Bukan Jodoh

Bukan Jodoh
Part 90


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu, jatah cuti Tyas telah habis. Tyas sudah bersiap siap untuk kembali ke Surabaya ke esokan harinya. Angga dan Taufik adiknya Tyas dalam perjalanan menuju kampung Tyas, sesuai janjinya, Angga menjemput Tyas untuk kembali ke Surabaya. Kali ini Clarisa tidak ikut karena jadwal sekolah yang padat.


Bu Warsi, pak Sholeh dan Tyas duduk di ruang tengah ngobrol dan menunggui Tyas yang sedang berkemas.


"Yas, nek kerjo sing ngati-ngati, nek sekirane wes ketemu jodone Tyas nikah yo bakal tak nikahne, nanging pesene bapak nikaho ambi wong sing seiman Yas. Bapak karo ibukmu kui ora mandang rupo lan dunyo sing penting wonge imane kuat, gati lan setiti, tresno marang keluargo, wong nang dunyo kui ora enek sing sampurno " pesan pak Sholeh dengan lembut dan penuh kasih sayang, dan di angguk I bu Warsi, serta Tyas mendengarkan secara seksama.


(yas kalau kerja hati hati, kalau memang sudah bertemu dengan Jodohnya Tyas minta nikah juga aku nikahkan, tapi bapak berpesan menikahlah dengan yang seiman Yas. Bapak sama ibuk tidak memandang wajah dan harta dunia yang penting mempunyai iman yang kuat, perhatian dan waspada, sayang terhadap keluarga, orang di dunia itu tidak ada yang sempurna)


" Bapak arep takon, yo ojo dadi atimu yo Yas, awakmu ambi majikanmu Angga opo nandang katresnan ?" tanya pak Sholeh penuh kehati hatian


(bapak mau tanya, jangan berkecil hati dulu ya Yas, Kamu sama majikanmu Angga apa ada rasa saling mencintai)


"Ngapunten, pak, buk, " jawab Tyas sopan tanpa ada penjelasan


(maaf, pak, buk)


"Aku karo bukmu ora nglarang awakmu kekancan karo sopo wae, nanging yen wes babakan bebrayan , bapak karo ibukmu ora setuju Yas, mergo awak e dewe bedo, teros piye lehku arep maleni. Bapak karo ibukmu ora njalok bondo dunyo mung siji sing tak jalok dadi o anak sing sholehah. Mergo mbesok yen Bapak karo Ibukmu wes gak enek mung dongo sing tak arep arep" pesan pak Sholeh


(aku dan ibukmu tidak melarang kamu berteman dengan siapapun, tetapi jika sudah masuk masalah berumah tangga, bapak dan ibuk tidak setuju Yas. Bapak dan ibukmu tidak minta harta dunia cuma satu yang kami minta jadilah wanita yang sholehah. Sebab bila bapak dan ibu telah tiada di dunia ini hanya doa yang kami harapkan)


"Bener opo sing di omongne Bapakmu, Yas, rino wengi ibuk karo bapakmu mung iso dongo supoyo anak anak e bapak ibuk, slamet dunyo lan akhirote " tambah bu Warsi


(benar apa yang di ucapkan bapakmu, Yas, setiap saat bapak dan ibuk selalu mendoakan anak anak bapak ibuk supaya selamat dunia dan akhiratnya)


"Inggih, pak, buk, sak niki Tyas namung pingin adik adik saged sekolah duwur, Tyas dereng wonten niat bade nikah " jawab Tyas sopan dan halus


(Iya , Pak , Buk , untuk sekarang ini Tyas hanya ingin adik adik Tyas bisa memgenyam pendidikan yang tinggi, Tyas belum memikirkan untuk menikah)


"Yo wes, bapak karo ibuk mung pesen ngono ae, sak Jane Kang Tofa, bupuh karo pakpuh bola bali nakokno awakmu Yas, " ucap pak Sholeh menggantung


(ya sudah, cuma itu peasa dari Bapak sama Ibuk, Sebenarnya kang Tofa, bupuh serta pakpuh sering kali menanyakan tentang awakmu Yas)

__ADS_1


"Nangkletne nopo pak?" tanya Tyas penasaran


(bertanya tentang apa pak)


"Kang Tofa bola bali wes pamit nang bapak karo ibukmu yen kang Tofa pingin bebrayan ambi awakmu, kabeh kui kari awakmu sing arep nglakoni awakmu Yas" ucap pak Sholeh


(kang Tofa sudah berkali kali minta ijin ke bapak dan ibukmu jika kang Tofa ingin mengajak kamu untuk hidup berumah tangga bersama, semuanya terserah ke kamu sebab yang menjalani nantinya kamu)


Tyas tak begitu merespon, memang Tyas belum kepikiran untuk menikah " Kulo dereng saged Pak , Buk kulo takseh pingin nyambut damel, benjeng menawi Taufiq kaleh Faisal sampun lulus kuliah mawon asal kulo bebrayan, menawi kang Tofa sampun kepanggih kaleh jodone kersane kang Tofa bebrayan rumiyen sampun sah ngrantos kulo " ucap Tyas penuh kehati hatian agar tak menyinggung perasaan kedua orang tuanya.


