
Setelah selesai jam kantor Pak Wirawan sengaja pulang cepat karena ingin istirahat setelah beberapa hari di Malaysia dan Singapore. Jam 6 sore Pak Wirawan pulang di sambut Clarisa sang cucu dan juga Bu Lisa sang istri sedang Merry berada di kamarnya.
Karena ada suatu hal perkara yang ingin di bicarakan secara kekeluargaan maka Pak Wirawan melarang anggota keluarga untuk pergi keluar rumah.
"Selamat malam Pak "ucap Yuni membukakan pintu untuk Pak Wirawan
"Malam Yun, terima kasih "ucap Pak Wirawan
"Opaaa,,,, ,,,,,,, "teriak Clarisa berlari ke pintu begitu mendengar pintu di buka dan melihat Pak Wirawan masuk
"Cucu opa sudah besar"ucap Pak Wirawan langsung menggendong Clarisa.
"Pa, "sapa Bu Lisa senyum "Icha jangan gendong, Opa masih capek "ucap Bu Lisa
"Biarin Ma, aku senang bisa gendong Icha baru beberapa hari saja rasanya sudah kangen sama ocehan Icha "ucap Pak Wirawan senang.
Pak Wirawan masih menggendong Clarisa menuju ke kamar Pak Wirawan di ikuti Bu Lisa.Clarisa bermanja manja dalam gendongan Pak Wirawan sampai di kamar Pak Wirawan menurunkan Calrisa di sofa.Sedangkan Bu Lisa langsung ke kamar mandi menyiapkan air hangat untuk Pak Wirawan mandi.
"Opa mandi dulu, Icha tunggu di sini dulu ya sama Oma, setelah mandi kita makan bersama "ucap Pak Wirawan lembut.
"OK Opa "jawan Clarisa singkat
"Air hangat dan baju sudah aku siapkan Pa "ucap Bu Lisa yang keluar dari kamar mandi.
"Jam 7 pas kita makan Ma,"pinta Pak Wirawan
"Baik Pa, tadi sudah bilang ke bibi untuk siap di jam 7."jawab Bu Lisa lembut.
Setelah selesai mandi Pak Wirawan bermain dengan Clarisa di kamarnya, sedang Bu Lisa ikut ke dapur untuk menyiapkan hidangan makan malam.
Acara makan malam masih berjalan normal, seperti biasa di meja makan tidak ada suara percakapan, hanya dentingan sendok dan piring yang saling bersahutan.Kebersamaan yang jarang di nikmati oleh keluarga Pak Wirawan.
Biasanya Pak Wirawan sibuk dengan pekerjaannya, sedangkan Bu Lisa dan Merry sibuk dengan teman teman sosialitanya. Clarisa pasti hanya bermain di temani Yuni atau art lainnya untuk urusan belajar setiap hari mendatangkan guru les.
Setelah selesai makan malam semua berkumpul di ruang tengah untuk sekedar nonton tv atau bermain dengan Clarisa. Clarisa begitu bahagia karena selalunya habis makan malam masuk kamar dan bermain dengan Yuni.
"Hoaaammmmm,,,,, "Clarisa mulai menguap karena ngantuk
__ADS_1
"Icha sudah jam 9 ayo sikat gigi dulu dan bubuk "ucap Yuni lembut dan menghampiri Clarisa yang duduk di samping Pak Wirawan
"Aku masih mau maen Mbak !!!!!!! " ucap Clarisa merajuk.
"Icha sudah malam bubuk dulu sayang, kalau gak cepat tidur besok pagi gak bisa bangun lho, kalau bangunnya telat sampai sekolahan juga telat, kalau sampai sekolah telat maka Icha kenak Hukuman dari Bu Guru.Icha gak maukan kalau dapat Hukuman dari bu guru ??!!"nasehat Pak Wirawan
"Hemmmmmmmm gimana ya, Icha masih mau bermain Opa, tapi Icha juga tidak mau dapat Hukuman "ucap Clarisa bingung dam masih asyik bermain ular tangga.
"Sekarang waktunya tidur sayang, besok bisa bermain lagi kan??!!"ucap Pak Wirawan dan di ikuti Bu Lisa.
"OK Opa, selamat malam Opa, selamat malam Mama, selamat malam Oma, "Clarisa langsung berdiri dan menciumi pipi satu persatu.
"Selamat malam Icha sayang, "sahut Bu Lisa langsung menciumi pipi Clarisa
"Mimpi indah sayang, jangan lupa berdoa agar malaikat selalu menjaga cucu Opa yang manies ini "ucap Pak Wirawan bahagia.
"Malam Icha sayang "ucap Merry lembut
Yuni mengajak Clarisa masuk di kamar Clarisa, sampai di kamar Yuni membantu Clarisa ganti baju dan menemani Clarisa sikat gigi.
Begitu Yuni dan Clarisa berjalan menuju kamar Clarisa, Pak Wirawan mengajak Bu Lisa dan Merry ke ruang kerja Pak Wirawan.
