Bukan Jodoh

Bukan Jodoh
Part 91


__ADS_3

Malamnya Angga nginep lagi di keluarga pak Sholeh, Angga mengajak Tyas dan Taufiq untuk jalan jalan menikmati indahnya kota. Alon - alon kota yang menjadi tujuan utananya, sampai di alon -alon kota mereka bertiga berkeliling melihat dan membeli camilan pada pedagang kaki lima. Pedagang nasi pecel daun jati yang menjadi pilihan mereka bertiga, mereka bertiga duduk di atas tikar untuk menikmati nasi pecel daun jati.


Nasivpecel daun jati rasanya luar biasa enak, sehingga membuat Angga dan Taufiq untuk nambah porsi, Tyas senang saat melihat keakraban Angga dan Taufiq. Angga selalu menganggap keluarga Tyas seperti keluarganya sendiri, sehabis menikmati nasi pecelnya mereka bertiga melanjutkan acara jalan -jalannya keliling alon alon kota.


Canda tawa mengiringi setiap langkah mereka bertiga, Tyas berjalan di depan sedang Angga dan Taufiq bak seorang body guard yang selalu mengikuti Tyas.


"Enak ya, punya saudara seperti kalian ?" ucap Angga saat mereka duduk di sebuah bangku taman sambil melihat orang-orang berlalu lalang.


"Enak, tapi ada juga gak enaknya " ucap Tyas


"Apa gak enaknya ?" tanya Angga penasaran


"Selalu di palak in " jawab Taufiq asal di iringi tawa lepas


"Nah, ngaku kan tukang palaknya " ujar Tyas juga di iringi tawa lepas sambil mengunyah pop corn


Mendengar jawaban dari keduanya membuat Angga juga tertawa lepas. Ternyata kedua adik kakak ini lumayan konyol.


"Fiq, palak in aja, mbak mu itu gajinya besar, gajinya sekertaris ku ama gajinya mbak mu masih banyak gajinya mbak mu " ucap Angga mengompori taufiq


"Kalau gajiku, gak gede mana bisa bayar kuliahmu Fiq, makanya belajar yang rajin jangan mainan terus " ujar Tyas dengan nada santai


"Fiq, kamu harus bangga punya mbak seperti Tyas, mbak mu itu the best deh, gak ada duanya" ucap Angga memberi pujian pada Tyas sambil menatap Tyas penuh arti.


"Kalau ada dua berarti kembar dong " kelakar Tyas masih di iringi tawa


Angga tak pernah lepas untuk tidak memandang Tyas secara intens" Lihatlah, Mbakmu Fiq, " ucap Angga masih dengan tatapan intens


"Mbak ku gak bakal ilang kok, Ko " jawab Taufiq sambil menepuk lengan Angga


Mendengar jawaban Taufiq, Angga langsung sadar dengan apa yang dilakuakannya, sedangkan Tyas tetap cuek tanpa ekspresi.


"Perasaan kalian baru kenal gimana bisa se akrab ini ?"tanya Tyas


"Ada deh, kita kan teman ya Fiq" jawab Angga dengan senyum


"Iya, sudah malam ayo pulang, " ajak Taufiq dan beranjak dari duduknya

__ADS_1


"Tadi Fafa pesan untuk di belikan martabak, kita beli martabak dulu ya " pinta Tyas


Mereka bertiga beranjak pergi meninggalkan tempat duudknya, dan menuju penjual martabak yang ada di alon alon kota. Tyas langsung memesan 2 martabak manis dan 2 martabak telor special, setelah mendapatkan martabak dan membayarnya Taufiq dan Angga yang bagian menenteng maratabaknya.


"Banyak amat mbak?" tanya Taufiq saat berjalan menuju mobil


"Yang 2 nanti kamu antar ke mbak Anis, ya Fiq" ujar Tyas


"Ohhh... Beres bos" jawab Taufiq penuh semangat.


Setelah 20 menit perjalanan sampailah mobil mereka di halaman rumah orang tua Tyas. Mendengar suara mobil Farida yang baru masuk rumah langsung keluar lagi dengan wajah cerah. Ketika melihat Tyas dan Taufiq yang membawa plastik bertuliskan Holland martabak Farida girang sekali dan langsung memeluk Tyas dengan manja.


