Bukan Jodoh

Bukan Jodoh
Part 73


__ADS_3

Di Singapore suasana malam ini masih seperti biasa rame karena ulah Clarisa yang sedang bernyanyi nyanyi ala frozen walau hanya reffnya saja. Dengan tingkah konyolnya Clarisa minta didandani ala baju Frozen, akirnya dengan segenap akal Tyas mendandani Clarisa memakai kerudung Tyas sebagai jubahnya kebetulan kerudung Tyas ada yang warna biru muda.


*"Let it go, le it go


Can't hold it back anymore


Let it go, let it go


Turn away and slam the door


I don't care what they're going to say


Let's the storm rage on


Cold never bothered me anyway. **


Dengan senang hati Clarisa terus mengulang reff dari salah satu lagu yang ada di frozen. Yuni terus memidio ulah Clarisa, semua yang ada di apartments Angga bahagia merasa terhibur dengan ulah Clarisa.


Mereka bermain sampai jam 10 malam, karena Clarisa ke capek an Clarisa naik di atas ranjang Angga langsung tidur. Dengan di bantu Tyas Angga juga naik ke ranjangnya setelah sikat gigi.


"Yas, terima kasih " ucap Angga yang membaringkan tubuhnya di atas ranjang


"Untuk, !?" jawab Tyas sambil mengganti lampu.


"Untuk membuat Icha bahagia, besok Tante dan Sandra penerbangan jam berapa ?, " tanya Angga


"Ambil penerbangan sore setelah jalan jalan sama Icha, " jawab Tyas


"Goodnight, have a sweet dreams " ucap Angga


"Goodnight, have a sweet dream to " jawab Tyas dan langsung meninggalkan kamar Angga.


Jam 6 pagi Pak Wirawan ditemani sang sekertaris menuju kota M untuk meninjau pembangunan hotel.Dari kota Surabaya menuju kota M membutuhkan kurang lebih 4 jam dengan kecepatan sedang.


Pukul 10,30 siang Pak Wirawan sampai di lokasi proyek. Dengan di temani sekertarisnya serta sang arsitex dan penanggung jawab proyek meninjau pembangunan hotel yang sudah berjalan 20%. Dengan ramah Pak Wirawan menyapa para pekerja proyek, para pekerja proyek dengan senang hati menyambut sapaan dari Pak Wirawan.


Selesai dari proyek langsung melakukan makan siang karena waktunya istirahat, dan setelah makan siang di lanjut metting sampai pukul 4 sore.

__ADS_1


"Mau nginap di mana Pak?", tanya sang sekertaris ke Pak Wirawan


"Di Hotel Sun saja, oh ya besok metting jam berapa ?", tanya Pak Wirawan ke sekertarisnya


"Siang Pak habis makan siang sesuai jadwal " jawab sang sekertarisnya Pak Wirawan


"Besok pagi aku mau jalan jalan ke kampung sekalian mengantar titipan dari Tyas. " ucap Pak Wirawan


"Baik pak, " jawab sekertarisnya


"Kamu istirahat saja biar aku sama sopir ke sana " ucap Pak Wirawan yang masih di ruang metting.


"Bapak tahu alamatnya ?, " tanya sang sekertaris


"Ini, nanti lihat Google map " ucap Pak Wirawan sambil menunjukan alamatnya pada sang sekertaris.


"Biar dia antar Mustofa pak, dia asli orang sini pasti tahu agar bapak tidak nyasar.


"Baiklah " ucap Pak Wirawan setuju


Sekertarinya Pak Wirawan menemui Mustofa yang sudah siap siap untuk pulang, sekertarisnya Pak Wirawan mengutarakan maksud dan tunjuannya Mustofa menyetujuinya untuk mengantar Pak Wirawan ke rumah Tyas.


"Selamat pagi Pak ", sapa Mustofa ramah saat menghampiri Pak Wirawan yang sedang duduk di lobby hotel.


