
Bu Saras dan Sandra masih di dalam kamarnya, mereka berdua masih bingung mikir bagaimana cara mengatakan pada Angga.
"Ma ini pak Wirawan wa katanya baru mendarat nanti malam jadi kesini untuk membahas kemarin "ucap Sandra sambil menunjukan wa dari Pak Wirawan ke Bu Saras.
"Syukurlah semoga Angga bisa menerima ini semua Sand,, "ucap Bu Saras yang berbaring di kasurnya.
"Ma kira kira Ko Angga curiga gak ya ?" tanya Sandra yang juga ikut berbaring di samping Bu Saras
"Mama rasa Angga menaruh curiga Sand, dari wajahnya Angga tadi saja kelihatan kalau Angga curiga dengan kedatangan kita yang mendadak"ucap Bu Saras.
Di dalam kamar Angga terus berpikir "Sebenarnya ada apa Tante dan Sandra kesini mendadak sekali, kenapa perasaanku jadi semakin tidak enak. Dan kenapa Louise menginap di sini semalam, dan hari ini dia yang menjemput Sandra dan Tante dari bandara. Setelah itu dia hanya keluar sebentar dan balik lagi kesini sekarang mereka sibuk di dapur untuk masak masak seolah mau ada pesta saja. Sebenarnya mau ada acara apa ini ya Tuhan semoga ini hanya perasaan ku saja tetap lindungi keluargaku Tuhan."guman Angga dalam hati. Karena hatinya gelisah Angga mengambil Al kitab dan membacanya berharap dapat ketenangan hatinya. Setelah selesai baca Alkitab hati Angga sedikit tenang dan memanggil Tyas "Yas tolong keisini sebentar !!"
"Ya ko "jawab Tyas, dan Tyas langsung bergegas menuju kamar Angga"Ada apa ko aku lagi masak ni "jawab Tyas yang berdiri di samping ranjang Angga
"Yas aku merasa ada yang gak beres dengan kedatangan Tante dan Sandra, kamu tahu ada apa ?"tanya Angga penasaran
"Aku ya nggak tahu ko, wong tadi pagi cuma wa kalau hari ini mau datang gitu aja"elak Tyas pura pura tidak tahu
"Semalam kan Kamu sama Ois katanya ngobrol samapi malam !apa Ois juga gak tahu kalau Tante sama Sandra mau datang "Angga mececar pertanyaan ke Tyas. Dan Tyas sudah mulai sedikit gugup.
"Semalam kita cuma cerita cerita masa sekolah gak ada yang lain Ko soal Bu Saras dan Ce Sandra Ce Ois juga baru tadi pagi nerima wa nya, padahal tadi Ce Ois mau ketemu client tapi di cancel "ucap Tyas mencari alasan
"Ya sudah kamu balik ke dapur tolong panggilkan Ois, !!"pinta Angga"Tante sama Sandra tumben tumbennya dibakamar terus??"ucap Angga masih penasaran
"Baik Ko Aku lanjutin masak dulu dan aku panggilin Ce Ois"ucap Tyas dan langsung meninggalkan Angga sendirian.
__ADS_1
"Ce kamu di panggil Ko Angga "ucap Tyas menghampiri Louise yang sedang motong wortel. "Ce kalau di tanya Ko Angga tentang kedatangan Bu Saras dan Cw Sandra bilang baru tadi pagi terima wa dari Bu Saras dan Sandra"bisik Tyas ditelinga Louise
"Ok "ucap Louise langsung cuci tangan dan pergi kamar Angga."Ya Ko ada apa ??kata Tyas Koko memanggil Aku ??tanya Louise berusaha tenang
"Ois kamu tadi pagi kan yang jemput Tante dan Sandra kapan kamu di kabari jiak mereka mau datang kesini?" tanya Angga
"Oh soal itu,Sebenarnya baru tadi pagi Ko hehehhe emang kenapa Ko?!"Ois malah tanya balik dengan cueknya.
"Beneran kamu gak di kabari dari kemarin kemarin "tanya Angga lagi
"Ya ampun Ko bener deh"ucap Louise berusaha meyakinkan Angga."Masa gak percaya sama Aku sih ??""
Louise kembali ke dapur setelah selesai menjawab pertanyaan Angga, "Yas hadiuhh lumayan deg deg an takut keceplosan "ucap Louise setelah sampai di dapur, untung Aku bisa segera kabur.
