
Meja makan di kediaman bu Saras sudah penuh dengan menu special karena jarang- jarang bisa makan siang bersama disaat jam kerja seperti sekarang.
Bahagia itulah yang di rasakan keluarga bu Saras, tangisan bayi dan ocehan anak sandra yang pertama mendomoninasi ramainya kediaman bu Saras.
Semua anggota keluarga sudah berada di meja makan untuk menikmati menu makan siang hari ini. Semua terasa biasa - biasa saja bercanda dan bersendau gurau, serta bercerita tentang kedua balita Sandra, bercerita tentang pekerjaan Mario.
Setelah selesai acara makan siang, Angga dan Tyas ikut bergabung Sandra dan bu Saras di ruang tengah sambil momong kedua balitanya Sandra. Tyas menimang bayi Sandra yang baru lahir, si bayi pun senyum senyum senang khas suara bayi.
"Yas, sudah pantas kamu gendong bayi " seloroh Sandra sambil selonjoran di karpet
Tyas hanya senyum dan menjawab " Berarti boleh pinjem dedeknya dong Ce"
"Aishhh kamu itu kok malah pinjam, gimana sih " gerutu Sandra "Ko, kapan nikah cepetan nikah " ucap Sandra
"Besok" jawab Angga enteng "Kalau aku nikah kalian mau kasih kado apa, Yas, Sand?" Angga malah balik tanya
"Aku, kasih kado lingerie aja " ujar Sandra di barengi tawa ngakaknya
"Gendeng, nggak ah, gak pas" jawab Angga dan melempar bantal ke arah Sandra" Kalau kamu Yas?" tanya Angga pada Tyas.
"Bagaimana kalau kado dari aku, menghias kamar pengantin saja " ucap Tyas spontan
"Yang ini tepat, aku suka, jangan lupa bunga Mawar merah segar dan bunga Melati putih segar, Sand kamu bagian menyedihkan mobilnya saja ya, mobil warna putih berhiaskan Melati putih segar dan Mawar merah segar di tambah aku pakai jas putih, pasti gagah " ucap Angga sambil senyum senyum
"Kalau aku bagian bayar cateringnya saja, bagaimana Ngga " bu Saras ikut ikutan nimbrung
" OK Tant, kalau cateringnya Tante pasti beres, pokoknya waktu aku nikah aku gak mau ngerjain apapun, maunya terima beres. Dan jangan lupa antarkan aku sampai masuk kamar, setelah Aku masuk kamar baru kalian tinggalkan aku " ucap Angga lagi dengan santai
"La, jelas Ko, mana ada pengantin baru ditemani orang lain temannya ya istrimu " ujar Sandra langsung jitak kepala Angga , "Gimana Yas kamu mau menemani pengantin baru di dalam kamar?" tanya Sandra pada Tyas
"Ya, jelas nggak mau, Ce, emange suruh lihat orang pacaran apa! " jawab Tyas sedikit bersungut sungut
"Kalau Tuhan menghendaki maunya kamu Yas yang menemaniku di dalam kamar, jangan kuwatir aku tak sejahat itu padamu Tyasku sayang, aku yakin Tuhan sudah menyiapkan Jodoh yang sholeh buatmu " ucap Angga tenang
"Sudah bahas pernikahannya pamali, pacar saja gak punya gitu malah aneh aneh bahas pernikahan" ujar bu Saras "Oh ya Ngga kamu jadi mau liburannya ?" tanya bu Saras pada Angga
"Jadi, Tante. Minggu depan aku jadi berangkat liburan, tolong awasi kantor Tant. Tadi aku juga sudah ngomong ke pak Dion dan Citra untuk pekerjaan minggu depan juga sudah aku selesaikan " ucap Angga
__ADS_1
"Baiklah, liburan kemana? Tyas ikut? Kapan berangkat?" tanya bu Saras
"Dekat -dekat sini saja Tant, sendiri, Tyas tidak ikut. Tante tahu sendiri Tyas gimana. Mungkin minggu aku berangkat " ucap Angga enteng
Setelah ngobrol sebentar Angga mengajak Tyas untuk masuk ruang kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang di bawa pulang tadi.
Sandra, bu Saras dan 1 asisten rumah tangganya mulai memandikan anak -anak Sandra. Bude Lasmi dan satu asisten lainnya berada di dapur untuk menyiapkan menu makan malam keluarga. Mario sudah kembali ke rumah sakit untuk tugas malam.
Suasana di kediaman bu Saras masih normal seperti biasa, tiba- tiba bel rumah berbunyi.
