
Arin dan Lea memesan somay sambal kacang super pedas kepada Mamang Cepot.
setelah somay datang mereka melahap somay yang masih panas, Arin dan Lea terlihat lucu dengan mulut yang penuh dengan somay panas.
lagi enak-enaknya arin melahap somay tiba-tiba datang seorang pria yang langsung duduk disebelah Arin dan memandangnya..
Arin yang terkejut spontan terlonjak dari tempat duduknya dia melihat pria yang mengakibatkan dirinya
"loh kok kak bio tahu arin di sini??" tanya Arin yang mengetahui bahwa pria yang duduk di sebelahnya itu adalah pak polisi ganteng itu
"apa sih yang aku enggak tahu dari kamu ! " kata bio tersenyum manis
Arin pun kembali bergetar merasakan denyut jantung yang berdebar begitu cepat tak terkecuali dengan Lea.
lea hanya tersenyum terus menanggapi ocehan dari pak polisi ganteng tersebut.
"cie cie eeeee... Arin.... sikat terus pak polisi jangan kasih kendor" kata Lea meledek Arin
Arin yang tahu dia sedang menjadi bahan candaan temannya lantas menyenggol bahu lea . dia pun ter lonjak dan mengaduh kesakitan memegang bahunya.
"yah si Kunti kekuatannya melebihi genderuwo" kata Lea
"kenapa sih Lea....kamu selalu menyamakan aku dengan makhluk-makhluk ghaib itu" kata Arin cemberut mendengar Lea selalu menyebut dirinya Kunti.
"ya iyalah kamu kayak makhluk gaib.. sukanya melayang melayang di hati aku. eaaaa....." tertawa terbahak-bahak mendengar gombalannya sendiri
__ADS_1
bio pun yang mendengarkan gombalan lea lantas hendak meneruskan gombalan kepada Arin.
tetapi ketika hendak memberikan gombalannya kepada Arin. arin mengetahui bahwa bio akan menggombali nya
"kak bio.... nggak usah ikut-ikut " tegas Arin yang cemberut .
bio yang mengetahui Arin cemberut lantas menyebut pipinya dengan gemas.
" ya udah kalo kamu gak mau di gombali .... tapi kamu bener ya nggak mau digombalin??? kata bio tersenyum jail
Arin menggerakkan telunjuknya ke kiri ke kanan pertanda dia menolak.
" Arin.. aku suka kamu mau nggak jadi istri aku???. ini nggak gombal kan ???" tanya bio
"ceilah... kompak amat neng...!!!" tawa bio
Arin dan Lea pun kompak kembali dalam hal meminum es teh mereka. mereka bersama-sama meminum dan bersama pula mengakhirnya.
"kak bio kalau mau bercanda tuh jangan di sini, stand up aja tuh di tengah alun-alun" kata Arin membulatkan matanya tidak percaya
"aku nggak bercanda Arin.aku nggak muda lagi aku nggak mau hubungan kita ini ini hanya sebatas main-main. aku akan serius dengan hubungan ini jika kamu mau???" kata bio tegas
Arin yang mendengar ucapan bio tersebut bagai tersambar bakso 10 mangkok... gurih-gurih panas-panas sedap sedap.
lea yang menyadari sahabatnya itu di tembak langsung menyikut tangan Arin dan memberikan kode mata..
__ADS_1
'apa sih Lea.. kedip-kedip kayak gitu.. mata kamu kelilipan sepatu??" tanya Karin nggak paham maksud dari lea
"dasar bocah Lola ,nggak peka ,enggak ngerti, capek deh ngomong sama kamu!!" cemberut
bio yang mempersiapkan kata-katanya itu setengah hari lebih merasa hatinya sudah plong..
karena dia sudah berhasil mengatakannya kepada Ari
kini jantung bio pun sedang treadmill. lari-lari gitu aja di tempatnya.. menunggu jawaban yang akan diberikan Arin.
☘️☘️☘️
selamat membaca ya guys
maaf kalau agak sedikit typo typo
maklum novel ini adalah novel karya pertamaku
semoga kalian menikmatinya
comment , kritik dan saran diterima ya...
untuk membangun motivasi yang ada pada diriku
terima kasih
__ADS_1