Bukan Jodoh

Bukan Jodoh
kenalan


__ADS_3

tok tok tok


pak Herman menyambangi pintu dan membukanya dia melihat siapa yang akan menjenguk Arin.


betapa kagetnya pak Herman ketika mengetahui itu Bio lah yang menjenguk Arin.


"oh....Aiptu bio rupanya, saya kira Lea sahabat Arin... silakan masuk" pak Herman


dia pun melangkahkan kakinya menuju meja sebelah Arin, dia meletakkan parcel buah dan bunga.


biomemberikan senyuman hangatnya kepada ibu yang ada di sebelah Arin.


mungkin ini ibunya. batin bio


bio menjabat tangan ibu yang ada di sebelah Arin yang terbaring. bio pun tersenyum hangat kepada ibu nya.


Arin pun membuka mata ketika mengetahui ada seseorang yang menjenguknya. entah kenapa ketika matanya terbuka dia langsung bersin-bersin.


"hmmm... pasti ini bunga....hacinnn" dia melihat kemeja yang berada di sebelahnya ternyata benar ada sebuket bunga mawar yang berada di sana.


"ibu singkirkan bunga itu. aku kan alergi dengan bunga kenapa ibu membawakan aku bunga..." kata Arin sembari menggaruk-garuk hidungnya.


ibunya pun menyingkirkan bunga di pojokan yang berada dekat dengan pintu keluar.

__ADS_1


"maaf ya mas bio... artinya memang sedari kecil Alergi bunga" kata ibunya Arin dengan tersenyum kepada bio


Arin pun mengedarkan pandangannya ke kursi tunggu yang berada tidak jauh dari tempat arin terbaring.


dia melihat seorang polisi yang kemarin penemunya dan menyeretnya ke kantor polisi dia memikirkan sesuatu..


katanya aku tidak terbukti mempunyai barang haram tersebut, kenapa polisi itu masih ada disini. batin Arin


bio pun berdiri dan menghampiri Arin


"selamat pagi nona Kanaya, apa kabar Anda hari ini??? sudah enak kah badan Anda?" kata bio sembari tersenyum ramah


Arin hanya memandang wajah polisi itu, dia bingung hendak berkata apa


ibunya Arin yang paham akan pertanyaan bio segera menyenggol Arin agar dia tersadar dari lamunannya.


"Aiptu bio menanyakan kabar kamu Arin kenapa kamu tidak menjawab??" bisik ibunya Arin


"oh..... saya sudah enakan pak polisi saya hanya merasa agak sedikit lemas " jawabnya pelan


bio pun memperhatikan wajah Arin dengan seksama dari tempat dia berdiri. entah kenapa jantung bio kembali berdegup kencang.


jantungku kenapa aku deg-degan begini!!!! batin bio

__ADS_1


Arin yang sedari tadi juga mengamati polisi itu hendak mengajukan pertanyaan.


tapi dia memikirkannya kembali iya atau tidak. tidak atau iya


dia memberanikan diri berkata kepada polisi itu


"e.....pak polisi apakah saya masih akan dibawa ke kantor polisi itu bukannya semalam Anda mengatakan saya tidak memiliki barang tersebut??" kata Arin polos


bio pun salah tingkah. dia tahu kenapa alasannya dia ke sini karena mencemaskan keadaan Arin. tapi bio menjaga image-nya karena dia seorang polisi dia malu ketika hendak mengatakan kalau dia menjenguknya karena cemas terhadap keadaan Arin.


bio pun memikirkan jawaban lain agar tidak terlalu terkesan mencemaskan keadaan Arin


"anuuu..... saya hanya menjalankan tugas karena saya harus menjamin keselamatan para saksi" jawab bio asal-asalan karena tidak ada lagi kata yang dipikirkannya yang dapat menjawab pertanyaan Arin kenapa dia datang ke rumah sakit.


dia memberanikan diri mendekati ranjang Arin.


"kenalkan saya Aiptu Fandy Fabio. saya yang mengurusi kejadian kemarin" kata bio sembari memperkenalkan diri


bio berani mengeluarkan tangannya


Arin pun mengulurkan tangannya menjabat tangan bio


"Kanaya vareen panggil saja Arin" kata Arin

__ADS_1


ketika bersalaman entah kenapa tangan mereka seperti tersengat aliran listrik.


__ADS_2