
"Terima kasih sudah di perbolehkan nginep di sini, maaf merepotkan , kami pamit dulu, lain kali jika ada kesempatan kami main kesini lagi " pamit Angga pada bapak ibunya Tyas dengan sopan.
"Sama sama kami sangat senang Angga mau bertandang di gubuk kami, terima kasih sudah susah-susah ngantar Tyas pulang sampai rumah, maaf jika tempat dan jamuannya tidak berkenan di hati Angga " ucap pak Sholeh sopan dan ramah
"Nek, kakek, mbak Tyas, mbak Fafa Icha pulang dulu ya," pamit Clarisa sedih " kalau liburan panjang Icha kesini lagi bolehkan kek, nek ?" pinta Clarisa
"Tentu boleh sayang, kapanpun Icha boleh datang kesini" ucap bu Warsi lembut
"Iya, cha aku pasti kangen deh sama kamu, jangan lupa video call aku ya " ucap Farida bahagia karena bisa akrab dengan Clarisa
"Kalian berdua cocok banget sih " seru Tyas
"Habisnya aku gak punya adik sih, kan senang jika punya adik " jawab Farida
"Fa, suruh mbak mu cepet nikah biar punya adik dari mbak mu " ucap Angga tiba-tiba sambil melirik Tyas
"Mbak Tyasnya saja yang gak mau Ko, padahalkan sudah ada yang naksir " jawab Farida polos tanpa dosa
Angga langsung melirik Tyas, sedang bu Warsi yang ada di samping Farida langsung nimpuk lengan Farida.
"Siapa Fa?" tanya Angga penasaran dan sudah menahan api cemburunya
"Hehhehehhe, itu ehmmm.... " ucap Farida tidak diteruskan karena dapat cubitan dari dari bu Warsi
"Fa, anak kecil tidak boleh ngomong kaya gitu, mbak mu aja gak tahu apa-apa, kamu malah ngomong yang nggak nggak " ucap bu Warsi lembut
"Mana ada Fa, kamu itu ngawor saja " ucap Tyas santai
"Mbak saja yang nggak tahu, tanya saja sama ibuk, bapak siapa yang selalu menanyakan tentang mbak " cerocos Farida seolah tidak perduli dengan keadaan sekitar
"Sudah sudah jangan bertengkar " bu Warsi menengahi
"Baiklah kami pamit dulu bu, pak, Yas, setelah habis masa cutimu tunggu aku jemput jangan pulang sendiri " ucap Angga
"Gak usah repot repot Ko, biasanya juga pulang pergi sendiri " jawab Tyas cuek
"Aku ikut ya pa kalau jemput mbak Tyas, " ucap Clarisa
"Boleh, " jawab Angga singkat
__ADS_1
Angga dan Clarisa meninggalkan kediaman keluarga pak Sholeh di jemput sopir pak Wirawan. Pak Wirawan menunggu di hotel untuk pulang bareng, pak Wirawan tidak bisa ikut menjemput Angga karena ada pekerjaan yang harus di selesaikan sebelum kembali ke Surabaya.
Setelah kepergian Angga dan Clarisa, Tyas dan Farida menonton TV sambil jaga toko sedangkan bu Warsi pergi mengajar di TPA, pak Sholeh pergi ke sawah.
"Fa, siapa yang Fafa maksud tadi ?" tanya Tyas pada Farida yang duduk di samping Tyas
"Penasaran ya mbak, tanya saja sama ibuk bapak " jawab Farida tetap tidak mau kasih tahu
"Uhhhh kamu nih, " ucap Tyas menimpuk bantal ke kepala Farida
"Eh mbak, kelihatannya ya, tapi masih kelihatannya lho mbak, seperti Ko Angga itu suka deh sama mbak " ucap Farida yang tetap lihat TV.
"Anak kecil tahu apa !" ucap Tyas santai
"Yeahh, aku bukan anak kecil lagi mbak, sebentar lagi aku sudah masuk SMA lho, ingat lho mbak bapak sama ibuk pasti gak setuju, memang sih Ko Angga orangnya baik tapi kan kita beda keyakinan mbak " cerocos Farida
"Tahu " jawab Tyas singkat
"Fa beli sabun " terdengar orang memanggil
"Eh kang Tofa, sabun apa kang " bukan Farida yang berdiri mengambilkan malah Tyas yang mengambilkan
"Iya kang, dapat cuti satu bulan, ini rinsonya sama apa lagi kang?" tanya Tyas
"Gula 1 kg, kopi 1/2 kg sama indomie goreng 10 bungkus, sudah itu saja " ucap Tofa menyebutkan barang yang dibutuhkan
"Baik kang " jawab Tyas, dengan cekatan Tyas mengambilkan barang yang di inginkan Tofa.
