
30 menit telah berlalu mobil Louise dan Albert terparkir di car park bawah apartment, dengan senangnya Clarisa turun dari mobil di gandeng Bu Saras. Sedangkan yang lainnya mengambil koper dari mobil Albert, mereka berjalan beriringan menuju apartmen Angga.
Di apartments Tyas sudah menyiapkan makan siang dengan jumlah banyak untuk menyambut Clarisa dan lainnya. Angga masih tidak tahu jika Clarisa bakal datang karena tak ada satupun orang yang memberitahukannya.
Ting tong ting tong
Tyas dengan tergesa gesa menuju pintu untuk membukakan pintu menyambut mereka, Bu Saras, Sandra, Pak Wirawan masuk duluan dan menuju kamar Angga Pak Dion, Yuni Dan Clarisa.
Setelah saling sapa dan bertanya kabar masing masing dengan langkah pelan pelan Clarisa menuju kamar Angga di dampingi Tyas, sedangkan Yuni dan Pak Dion mengikuti di belakang
"Ko surprise............ " ucap Tyas bahagia serta antusias dan menggandeng Clarisa menuju Angga
"Icha........... " ucap Angga terkejut tidak percaya ketika melihat Clarisa sudah di dekatnya.
"Papa Icha kangen " ucap Clarisa berlari langsung memeluk Angga yang masih duduk bersandar di ranjang.
"Papa juga sayang " ucap Angga yang langsung memeluk Clarisa bahagia dan terharu.
Angga dan Clarisa saling melepas rindu, semua yang ada di kamar Angga ikut terharu... Dan Pak Dion sedikit terlupakan, Angga tidak menyadari jika ada Pak Dion juga turut datang. Setelah beberapa saat Angga baru sadar jika ada Pak Dion.
"Pak Dion ?" ucap Angga sedikit kaget.
"Selamat siang Pak Angga, maaf baru bisa kesini lagi ?" ucap Pak Dion sopan
"Maaf, terlalu fokus sama Icha jadi gak sadar jika ada kamu juga. " ucap Angga apa adanya
"Tidak apa apa pak, gimana sudah baikan Pak?" tanya Pak Dion pada Angga
"Puji Tuhan sudah lebih baik, terima sudah datang " ucap Angga
Setelah ngobrol beberapa saat mereka makan bersama, semua nampak bahagia. Selesai makan siang semua berkumpul di ruang tengah Tyas dan Yuni yang baru selesai membereskan dapur juga ikut nimbrung.Mereka bercerita bagaimana perjalanannya, Pak Wirawan dan Yuni bercerita bagaimana antusiasnya Clarisa saat mau diajak ke Singapore untuk menjenguk Angga sang Papa.
Bahagia itulah yang di rasakan Angga dan Clarisa, Clarisa tak mau jauh jauh dari Angga sampai samapi Clarisa tidak mau di ajak untuk menginap di hotel. Akirnya hanya Pak Wirawan dan Pak Dion yang menginap di hotel, Yuni dan Clarisa menginap di apartments Angga.
__ADS_1
Karena ada suatu hal yang ingin di bicarakan Angga dan Pak Wirawan masuk di kamar Angga. Untuk memudahkan Angga bergerak Angga mulai menggunakan kursi roda listrik
"Terima kasih Pa sudah mengajak Icha datang kesini, " ucap Angga terharu
"Justru Papa yang berterima kasih Ngga, Icha sangat merindukanmu dan menyayangimu, kebahagiaan Icha itu kebahagiaan Papa juga, sedihnya Icha sedihnya Papa juga, terima kasih kamu masih menganggap Icha sebagai anakmu Ngga " ucap Pak Wirawan terharu
"Ketika kedua orang tua bercerai jangan sampai anak menjadi korban, aku hanya berusaha ikhlas dan berusaha untuk tidak egois Pa, Broken home not mind broken kids. Aku tidak ingin Icha kehilangan sosok seorang Papa hanya itu yang Angga pikirkan Pa, doakan aku kuat untuk menghadinya Pa" ucap Angga
"Papa tetap mendoakan yang terbaik untukmu Ngga, semoga Tuhan selalu melimpahkan kebahagiaan, nikmat untukmu dan suatu saat kamu bisa membina rumah tangga lagi dengan wanita yang tulus mencintaimu tanpa syarat " ucap Pak Wirawan dengan menitikan airmata.
