
adu tembak pun tidak dapat dihindari..
hingga para polisi itu berhasil menekan para penjahat, ketika selangkah lagi para polisi akan dapat melumpuhkan para penjahat tersebut dari luar muncullah orang-orang yang ditakutkan bio,
ketua gembong narkoba nasional tersebut sudah mencium gerak-gerik polisi.
terdapat 11 orang yang menerobos masuk dalam pertarungan membantu para penjahat kabur.
orang-orang tersebut adalah suruhan Mr.aro
yang hendak menolong para gembong kroto tersebut melarikan diri
pertarungan semakin sengit hingga para polisi itu terpojok
hingga ketika bio lengah lengannya teriris oleh senjata tajam yang dibawa oleh orang suruhan dari gembong narkoba nasional tersebut, darah mengucur deras dari lengan bio dia kemudian menghubungi anak buahnya yang lain di kantor polisi.
tidak selang beberapa lama polisi yang berjumlah lebih dari 30 orang itu berhasil sampai di area pertarungan antara tim singa dan gembong narkoba nasional
__ADS_1
bio pun masih nekat mengikuti pertarungan tersebut walaupun darah mengucur deras dari lengannya
beberapa saat polisi pun berhasil memukul mundur anak buah yang dikirim oleh mr.aro
para penjahat tersebut menyadari bahwa jumlahnya kurang dari para polisi tersebut hingga akhirnya mereka lari menggunakan mobil.
para polisi pun akhirnya nya memutuskan kembali untuk mengirim mata-mata kepada ketua gembong narkoba nasional tersebut, karena tidak memungkinkan kan mereka mengejar.pastilah mereka kembali ke markas besar
dan untuk menyerang markas besar mereka harus menyusun strategi yang matang.
menyadari big bosnya terkena luka sayatan anak buahnya pun berlari dan Memapah bio menuju rumah sakit..
hingga perawatan terhadap luka bio itu selesai. jam menunjukkan pukul 2.30 dini hari.
salah satu anak buahnya pun setia menunggu big bosnya yang mendapat pertolongan hingga dokter keluar dan memberitahukan keadaan bio baik-baik saja dan boleh dijenguk.
"bos.... bagaimana luka anda??" kata anak buahnya yang bernama Miko. wajahnya terlihat sedikit cemas.
__ADS_1
"Lukas kecil ini sepertinya kamu terlihat begitu khawatir terhadapku, luka ini bukan apa-apa ketika besok kita berhadapan dengan musuh terbesar kepolisian mungkin lukanya lebih besar daripada luka ini" terang bio
"siap.... mengerti bos!!!" kata miko
"Miko,aku kan sudah bilang ketika kita di luar kamu panggil aku biasa saja enggak usah pakai bas bos bas bos segala..." kata bio memukul lengan Miko
"siap bos.....!!!!!" kata Miko tegas
bio hanya geleng-geleng kepala dan kembali memejamkan matanya,wajah Arin kembali muncul di dalam pikirannya dia membayangkan bagaimana hari esok ketika dia menjemput Arin rasanya bio sudah tidak sabar menunggu momen momen dimana Arin duduk disebelah kemudinya.
Miko pun beralih duduk ke sofa tunggu di seberang tempat tidur bosnya tersebut.
dia pun mulai memejamkan mata karena sedari pagi dia pun belum tidur, karena dia tahu masalah gembong narkoba ini bukan masalah gampang seperti menangkap maling kecebong
big bosnya dan para anak buahnya harus bekerja ekstra memikirkan strategi agar dapat menangkap gembong tersebut yang licin seperti belut
kedua-duanya pun terlelap dalam mimpi masing-masing.
__ADS_1
entah mimpi apa yang mereka alami, tidur mereka terlihat tidak lelap sepertinya tidur mereka tertimbun banyak masalah Miko bolak-balik menggeser posisi tidurnya dari berbaring ,miring kanan ,miring kiri, tengkurap tapi matanya tetap terpejam begitupun sama halnya dengan bio dia merasakan panas bekas sayatan senjata tajam dari anak buah gembong narkoba nasional tersebut