Farida membantu memasukan barang belanjaan dalam tas kresek sedang Tyas yang menotal jumlah belanjaan yang harus di bayar oleh Tofa " Sudah kang ini " ucap Farida sambil menyodorkan kresek belanjannya sedang tyas mengambil uang kembaliannya.
"Sering seringlah main kerumah Yas, Anis gak ada temannya, ibuk sama bapak selalu kesawah aku sendiri harus kerja " ucap Tofa
"Inshaallah kang, kalau ibuk pas dirumah kau tak kerumah nemenin mbak Anis " ucap Tyas sopan
"Majikanmu sudah balik ?" tanya Tofa basa basi
"Sudah, barusan " jawab Tyas singkat
"Baiklah aku pulang dulu, jangan lupa sering seringlah main kerumah Yas" pamit Tofa, dan Tofa langsung meninggalkan toko bu Warsi
__ADS_1
"Inshaallah " jawab Tyas singkat
"Ehmmmm " Farida berdehem ria
"Kenapa, Fa ?" tanya Tyas menoleh ke arah Farida
"Gak apa-apa" jawab Farida dan kembali duduk.
Dalam perjalanan pulang Clarisa terus bercerita selama berada di rumah pak Sholeh, setelah capek bercerita Clarisa tertidur dalam pangkuan Angga. Kurang lebih 4 jam perjalanan sampailah mereka di kota Surabaya. Karena hari sudah hampir petang mobil langsung menuju ke kediaman pak Wirawan. Angga tidak masuk, setelah Clarisa dan pak Wirawan mobil kembali melaju untuk mengantar Angga pulang ke kediaman bu Saras.
"Selamat sore Pak, Icah mbak kangen " sapa Yuni saat membuka pintu rumah. Dan Yuni langsung memeluk Clarisa yang di gandeng pak Wirawan.
"Sore Yun, pada kemana kok sepi ?" tanya pak Wirawan
"Bu Merry di ruang kerja, Ibu Lisa ada di kamar katanya kurang enek badan " jawab Yuni sopan
"Baiklah, tolong mandikan Icha dan ganti pakaiannya" pinta pak Wirawan
"Baik pak" jawab Yuni dan langsung membawa Clarisa masuk ke kamar Clarisa.
"Bagaimana Cha ? Kelihatannya kamu senang sekali ?" tanya Yuni saat berada di kamar Clarisa
"Senang banget mbak, Icha punya banyak teman di rumahnya mbak Tyas, Icha pergi ke sawah, lihat sapi, lihat ayam, lihat kambing pokoknya banyak sekali binatangnya " ucap Calrisa menceritakan semua pada Yuni sambil mandi. Yuni dan Clarisa berada di kamar untuk mandi dan ganti baju sebelum makan malam di mulai
"Ma, kenapa ?mama sakit ?" tanya pak Wirawan saat masuk kamar dan menghampiri ranjang tempat bu Lisa berbaring
"Eh, sudah sampai pa ?" jawab bu Lisa dan langsung bangun untuk duduk " Cuma masuk angin pa " jawab Lisa yang sudah duduk
"Ya, sudah aku mandi dulu sebentar lagi kita makan malam, apa perlu papa panggilkan dokter ?" tanya pak Wirawan yang masih duduk di samping bu Lisa
"Gak usah pa, sebentar lagi juga sembuh " ucap Bu Lisa
Jam 7 malam keluarga pak Wirawan sudah berkumpul di meja makan untuk menyantap hidangan makan malam. Clarisa dengan antusiasnya menceritakan semua sewaktu berada di kampung Tyas. Semua yang ada di meja makan hanya mendengarkan Clarisa bercerita dengan seksama sambil menikmati makan malamnya. Selesai makan malam smeua kembali beraaktifas masing masing, Clarisa dan Yuni masuk ke kamar Clarisa, bu Lisa dan pak Wirawan masuk ke kamar sedangkan Merry melanjutkan pekerjaannya.
"Mama tidak menyangka pa, ternyata kedatanganan Angga bisa membuat perubahan besar pada Icha " ucap bu Lisa yang duduk di ranjang
"Dari dulu papa tahu, Angga sangat menyayangi Icha dan keluarga ma," ucap pak Wirawan
"Sekarang mama sadar, mama terlalu egois " ucap bu Lisa menyesal dan menitikan air mata.
__ADS_1
"Semua sudah berlalu ma, mungkin mereka berdua tidak berjodoh ikhlaskan saja, kita tidur papa capek, beruntung sekarang Merry sudah bisa menjalankan bisnis kita " ucap pak Wirawan dan merebahkan diri di atas kasur dan si susul bu Lisa.