
Seperti biasa hari-hari berikutnya Bobi selalu nelpon Nia, dari membicarakan hal-hal yang gak penting sampai membicarakan masa depan.
"Nia, kamu tau gak?" Tanya Bobi.
"Tau apa kak?" Kata Nia.
"Aku hari ini cape banget." Kata Bobi.
"Tumben cape, kan kakak kerjanya perasaan gak begitu cape deh." Kata Nia
"Iya tapi sekarang cape banget soalnya aku abis beli barang banyak banget. Jdi tadi tuh yang seharusnya jam 12 aku udah pulang, aku jadi pulang jam 3 sore." Kata Bobi.
"Oh gitu. Yang sabar ya kak. Cape dalam kerja itu biasa. Kita harus bersyukur masih punya pekerjaan dan penghasilan. Di luar sana masih banyak orang yang ingin bekerja dan belum punya penghasilan. Bahkan mungkin masih banyak orang yang mendambakan pekerjaan seperti kakak." Kata Nia.
"Iya Nia aku juga bersyukur kok." Kata Bobi
"Oh iya Nia aku mau nanya boleh gak?" Tanya Bobi.
"Boleh, emang mau nanya apa?" Kata Nia
__ADS_1
"Kamu udah pernah punya pacar gak sebelumnya?" Tanya Bobi
"Pernah. Kalau kamu gimana?" Nia balik nanya pada Bobi
"Oh. Kalau aku sih jujur aku belum pernah pacaran. Aku pacaran baru kali ini saja." Kata Bobi.
"Serius? Yakin belum pernah pacaran? " Kata Nia
"Iya serius Nia. Tapi kalau di kenalin di jodoh-jadohin sama orang tua mah pernah." Kata Bobi
"Itu kejadiannya kapan kak? Cerita dong." Kata Nia
***
Kejadiannya tuh udah lama, kalau gak salah udah satu tahun yang lalu sebelum Bobi mengenal Nia. Jadi gini keluarganya terutama Bibi Ani, adik bungsu dari mamahnya Bobi itu selalu bertanya "Bob kriteria perempuan yang kamu inginkan untuk menjadi pendamping hidup kamu itu yang seperti apa nanti Bibi cariin untuk kamu." Kata Bibi Ani
Ya mungkin untuk sebagian orang itu wajar jika keluarga menanyakan kriteria pasangan yang di inginkan jika orang tersebut belum juga terlihat jalan sama calon pasangannya.
Mungkin tujuan mereka baik, hanya untuk membantu mencarikan jodoh untuk Bobi yang mungkin sudah cukup matang untuk membangun rumah tangga.
__ADS_1
Lalu Bobi pun menjawabnya dengan santai "ya yang penting mah baik, sayang sama aku dan orang tua ku, bisa nerima aku apa adanya."
"Ya kalau soal itu mh udah pasti harus yang seperti itu. Tapi kalau dari fisiknya mau yang seperti apa?" Tanya Bibi Ani
"Ya kalau dari fisik mah jangan yang jelek banget dan jangan yang terlalu cantik banget. Soalnya kalau terlalu cantik nanti biasanya suka banyak tingkah." Kata Bobi.
"Oh gitu. Nih Bibi mau nanya, ada gak orang yang sekampung dengan kita yang kamu suka?" Tanya Bibi Ani.
"Ada Bi." Kata Bobi.
"Yang mana?" Tanya Bibi Ani.
"Itu Rina anak nya ibu Asih dan bapak Budi" Kata Bobi.
"Oh itu. Ya udah nanti Bibi obrolin sama orang tua nya Rina semoga aja mereka mau menerima kamu." Kata Bibi Ani
"Jangan lah Bi malu takut di tolak." Kata Bobi.
"Ya gak ada salahnya kalau di coba dulu Bob. urusan di Terima atau tidak ya gimana nanti aja, dari pada kita tidak pernah mencoba sama sekali. Kalau soal gagal itu biasa, gak perlu malu Bob. " Kata Bibi Ani
__ADS_1
"Iya deh Bi gimana Bibi aja. Nanti kabarin aja hasilnya gimana." Kata Bobi