Bukan Jodoh

Bukan Jodoh
teman sekolah


__ADS_3

bio yang mendengar Arin mengatakan ingin pup mengurungkan niatnya. kembali dia duduk bersama pak Herman.


Arin melanjutkan jalannya yang tadi tadi menuju belakang dia hendak pup dan mandi


Arin yang beberapa saat mandi dan membersihkan dirinya di kamar mandi ,keluar hanya mengenakan handuk..


Arin mengintip dari dapur apakah pak polisi itu masih ada bersama bapaknya apa dia sudah pulang.


karena Arin lupa membawa baju ganti ke kamar mandi.


ternyata setelah dia mengintip pak polisi itu sudah pergi. dan sang bapak juga sudah tidak ada di ruang tamu.Arin melangkahkan kakinya ke kamar dengan mengenakan handuk.


setelah dia berganti pakaian dia merebahkan dirinya di kasur terdengar suara keributan dari luar yang membuat Arin membuka kamarnya dan berjalan keluar


betapa kagetnya lead dan teman-teman sekelas Arin berkunjung ke rumahnya


suara gaduh yang dibuat teman-teman sekelasnya hampir memenuhi semua ruang tamunya


"assalamualaikum..... Arin...." teriak Lea


Arin pun berjalan membuka pintu rumahnya.tanpa embel-embel sahabatnya itu langsung menubruk Arin.


Arin yang belum siap mendapat pelukan dari sahabatnya hampir terjungkal dan membentur tembok

__ADS_1


"hati-hati dong Lea..." kata Arin sambil mengusap punggungnya yang terasa sakit


"kangen kamu Rin. nggak ada kamu nggak rame... ya nggak??? " tanya leak kepada teman-temannya yang menjenguk Arin di rumah.


teman-temannya hanya menjawab dengan anggukan.


"ya udah ayo masuk... duduk seadanya aja... kalau nggak cukup pada pangku pangkuan gih..." kata Arin sembari tersenyum licik


"ya Allah Arin.... tega bener ah ...rumah lo sempit banget" kata teman Arin yang bernama Bowo


Bowo yang nggak kebagian tempat duduk harus minta pangku oleh teman yang bernama Arif.


"enakan juga manggku cewek dari pada nih Bowo .. dikira aku gay nanti " Arif ngedumel ketika tua tidak dapat tempat duduk dan harus dibantu oleh Arif


"wah serasi nih bos sama Arif " kata salah seorang teman Arin


beberapa saat canda tawa itu membuat mereka tertawa . menurutnya teman-temannya itu itu adalah salah satu sumber kebahagiaan nya. ibu Arin keluar dengan membawa teh hangat dan beberapa cemilan


"wah ini Bu klepon enak ini.."


"arem-arem ny mantap bu"


"mendoan yang juga anget mantap gurih"

__ADS_1


begitu komen para teman-temannya yang Budiman


ketika 12 temannya berkumpul ataupun 1 kelas berkumpul suara teman-temannya itu melebihi toa masjid.. ramainya kayak pasar malam...ocehannya ngalor ngidul enggak jelas tetapi membuat hati yang tadinya galau menjadi senang..


setelah beberapa lama di rumah Arin teman-temannya berpamitan untuk pulang karena hari dirasa telah terlalu sore . teman-temannya juga berpamitan kepada ibu dan bapaknya Arin sembari mengucapkan doa agar Arin kembali sehat dan berkumpul dengan mereka di sekolah.


ibu Sri membereskan ruang tamu yang terlihat berserakan karena ulah teman-teman Arin.


Arin kembali masuk ke dalam kamar dan membaringkan tubuhnya.


dia sedang memeriksa handphonenya yang beberapa lama dia tidak mengupdate sosial medianya.


tidak beberapa lama ada salah satu WhatsApp notifikasi masuk dari ponselnya. notifikasi dari sosial media nya juga begitu banyak. maklum arin juga senang upload foto


🌹🌹🌹


maafkan aku ya guys ceritanya sedikit gaje


harap maklum ini novel pertama saya


beri masukan agar lebih baik lagi ya guys....


☘️☘️☘️

__ADS_1


__ADS_2