alun.
"Arin, kira- kira kita habis ujian masuk ke universitas mana ya?" tanya Lea berangan-angan
"Lea, kalau aku sih gak pingin jauh- jauh dari kota" jawab nya dengan nada bicara yang datar.
Arin bukan dari keluarga yang berada,ayah ibunya harus banting tulang demi menyekolahkannya.hatinya bimbang antara meneruskan pendidikannya atau kerja.
agh... ikuti kehendak yang di atas aja lah... kalau yang diatas menghendaki pastinya ada jalan, batin nya
dia selalu galau kalau ditanya teman- temanya ketika bertanya tentang kuliah.
"ngalamin bae Rin?, nyok makan mie...!!" tarik Lea
Arin hanya diam, dia meringis kan giginya..
"muka mu sudah mengandung jawaban, aku yang traktir nyok!!" Lea adalah sahabat sekaligus orang tua kedua Arin( lebay agh). semua raut muka Arin dari sedih,seneng,gak punya duit Lea selalu tau.
__ADS_1
sesampainya di warung mie langganannya. Lea memesan 2 mangkok mie ayam dan es jeruk
" mang, biasa yak !!!" teriak Lea
mereka mesti memesan makanan dan minuman yang sama dihari yang sama, Kamis dan Sabtu.
dimana hari itu mereka pulang sekolah cepat
"Lea , makasih yak...!!" ucap nya sembari tersenyum manis
" hmmm.... besok besok gantian !" katanya sambil mengunyah makanan.
" iya. besok tenang aja.. aku udah nabung , hehehe"
" ya ampun... mau nraktir mie ayam pake nabung segalaa.." candanya sambil menyendok mie ayam nya
" ya iya lah .. uang jajan aq aja 10 x uang jajan mu" ejek nya
" ya iya lah.... turunan sultan" menegak kan dagunya sambil tersenyum manis
" sultanya nyasar ke kebun karet ya??? " jawabnya
__ADS_1
mereka tertawa bersama sampai pengunjung lain melirik mereka.
memang Lea adalah orang berada bapaknya tengkulak karet di sumatra. setengah bulan sekali bapaknya pulang untuk menjenguk Lea dan ibunya
" ayok agh... pulang, aku mau nganterin ibu ke pasar " dia berlalu ke Abang mie nya untuk membayar.
aku membereskan tas yang ku letak kan di bangku samping yang aku duduki
aku mengikuti lea yang sedang mengeluarkan motor matik nya keluar parkiran, setelah motornya nyala aku membonceng dan memakai helm.
motor melaju menyusuri jalan kota yang ramai, Arin Memandang jalanan dengan mata yang menikmati aneka pemandangan toko toko di pinggir jalan
menurut Arin itu adalah sebuah hiburan tersendiri baginya. Karena dengan Lea ia dapat mengenal jalan jalan kota miliknya, karena ia jarang menikmati pemandangan kota jika tidak Lea yang mengajak.
Arin memenag gadis penurut, bisa di bilang agak kudet juga.
sesampai nya didepan rumah Arin, Lea memberhentikan motor nya. Arin langsung turun dan membuka helm nya. Lea setiap hari dengan suka rela mengantar jemput Arin untuk pergi ke sekolah. selama 2 tahun belakangan ini.
" makasih Lea. nggak masuk dulu???" tawar nya kepada sahabat nya itu
" aku udah di tunggu ibu Rin, lain kali... salam yaa buat orang rumah" jawab nya sembari menyetater motor matik nya itu. Arin hanya mengangguk dan melambaikan tangan nya
__ADS_1
kemudian Arin masuk. seperti biasa pada jam sebelum jam tiga,orang tua nya di kedai snek yang di buka oleh bapak ku sejak usia SD.