"Ya Pa, silahkan "ucap Merry tenang
"Apa kamu sudah pikirkan masak masak tentang gugatan perceraian Mu itu Merr?"tanya Pak Wirawan seriously
"Sudah Pa, kemarin Angga juga sudah telpon ke Merry, Angga minta agar Merr tidak merubah status Clarisa, dan juga Angga minta agar tetap di ijinkan untuk bisa bertemu atau jalan jalan dengan Clarisa secara bebas"terang Merry panjang lebar.
"Lalu bagaimana tanggapanmu ?""tanya Pak Wirawan singkat
"Setelah Merr pikir pikir Merr ikuti saja permintaan Angga, toh memang belum saatnya Clarisa tahu tentang semuanya "ucap Merry menjelaskan
"Bagus Merr, jangan karena orang tua bercerai anak jadi terlantar walau Icha bukan anak kandung Angga.Dan juga Papa minta ke kamu Merr untuk mulai membantu mengelola perusahaan, kamu harus mulai berpikir lebih dewasa karena Papa dan juga Mama sudah mulai menua. Berpikirlah lebih dewasa pikirkan tentang masa depan Icha "ucap Pak Wirawan menjelaskan
"Merry belum siap Pa kalau harus ke kantor "ucap Merry
"Terus sampai kapan kamu siap Merr???, Usiamu sudah cukup dewasa untuk mengelola perusahaan, kalau tidak di mulai dari sekarang lalu kapan Merr??"tanya Pak Wirawan mendesak Merry
__ADS_1
"Setelah perceraianku dengan Angga selesai Pa,maaf Pa selama ini Merry selalu bikin masalah "ucap Merry lembut.
"Baik Papa tunggu, dan sebenarnya Papa tidak mengiginkan kalian bercerai tapi ya sudahlah nasi sudah menjadi bubur, Angga yang harus jadi korban dan juga menanggung beban ini ."ucap Pak Wirawan
"Maksud Papa ?,kenapa selalu Angga yang Papa anggap baik di mata Papa ???"protes Merry kesal
"Karena memang kenyataannya begitu Merr, hanya orang berhati tulus yang mampu memaafkan kesalahan orang lain. Dan apa kamu tahu Merr perjuangan Angga untuk sembuh?, apa kamu tahu Merr seberapa dalam luka yang kamu torehkan di hati Angga ?walau demikian Angga tidak punya dendam dengan kita, dan Papa harap tetaplah jaga sikap jika bertemu Angga, jangan lagi kau lukai hatinya, Papa tidak akan bosan untuk menasehatimu bagaimanapun kamu anak Papa "ucap Pak Wirawan ke Merry panjang lebar
"Semoga Merry bisa Pa, maaf selama ini Merry egois memang dari awal Merr tidak nencintai Angga,, dan Merr sudah berusaha untuk nencintai Angga namun Merr tetap tidak bisa.Dan Merr juga selalu mematahkan cinta Angga,tapi kemarin Angga bilang jika Angga akan lama di Singapore "ucap Merry
"Memang sampai berapa lama berada di Singapore ?"tanya Bu Lisa
"Merr juga gak tahu dan juga gak tanya karena kemaren telponnya langsung tak matikan sepihak"jawan Merry
"Papa juga tidak tahu, kemungkinan 2 tahun atau bahkan lebih hanya itu yang Aku dapat infonya."ucap Pak Wirawan
"Apa mereka mampu membiayai pengobatannya di Singapore ?"tanya Bu Lisa sedikit sinis
"Tuhan akan memudahkan urusan umatnya yang taat, apa lagi Tyas yang merawat Angga dia juga orang yang taat beribadah.Dan Aku rasa untuk biaya hidup di Singapore mereka masih sanggup mengatasinya sendiri, sebab Aku lihat grafik perusahaan Angga mengalami kenaikan pesat.Meskipun Angga jatuh sakit di tambah Bu Saras dan Sandra harus bekerja keras bolak balik Surabaya singapore itu tidak menghalangi kemajuan perusahaannya.Biarpun Angga sakit Dia tetap bekerja keras untuk menghandle perusahaannya di bantu oleh Tyas"ucap Pak Wirawan menjelaskan
"Merry tahu itu, dari dulu sejak merawat Tante, Tyas sudah berkecimpung di kantornya Angga menjadi sekertaris pribadinya Tante"ucap Merry lesu
"Papa tidak membandingkanmu Merr tapi contohlah Tyas dan Angga, dan sekarang kamu punya tanggung jawab terhadap Icha, belajarlah untuk lebih baik Merr, Papa Mohon, !anak Papa dan Mama hanya kamu "ucap Pak Wirawan memohon.
"Semoga Merr bisa Pa, maaf kalau Merr mengecewakan Papa dan doa kan supaya urusan perceraian Merr cepat selesai "ucap Merry.
Sebenarnya Merry cemas karena menggugat cerai pada orang yang sakit sangat sulit untuk di kabulkan dan prosesnya sangat panjang.
Akankah Merry benar benar berubah setelah bercerai dengan Angga ???????
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Terima kasih yang sudah dukung karyaku, semoga kalian semua sehat dan berkecukupan.
I love you readers sayang
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
"