"Selamat pagi Tofa " jawab Pak Wirawan dengan senyum ramah


"Berangkat sekarang apa nanti Pak ?", tanya Mustofa


"Sekarang saja sekalian pingin menikmati udara pagi di sini, bisakan bawa tas ini dengan motor?", tanya Pak Wirawan sambil menunjuk pada tas hitam yang lumayan besar.


"Bisa Pak, Bapak tidak apa apa naik motor?", tanya Mustofa memastikan dengan permintaan Bosnya.


"Justru saya senang, karena jarang jarang saya bisa di bonceng pakai sepeda motor, " jawab Pak Wirawan senang


Mustofa dan Pak Wirawan dengan mengendarai sepeda motor meluncur menuju rumah orang tua Tyas, Mustofa mengendarai sepeda motor pelan pelan sesuai permintaan Pak Wirawan.


"Kamu tahu rumah orang tua Tyas Fa?", tanya Pak Wirawan pada Mustofa sedikit berteriak

__ADS_1


"Tahu pak, kebetulan satu desa cuma beda RT saja " jawab Mustofa juga sedikit kencang


"Di sini udaranya masih segar tidak terkontiminasi dengan limbah pabrik ", ucap Pak Wirawan kagum


"Iya pak, makanya saya tetap pilih bekerja di kota ini, setelah ini ada hamparan luas tanah pertanian, semua lahan ditanami padi",


"Di kota pemandangan seperti itu sudah tidak ada Fa, masih jauhkah kediaman orang tua Tyas ?", ucap Pak Wirawan.


"Tidak Pak 10 menit lagi sampai ", Jawab Mustofa


Tidak lama setelah perjalanan mereka berdua sampai di rumah orang tua Tyas dan di sambut oleh kedua orang tua Tyas. Orang tua Tyas sudah tahu jika Pak Wirawan mau datang karena semalam Mustofa sudah kasih kabar dan Tyas juga sudah memberi tahu tentang kedatangan Pak Wirawan.


"Silahkan masuk Pak, ayo masuk kang " ucap ayahnya Tyas


"Terima kasih Pak," jawab Pak Wirawan


"Inggih Matur suwun lek, " jawab Mustofa pakai bahasa jawa halus


Mendengar tamunya sudah datang bu Warsi keluar dari dapur dengan mengenakan gamis batik serta kerudung besar sambil membawa nampan berisi teh hangat. Ketika melihat bu Warsi Pak Wirawan masih mengenalinya namun bu Warsi malah sudah lupa.


"Buk iki Pak Wirawan majikane Tyas yo majikane kang Tofa, " ucap ayahnya Tyas saat bu Warsi baru selesai menaruh teh hangatnya.


"Selamat pagi Pak, terima kasih sudah sudi datang ke gubuk kami " sapa bu Warsi sopan sambil bersalaman


"Maafkan anak kami Pak jika anak kami tidak sopan " ucap ayahnya Tyas


"Tidak perlu minta maaf Pak bu karena tidak ada yang pelu di maafkan, bagi saya Tyas anak yang baik oh ya kedatangan saya kesini di samping untuk mengantarkan titipan Tyas juga mau menjalin tali persaudaraan untuk nambah saudara ", ucap Pak Wirawan


"Terima kasih pak, " ucap kedua orang tua Tyas secara bersamaan.


"Tadi saya sudah masak banyak mari sarapan dulu seadanya, mari pak ayo kang Tofa " ajak Bu Warsi


"Tidak usah repot repot bu, maaf kesininya terlalu pagi karena siang jadwalnya penuh, " ucap Pak Wirawan


"Kok sepen bulek, lare lare dateng pundi ?", tanya Mustofa penasaran


"Saiki sepi kang kari wong 3, iki mang si ragil melu semak an budal awet subuh mang". Jawab bu Warsi

__ADS_1


Tempe goreng, tahu goreng dan lele goreng serta urap urapan sudah tersedia rapi di meja makan. Mereka berempat sangat menikmati hidangan buatan bu Warsi, setalah selesai mereka kembali ke ruang tengah dan bu Warsi langsung mengemasi meja makannya. Dan selanjutnya untuk memastikan maka bu warsi langsung melakukan video call dengan Tyas.


__ADS_2