Tong tong ting tong
Bude lasmi langsung menuju ke depan melihat siapa yang datang " Silakan masuk Ce, ayo Icha sayang masuk kebetulan Papamu pulang cepat tadi " ucap bude Lasmi mempersilahkan Merry dan Clarisa untuk masuk
"Terima kasih Bude, kok sepi pada kemana ?" tanya Merry sopan
"Ibu, sama Ce Sandra sedang memandikan anak - anak, sedang Ko Angga dan Tyas masih menyelesaikan pekerjaannya di ruang kerja " jawab bude Lasmi
"Masih saja sama, Angga Angga " gumam Merry dalam hati
"Papa sibuk ya Bude ?" tanya Clarisa sopan
Tidak perlu memakan waktu lama Angga langsung keluar dari ruang kerjanya ketika bude Lasmi bilang Icha dan Merry datang.
Setelah memberi tahu Angga bude Lasmi langsung memberitahu Sandra dan bu Saras tentang kedatangan Clarisa dan Merry.
Setelah ngobrol sebentar dengan Angga dan bu Saras, Merry segera kembali pulang. Namun Clarisa tetap tinggal di kediaman bu Saras untuk nginep, di samping kangen dengan Angga, Clarisa ingin bermain main dengan anaknya Sandra.
Setelah kepulangan Merry, Angga melanjutkan lagi pekerjaannya dan Clarisa bersama Bu Saras dan Sandra serta kedua bayinya di kamar bayi.
Jam 8 malam setelah selesai makan malam Angga memilih ikut berkumpul dengan yang lainnya di kamar bayi. Suasana masih sama seperti siang tadi bahagia, bersendau gurau apalagi ketambahan ada Clarisa suasana tambah meriah.
Bude Lasmi dan kedua asisten rumah tangga lainnya juga ikut nimbrung sekalian. Tidak ada pembicaraan khusus di malam ini semua bahagia tertawa lepas tanpa beban.
Jam 9 malam kedua bayi Sandra sudah tertidur semua langsung keluar dari kamar bayi. Clarisa pun juga sudah ngantuk, Angga membawa Calrisa masuk ke kamarnya untuk tidur. Setelah Clrisa tidur Angga keluar menuju ruang kerja. Karena di ruang kerja masih ada Bu Saras dan Tyas di ruang kerja yang sedang berbicang bincang mengenai perusahaan.
"Belum tidur Tant?" tanya Angga saat masuk ke ruang kerjanya
__ADS_1
"Balum ngantuk Ngga " jawab bu Saras sambil melihat lihat file yang di bawa pulang Angga tadi
"Jika kalian mau melanjutkan pekerjaan aku keluar dulu tak menemani Sandra " ucap bu Saras lagi
"Tinggal sedikit lagi Tant, " jawab Angga
"Apa Koko sebaiknya gak istirahat saja, yang ini kan bisa di kerjakan sepulang Koko dari liburan " ucap Tyas yang menghawatirkan kesehatan Angga
"Sedikit lagi Yas, sejam juga sedah selesai " jawab Angga sambil terus melihat layar laptopnya.
"Ngga jangan di forsir, bener kata Tyas, jaga kesehatan, capek cepetan istirahat " nasehat bu Saras pada Angga
"Baik Tante, selesai ini Aku langsung tidur" jawab Angga di barengi senyum
Akirnya bu Saras keluar dari ruang kerja dan menuju kamar bayi, untuk melihat kedua cucunya. Sandra sudah terlelap dan sudah terbang ke alam mimpinya.
Jam 11 malam Angga dan Tyas mengakiri pekerjaannya saat keluar dari ruang kerjanya mendengar bayi Sandra menangis lagi. Angga dan Tyas menghampiri kamar Sandra untuk melihat.
"Nangis lagi Sand " tanya Angga pada Sandra
"Iya, Ko, 3 malam ini rewel terus padahal badannya juga tidak panas, semua normal " jawab Sandra sambil gendong anaknya
"Biar aku gendong Ce" Tyas menawarkan diri
"Biar, ku gendong saja sini, semalam setelah Aku gendong juga langsung tidur " ucap Angga dan langsung mengambil bayi Sandra dari tangan Sandra.
Hanya butuh 15 menit bayi Sandra sudah kembali tidur dalam dekapan Angga. Tyas dan Sandra duduk di ranjang Sandra menemani Angga yang sedang menggendong bayinya Sandra.
"Benar benar tertidur" ucap Sandra
Setelah satu jam dalam gendongan Angga, bayi Sandra di taruh dalam box bayi yang ada di kamar Sandra.
Angga dan Tyas naik tangga untuk masuk ke kamarnya.
"Yas, aku sangat mencintaimu " ucap Angga saat sampai di depan pintu kamar Tyas " sebelum aku berangkat liburan, aku ingin mendengar sekali lagi, katakan bahwa kamu sangat mencintai ku " pinta Angga dan langsung pergi ke kamarnya
Tyas tidak menjawab hanya tertegun sebentar, dan masuk ke kamarnya untuk istirahat.
__ADS_1
Malam merambat semakin larut jam 3 malam Tyas bangun untuk melaksanakan sholat tahajud. Ngaji dzikir itulah yang di lakukan Tyas supaya hatinya tidak goyah dan tidak gelisah.