(saya belum bisa pak, buk, saya masih ingin bekerja, besok besok kalau Taufiq dan Faisal sudah lulus kuliah saja baru memikirkan untuk berumah tangga, jika jang Tofa sudah bertemu dengan jodohnya biar kang Tofa menikah dudu saja tidak usah menunggu saya)


Tidak berselang lama sebuah mobil Mercedes band warna silver memasuki halaman rumah pak Sholeh. Pak Sholeh dan bu Warsi langsung bergegas keluar rumah untuk memastikan siapa yang datang, Tyas masih melanjutkan acara berkemasnya.


Taufiq turun duluan dan baru kemuadian disusul olah Angga. Antara Taufiq dan Angga sudah lumayan akrab karena sudah beberapa kali bertemu, saat Taufiq datang ke rumah bu Saras untuk menemui Mario sang dosen.


"Assalamu'alaikum, Buk, Pak " sapa Taufiq dan langsung menyalami kedua orang tuanya.


"Selamat pagi Pak, Bu " sapa Angga dan langsung bersalaman.


"Selamat pagi, mari silahkan masuk " jawab bu Warsi dan pak Sholeh ramah dan mempersilahkan Angga untuk masuk


"Yas, majikanmu ambi adimu wes teko ki lo" seru bu Warsi, saat masuk rumah


"Inggih, Buk" jawab Tyas dari dalam, dan langsung keluar dari ruang keluarga.


"Mbak, " sapa Taufiq


"Yas, " sapa Angga dengan senyum penuh makna


"Fiq, Ko, lancarkan perjalanannya,? jam berapa berangkat kok jam segini sudah sampai ?" tanya Tyas penasaran, karena jam baru menunjukan pukul 9 pagi

__ADS_1


"Habis sholat subuh tadi, Ko Angga ngajak segera berangkat katanya biar gak kena macet " jawab Taufiq santai


"Sekali, menghirup udara pagi " ucap Angga


"Ohhh... Ayo sarapan dulu, pasti belum pada sarapan kan" tebak Tyas.


"Belum, tadi cuma makan roti di rumah " ucap Taufiq


"Tadi gimana bisa berangkat bareng ?" tanya Tyas


"Dari kemarin Taufiq garap tugas di rumah sama Mario, jadi sekalian nginep di rumah supaya mudah untuk berangkat ke sini " ganti Angga yang menjawab


Bu Warsi sudah menata makanan until sarapan, sesuai pesanan Taufiq menu pecel lengkap dengan rempeyek, kering dan lalapan. Menu sederhana di kampung dan juga menu favourit di keluarga pak Sholeh.


Tak perlu waktu lama mereka berlina telah menyelesaikan acara sarapan paginya. Tyas di dapur dengan bu Warsi untuk mengemas bekas sarapan dan di lanjut masak untuk menu makan siang.


Angga duduk di teras di temani Taufiq dan juga pak Sholeh. Tanpa nasa basi mereka bertiga bercerita apa saja, termasuk tentang kuliah Taufiq.


Taufiq menceritakan bagaimana Mario mrmperlakukannya, dan akirnya di angkat menjadi asisten dosennya.


"Assalamu'alaikum " Farida memberi Salam saat baru pulang dari sekolahnya


"Wa'alaikum salam, kok sudah pulang Fa, bolos ya" ucap Taufiq menggoda I Farida


"Mas, ya enggak lah, ini kan sabtu, jadi pulangnya cepat, oh ya Icha ikut gak Ko ?" cerocos Farida sambil menaruh sepeda nya di teras.


"Enggak, Fa, Icha lagi banyak tugas karena akan ada lomba di sekolahnya " jawab Angga senang


"Yeahhhh... Gak asyik deh" geritu Farida dan langsung masuk rumah


Semua yang ada di teras hanya bisa geleng geleng kepala melihat kelakuan Farida yang manja dan juga bawel.

__ADS_1


__ADS_2