Bukan Jodoh

Bukan Jodoh
Bab 10


__ADS_3

semakin lama Nia dan Bobi semakin dekat, Bahkan Bobi sudah mengenalkan Nia kepada orang tua nya. Dan orang tua nya juga setuju-setuju aja dengan pilihan Bobi. Bobi mengenalkan Nia kepada orang tua nya sebagai kekasih nya dan berniat untuk menjalin hubungan yang serius dengan Nia. Orang tua nya juga mendukung hubungan mereka.


Bobi mengenalkan Nia pada orang tua nya lewat video call.


"Assalamualaikum mah, apa kabar?" kata Bobi pada mamah nya.


"wa'alaikumsalam Bobi. Alhamdulillah baik Bob. Bobi apa kabar?" tanya ibu Bobi.


"Alhamdulillah mah kabar Bobi baik. mah, kenalin ini ada Nia yang suka Bobi ceritain ke mamah." kata Bobi.


"oh ini yang nama nya Nia. salam kenal Nia." kata ibu Bobi.


"oh iya Bu, salam kenal Bu." kata Nia.


Lalu ibu nya bertanya pada Nia, "kenal dengan Bobi dari mana Nia?"


"Di kenalin sama Ridwan teman nya Bobi bu." kata Nia.


"oh iya. Nia Rumah nya dimana?" kata ibu Bobi.


"Di tasik Bu." kata Nia.

__ADS_1


"oh." kata ibu Bobi


Kemudian Bobi bertanya pada mamah nya, "mah, kalau aku nikah sama Nia, mamah gimana setuju gak?"


"ya mamah mah setuju-setuju aja. kalau kalian nya merasa cocok, ya mamah ngikut aja. gak bakal ngelarang." kata ibu Bobi.


"oh iya kalau mamah setuju aku dan Nia mau menjalin hubungan yang serius untuk kedepan nya." kata Bobi.


"iya. nanti ketemu aja dulu, kalau kalian merasa cocok ya mamah setuju aja." kata ibu Bobi.


"iya mah." kata Bobi.


Beberapa hari setelah tau kalau orang tua nya mengizinkan Bobi dengan Nia, mereka menjadi semakin dekat.


Kali ini yang mereka obrolan bukan lagi hal-hal yang gak penting atau hanya sekedar bercanda. Sekarang mereka sudah mulai membicarakan masa depan.


Dari mulai membicarakan mau mengadakan pernikahan seperti apa, sampai membicarakan mau punya anak berapa.


Di hari berikutnya Bobi video call Nia hampir tiap hari sepulang Nia kerja.


"Nia nanti kalau kita nikah, resepsi pernikahan nya mau kaya gimna?" tanya Bobi.

__ADS_1


"ya aku mh pengen nya ya biasa aja. Gak perlu mewah-mewah juga. sayang kalau resepsinya terlalu mewah. dari pada buat resepsi yang mewah banget, mending uangnya di pake buat nanti setelah nikah." kata Nia.


"maksudnya akad doang sama makan-makan keluarga doang?" Tanya Bobi.


"ya gak gitu kak. maksud Nia tuh, kita bikin resepsi pernikahan nya ya gak harus mewah-mewah banget ya cuman ngundang orang-orang yang kita kenal aja,seperti saudara, Teman-teman kita, tetangga-tetangga kita, gtu aja gak harus ada orgen dangdutan, atau manggil penyanyi, atau apa ke. Nia gak perlu itu." kata Nia.


"oh gitu. Tapi aku pengen nya kita adakan hiburan apa gitu, minimal artis dangdut, atau apa ke. kan gengsi malu sama keluarga dan tetangga-tetangga kamu. masa Bos Bali resepsi pernikahan nya gitu doang." kata Bobi.


"oh gitu. ya udah aku ngikut kamu aja deh mau gimana-gimana juga." kata Nia.


"nanti sovenir nya mau apa?" tanya Bobi.


"ya kan masalah sovenir mah itu dari perempuan ya? jadi aku gak mau yang mahal-mahal." kata Nia.


"gak apa-apa Nia sovenir nya yang bagus aja, nanti aku yang bayarin ko." kata Bobi.


"oh ya udah kalau kakak yang bayarin, aku ngikut kakak aja deh." kata Nia.


Bobi adalah orang yang selalu ingin terlihat sempurna di mata keluarga Nia, tetangga-tetangganya, dan di mata orang lain. Dia gak mau di nilai biasa aja, gengsi nya selangit. Apa-apa harus perfect di mata dia.


Sedangkan Nia adalah orang yang gak mau ribet. Selama Bobi mau menanggung biaya nya Nia setuju-setuju aja.

__ADS_1


__ADS_2