"Sama ce tadi Aku juga deg deg an, kira kira gimana ya reaksi Ko Angga jika tahu tentang gugatan cerai dari Ce Merry "ucap Tyas kawatir
Angga masih belum puas dengan jawaban Tyas dan Louise, namun Angga tak mau memaksa mereka berdua untuk mengatakannya, walau sebenarnya Angga curiga dengan Tyas dan Louise pasti mereka mengetahui alasan kedatangannya Sandra dan Bu Saras.Angga bergelut dengan pikirannya untuk memecah teka teki yang ada di otaknya.
Menjelang makan malam tiba Pak Wirawan datang ke apartments sendirian, Pak Wirawan sengaja tidak mengajak sekertarisnya karena ini membahas tentang masalah keluarga.Ketika Pak Wirawan datang Angga tambah curiga namun Angga tetap berusaha tenang karena tanya ke Tyas ataupun Louise jawabannya tetap sama tidak tahu apa lagi Sandra dan Bu Saras cenderung menghindari Angga.
"Bagaimana keadaanmu Ngga ?"tanya Pak Wirawan yang duduk dikursi samping ranjang Angga.
"Puji Tuhan semakin baik Pa, kata dokter kemungkinan sembuh bisa lebih cepat"jawab Angga senang "Papa kesini sama siapa kok harinya bisa barengan sama Tante dan Sandra?" tanya Angga penuh selidik
"Syukurlah Papa senang dengarmya Aku yakin kamu bisa cepat sembuh Ngga, Papa hanya kebetulan dari Malaysia ada waktu jadi mampir sekalian, mungkin suatu kebetulan jika bisa bareng mereka "jawab Pak Wirawan dengan tenang.
__ADS_1
"Bagaimana kabar Icha ?"tanya Angga ingin tahu kabar tentang Clarisa
"Icha baik, sekarang malah tambah pinter dan crewet kalau sudah main ke zoom kids gak mau pulang, dan lagi setiap minggu selaku ikut Papa dan Mama ke gereja"Dengan senang hati Pak Wirawan menceritakan tentang Clarisa ke Angga
Angga sangat bahagia bisa mendengar cerita tentang Clarisa. Angga sedikit melupakan tentang kecurigaaan pada mereka semua.
"Maaf Pak Wirawan silahkan ke meja makan dulu, sudah waktunya makan, ayo Ko "ucap Tyas dan Tyas langsung membantu Angga pindah ke kursi roda.
Acara makan malam pun berjalan lancar masih dengan sendau gurau, sekali kali Pak Wirawan memuji masakan Tyas.Semua berusaha tenang saat makan malam agar Angga tak curiga namun kenyataannya Angga tetap saja menyimpan kecurigaaan dalam hatinya.Begitu makan malam selesai Sandra dan Louise membantu Tyas membersihkan meja makan dan dapur. Angga di temani Bu Saras dan Pak Wirawan duduk disofa ruang tengah.
"Ngga sebenarnya kadatangan tante dan Pak Wirawan kesini ada suatu hal penting yang ingin kami sampaikan ke kamu "ucap Bu saras dengan nafas berat menahan air mata.
"Ada apa Tant ?? ada apa Pa??"tanya Angga penasaran dan bingung, Angga melihat Bu Saras dan Pak Wirawan bergantian.
"Sebelumnya Papa minta maaf padamu Ngga ini tentang Merry "ucap Pak Wirawan sedih"Papa datang kesini pertama untuk meminta maaf darimu kedua apapun keputusanmu nanti Papa harap kamu jangan benci ke keluarga kami "Pak Wirawan tambah sedih walau masih dengan nada tegasnya.
Bu Saras menyerahkan amplop dari pengadilan agama ke Angga "Ngga kamu jangan kaged dan jangan benci pada siapapun ya "pesan Bu Saras "Ini Merry mengajukan gugatan cerai kepdamu"ucap Bu Saras dengan linangan airmata begitupun Pak Wirawan. Sedang Sandra Tyas dan Louise di dapur mendengarkan perbincangan mereka Secara seksama dengan hati yang berdebar debar.
❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️
Bersambung dulu ya readers sayang terima kasih sudah mendukung karya saya. Semoga kalian sehat dan bahagia selalu.
Bagaimana reaksi Anggara setiawan dengan gugatan cerainya??????!!!!!!!!!
Yuk tetap ikuti tiap episodenya jangan lupa tinggal kan jejak biar aku mudah untuk feed back
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️