"Aamiin, " ucap Angga singkat
Setelah selesai berbicang sebentar Angga melanjutkan istirahat sedangkan Pak Wirawan keluar dari kamarnya Angga ikut gubung dengan Pak Dion, Bu Saras dan Sandra di ruang tamu untuk ngobrol ringan. Sedangkan Tyas Yuni dan Icha sibuk membongkar koper bawaannya.
"Icha libur berapa hari ?" tanya Tyas pada Clarisa
"Satu minggu mbak " jawab Clarisa sambil mengeluarkan boneka kesayangannya
"Gak apa apa mbak, yang penting tidur " jawab Yuni ramah
"Mbak Aku mau ke kamar Papa " ucap Clarisa dan langsung meninggalkan Tyas dan Yuni.
"Ya boleh tapi jangan ganggu Papa ya, biar Papa istirahat " pesan Tyas
Begitu berada di kamar Angga Clarisa langsung di atas ranjang dan duduk di samping Angga.
"Pa nanti malam Icha tidur sama Papa ya bokehkan, aku janji Icha tidak akan nakal ?" ucap Clarisa manja
"Tentu boleh sayang, bagaimana sekolahnya Icha ?" tanya Angga
"Icha juara 3 Pa, tapi Icha sedih karena Papa sakit jadi gak pernah antar Icha sekolah deh " ucap Clarisa sedih6
"Kalau Papa sudah sembuh pasti Papa antar Icha ke sekolah.Icha mau nemenin Papa tidur sekarang, setelah bangun nanti kita jalan jalan di taman " ucap Angga senang
__ADS_1
"Baik Pa " jawab Clarisa cepat
Angga dan Clarisa tidur siang bersama di satu ranjang Tyas dan Yuni istirahat di kamarnya, Sandra dan Bu Saras juga istirahat di kamarnya. Sedangkan Pak Dion dan Pak Wirawan menuju hotel untuk check in serta menaruh barang bawaannya. Mereka berdua memilih hotel yang dekat dengan Apartments Angga agar mudah untuk datang ke apartment Angga.
Satu jam berlalu Angga bangun begitu juga Icha sesuai janjinya Angga mengajak Icha jalan jalan di taman yang biasa Angga dan Tyas duduk. Tyas, Angga, Clarisa dan juga Yuni jalan menuju taman, sepanjanang perjalanan ke taman Clarisa banyak bertanya ke Angga maupun Tyas.
Sampai di taman Clarisa bermain di temani Tyas dan juga Yuni,Angga yang duduk di kursi roda sangat bahagia melihat Clarisa bahagia.Dalam hatinya Angga selalu mengucap Sykur dan memanjatkan doa."Terima kasih Tuhan atas nikmat yang engkau berikan padaku, Icha semoga kamu kelak bisa menjadi anak yang kuat dan membanggakan untuk keluarga dan negara. "
Selesai bermain mereka bertiga menghampiri Angga yang duduk di tepi taman dan Clarisa adalah orang yang paling bahagia karena hampir setahun tidak bisa bertemu dengan Angga.
"Icha capek Pa, asyik mainannya macem macem Icha suka, kalau boleh Icha mau di Singapore saja nemenin Papa " ucap Calrisa yang duduk di kursi sambil mengelap keringat.
"Nah kalau Icha di sini siapa yang nemenin Mama ?" ucap Angga
"Mama kan temannya banyak, kalau papa siapa temannya ?" tanya Clarisa balik sedikit ketus
"Itu ada mbak Tyas ada tante Sandra dan juga nenek Saras oh ya Papa lupa masih ada tante Ois, jadi Icha jangan kwatirkan Papa, OK sayang " ucap Angga menghibur" Dan lagi masih ada dokter Farika" ucap Angga
"Betul Cha apa yang di katakan Papa " ucap Tyas yang
duduk di sebelah Clarisa
"Iya Cha, kalau Icha di sini siapa yang nemenin mbak Yuni bermain hayoooo?" Yuni ikut menimpali
"Hemmmm iya deh Icha nurut Papa " ucap Clarisa sedikit cemberut.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
【Reaching the New Heights in the Year of the Ox】
Happy Lunar New Year! from The DO School, we wish you a successful, purposeful and innovative year while staying happy and healthy in the year of OX🐂
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1