"Alhamdulillah, hummmm harum pasti enak, makasih Mbak " ucap Farida senang


"Bawa ke dalam, makan sama ibu bapak, Fiq, tolong jangan lupa antar ke mbak Anis ya" perintah Tyas


"Siap, " jawab Taufiq singkat


"Fiq, ayo tak antar " pinta Angga


"Terima kasih, gak usah Ko, soalnya nanti mau ngobrol sebentar sama teman - teman di sana " jawab Taufiq menolak tawaran Angga secara halus.


"Baiklah, kalau begitu " jawab Taufiq segera masuk ke mobil Angga.


Angga dan Taufiq meninggalkan halaman menuju rumah keluarga Tofa, sedang Tyas, bu Warsi dan Farida duduk di ruang tengah sambil menikmati martabak serta nonton TV.


"Mbak, besok pagi jadi jalan jalan kan,?" tanya Farida


"Iya, tapi kamu gak boleh beli yang mahal mahal" ucap Tyas


"Aku cuma pingin makan di restaurant yang ada di hotel mbak " ucap Farida sambil mengahayal


"Gak apa-apa Fa, tapi satu bulan gak ada uang jajan,bagaimana ?" ujar bu Warsi


"Yeahh ibuk kok gitu sih, sekali kali aja lah buk " geritu Farida langsung cemberut.


"Mbak mu itu uangnya sudah buat bayar sekolah kalian, jangan macam-macam " gertak bu Warsi pada Farida

__ADS_1


"Di AW saja ya Fa , apa di lombok ijo?" Tyas memberi pilihan


"Lombok ijo saja mbak, aku kan belum pernah kesana" ucap Farida kembali senang


Sampai jam 10 malam Angga, Taufiq serta pak Sholeh belum pulang, sedangkan Tyas dan Farida sudah masuk kamar. Bu Warsi masih duduk di ruang tengah untuk menunggu Angga, Taufiq serta pak Sholeh pulang.


Anis sangat senang saat menerima maratabak dari Tyas. Taufiq sengaja tidak langsung pulang karena ingin ngobrol dengan teman-temannya di teras keluarga Tofa.


Angga, Tofa, Taufiq, pak Sholeh serta bapaknya Tofa juga ikut ngobrol juga ada 3 kang santri temannya Taufiq. Mereka ngobrol hal-hal ringan, seperti pekerjaan dan bahas anak anak remaja di sekitar.


"Sudah malam, ayo pulang " ajak pak Sholeh


"Inggih, pak " jawab Taufiq


"Mari" jawab Angga


"Kami, pamit dulu kang" Pak Sholeh pamit dan langsung berdiri di ikuti Taufiq dan Angga.


"Terima kasih, Leh, Fiq, dan Pak Angga atas kunjungannya, sering seringlah kesini " jawab Bapaknya Tofa sopan dan penuh wibawa.


"Benar, pak Angga sering sering lah kesini, Salam buat pak Wirawan " ucap Tofa tidak kalah sopan.


"Baiklah, terima kasih untuk semuanya" jawab Angga singkat dan sopan.


Sampai di rumah pak Sholeh semua langsung membersihkan diri dan langsung masuk kamar masing masing untuk istirahat. Sedang ksn Tyas dan Farida sudah terbang ke angkasa di alam mimpinya.


Sesuai janjinya pagi hari jam 9, Tyas, Taufiq, Angga serta Farida pergi lihat lihat di hotel pak wirawan sekitar 1 jam. Selanjutnya mereka jalan-jalan di mall, seperti matahari shopping centre, ramayana shopping centre, lanjut ke carrefour. Dan tidak lupa meraka ke restaurant lombok ijo , Farida berjalan sambil menggandeng lengan Tyas, sangat bersemangat sekali.


"Terima kasih Ko, sudah nraktir kami " ucap Farida bahagia sambil menikmati hidangannya.


"Sama -sama Fa, " jawab Angga dengan senyum bahagia


"Fa, kamu senang ?" tanya Taufiq


"Alhamdulillah, senang sekali, ini pertama kalinya makan di restaurant besar " ucap Farida girang


"Fafa, ini padahal sudah hampir SMA tapi kok kayak Icha saja,lucu! " ucap Angga sambil menikmati hidangannya

__ADS_1


Semua yang mendengar ucapan Angga langsung tertawa lebar, bagaimana bisa Farida di samakan dengan Clarisa bocah 8 tahun.


__ADS_2