
Kanaya menarik tangannya dengan cepat ketika dia merasakan sengatan arus listrik itu.
bio kaget bukan kepalang dia juga merasakan sengatan arus listrik itu dan langsung mensejajarkan tangannya dengan pahanya kembali.
bio pun kembali duduk dan berbicara dengan pak Herman. ibunya Arin mengupas kan Arin buah jeruk yang dibawa oleh bio
arin melihat bio senang mencuri pandang dengannya ketika bio berbicara dengan bapaknya, tetapi Arin hanya mengacuhkannya saja
tak selang berapa lama bio akhirnya berpamitan untuk pulang. bio menjabat tangan pak Herman dan tersenyum kepada ibunya Arin dan Arin sembari berpamitan kepada keduanya.
bio melangkahkan kakinya keluar pintu dan menutupnya kembali.
bio mengendarai mobilnya menuju kantor polisi di mana dia bertugas hari ini
di rumah sakit
seorang dokter sedang memeriksa keadaan Arin dan beberapa perawat juga mencabut infus dari pergelangan tangan arin.
"nona Kanaya hari ini anda sudah diizinkan pulang, jika ada keluhan lain Anda bisa cek up 3 hari ke depan ya.." kata dokter yang merawat Arin
__ADS_1
ibunya Arin sedang sibuk menata perlengkapan Arin dan memasukkannya ke dalam tas, sementara pak Herman sedang berada di ruang administrasi dia menyelesaikan urusan administrasi di rumah sakit itu.
setelah semua selesai dan beras Arin dipapah oleh bapaknya pulang dari rumah sakit itu menggunakan angkot.
pak Herman menyewa 1 angkot agar dapat ditumpangi oleh keluarganya, dan tidak ada penumpang lain untuk menjamin kenyamanan arin
sesampainya di rumah Arin dibaringkan di tempat tidurnya.banyak para tetangga yang langsung menjenguk Arin ketika Arin turun dari angkot.
berita Arin diperiksa di kantor polisi sudah menyebar hingga 1 RT tempat kediaman Arin.
ibunya yang awalnya malu,sekarang bisa menjelaskan kepada tetangga-tetangganya bahwa Arin tidak bersalah dan tidak terbukti mempunyai barang barang haram tersebut.
saat menjelang sore para tetangganya yang antusias menyambut kepulangan Arin sudah mereda perut terasa kosong karena sedari tadi ibunya hanya sibuk ngerumpi dengan para tetangganya.
di dalam rumpiannya ibunya bilang kalau polisi yang mengurusi Arin itu sangat tampan .hingga ada ibu-ibu tetangganya yang berdoa semoga berjodoh dengan polisi tampan itu .
Arin hanya gelagapan tersenyum ketawa-ketiwi cekikikan sendiri di dalam kamarnya.
membayangkan bagaimana dia menikah dengan seorang polisi.
__ADS_1
jika aku menikah dengan polisi, aku ingin naik mobil barracuda yang gagah itu yang mobil belakangnya terbuka itu.. batin Arin
Arin sangat ingin menaiki mobil barracuda milik polisi. pikirnya naik mobil barracuda tersebut keren
tapi pikirannya itu kembali di tempat makannya habis-habisan. dia menyadari posisinya yang orang tuanya tidak mampu mana mungkin dia berjodoh dengan polisi . itu yang ada dalam pikirannya
selang beberapa lama handphonenya yang sedari kemarin berada di tasnya berdering
dia pun berdiri secara perlahan mendekati meja dan membuka tasnya
terlihat ada panggilan dari nomor polisi yang sangat dihafalnya yang menyeretnya ke kantor polisi kemarin
dengan enggan dia mengangkat telepon tersebut
"hai Arin... aku barusan ke rumah sakit . kata perawat yang di sana kamu sudah pulang benarkah?"
kata polisi dari seberang sana
"benar pak polisi bio, saya tadi pulang tepat jam 10.30." jawab Arin
__ADS_1
suara dari seberang sana terdengar hening beberapa saat.