
Drrrrrrttttt... Drrrrrrttttt.... Drrrrrrttttt
Hp Tyas di atas meja berdering, saat di cek nama ibunya yang muncul dengan cepat Tyas menggeser tombol hijau.
📳 "Assalamu'alaikum Buk, pripun pawartose kok dengaren takseh enjing sampun telpon kulo wonten nopo nggih Buk ?" sapa Tyas saat dilayar hp sudah terlihat wajah Ibunya.
📳"Wa'alaikum salam Yas, iki lho Yas ibuk mung arep ngandani awakmu yen majikanmu wes rene ngeterne titipanmu, karo kang Tofa " jawab Bu Warsi menjelaskan
📳 "Kok kaleh kang Tofa to Buk??" tanya Tyas heran
📳 "Jarene majikanmu kuwi yo bos e kang Tofa ngono, dadine iki mang wonge rene digonceng kang Tofa, terus kok akehmen kui opo ae sing mbok tuku Yas, omongmu mung klambi 4 setel, nek 4 setel kok nganti sak tas gede ". ucap Bu Warsi menjelaskan panjang lebar.
📳"Saestu lo Buk namung 4 setel, sampun di tinggali nopo dereng isine nopo kok ngantos sak tas ageng niku ?, sak niki kang Tofa nopo sampun dateng griyo Buk? " tanya Tyas dengan hati penasaran
📳"Yo urong Yas, engko nek wonge wes mulih, kang Tofa yowes meh setahun nang omah, yowes tak patenane disek engko nek wes tak buka tak kandani neh, wassalamu'alaikum Yas, sing ngati ngati leh nyambut gawe " pesan Bu Warsi megakiri video callnya dengan Tyas.
📳"Inggih Buk, wa'alaikum salam " jawab Tyas dan kembali melanjutkan pekerjaannya
Saat Bu Warsi pergi ke ruang tamu, ternyata di ruang tamu tidak mendapati mereka bertiga. Karena penasaran Bu Warsi mencari mereka bertiga, dan ketemunya di kandang kambing dan sapi yang ada di belakang rumah. Pak Wirawan sangat senang pagi pagi bisa menikmati pemandangan desa yang asri karena masih banyak sawah di kampung Tyas.
"Lho kok malah di kandang ngobrolnya ", sapa Bu Warsi saat menemui mereka bertiga.
"Iya pingin lihat kandang dan sawah Bu" jawab Pak Wirawan bahagia
"Ya beginilah keadaan di kampung Pak, jangan kapok untuk datang kesini Pak " ucap Bu Warsi sopan
"Iya Pak, kalau Bapak pas ada di kota ini boleh datang lagi kesini, suatu kehormatan bagi kami jika Bapak berkenan untuk berkunjung di gubuk kami ini " ucap Pak Sholeh pada Pak Wirawan.
__ADS_1
"Terima kasih banyak Pak, Bu, lain kali saya pasti kesini lagi, lagian sekarang saya sudah tahu rumahnya dan Tyas sudah kami anggap keluarga sendiri, pasti saya dan keluarga bakal sering sering kesini " jawab Pak Wirawan.
Saat mereka semua berada di kandang belakang Farida pulang karena penasaran dengan hadiah dari sang kakak.
"Assalamu'alaikum Buk, Ibuk " teriak Farida keras keras
"Wa'alaikum salam, nang kandang buri nduk " jawab Bu Warsi tak kalah keras.
Mendengar jawaban dari sang Ibu Farida langsung menuju kandang belakang.
"Rene nduk salim disek karo Bapak iki majikane mbak ayumu lan karo kang Tofa " perintah Pak Sholeha
"Inggih Pak " jawab Farida singkat dan langsung Salam an dengan Pak Wirawan dan Tofa.
Setelah hampir satu jam mereka ngobrol Pak Wirawan dan Tofa pamit karena jam sudah menunjukan pukul 9. Mereka berdua langsung meluncur menuju hotel tempat Pak Wirawan menginap. Setelah mengantar Pak Wirawan Tofa menuju kantornya untuk persiapan metting dengan pihak hotel dan juga Pak Wirawan sendiri.
Setelah kepergian Pak Wirawan dan Tofa Farida dengan tidak sabar langsung membuka tas hitam yang dari Pak Wirawan. Begitu membuka tas Farida sangat senang karena isinya tidak hanya baju seperti Tyas bilang namun ada beberapa kotak coklat dan beberapa baju lagi.
"Sing sak kotak iki engko terno gone Mbah Sri yo Da " ucap Bu Warsi sambil menyisihkan satu kotak coklat merk ferrero rocher.
"Inggih Buk " jawab Farida senang sambil menikmati coklat yang sudah di bukanya.
"Sing kanggo Taufiq ambi Faisal Buk ojo lali" ucap Pak sholeh mengingatkan
"Inggih Pak, sampun kok " jawab Bu Warsi sopan.
Sambil membuka tas Bu Warsi melakukan video call dengan Tyas. Tyas sangat heran dengan isi tasnya karena tidak sesuai dengan yang dia beli, ternyata Pak Wirawan yang menambahi beberapa coklat dan baju. Mereka bertiga sangat bahagia mendapat kiriman dari Tyas. Bu Warsi menyisihkan baju dan coklat untuk anak anaknya, dan juga menyisihkan 2 kotak untuk di bagi ke tetangga kanan kiri.
__ADS_1
Tyas masih kepikiran dengan isi tas yang di kirim Pak Wirawan ke keluarganya,sehingga membuat Tyas tidak fokus dengan pekerjaannya. Saat Angga me0manggil Tyas, Tyas tidak cepat tanggap malah ngelamun entah kemana.
"Yas, kenapa kamu kok ngelamun saja ?" tanya Angga pada Tyas yang hanya melihat laptop namun tidak mengerjakan sesuatu
"Yas, Tyassss" Angga kembali me manggil Tyas
"Oh ya, ada apa Ko ?" jawab Tyas gugup
"Ada masalah kah??. Kok kamu ngelamun saja ?" tanya Angga
"Nggak kok Ko, cuma heran saja Pak Wirawan membelikan banyak oleh oleh buat keluargaku, tadi di hitung adik ada 10 kotak coklat ferrero yang besar, dan juga bajunya di tambahi setiap orang dapat tambahan 1 baju", ucap Tyas menjelaskan
"Ohhh itu, Berarti rejekinya keluargamu lagian kalau cuma segitu masih sedikit bagi Papa, tolong bantuin ngeprin ini Yas ", kata Angga meminta tolong pada Tyas.
Dengan cekatan Tyas langsung menuju ranjang Angga mengambil laptop yang ada di pangkuan Angga. Karena Angga dan Tyas harus memenyelesaikan pekerjaannya maka Clarisa hanya bermain di temani Yuni.
Waktu terus berlalu Angga semakin bersemangat untuk terapi, Sandra dan Bu Saras sudah kembali ke Indonesia lebih cepat. Yuni dan Clarisa tetap di Singapore sampai libur panjang habis. Selama berada di Singapore Clarisa selalu mendampingi Angga untuk terapi.
Mendapat dukungan dari Clarisa, maka semakin tinggi keinginan Angga untuk cepat sembuh dan bisa segera berjalan.
Setelah hampir 2 minggu Clarisa dan Yuni berada di Singapore dan waktu untuk liburan juga sudah selesai maka mereka berdua pamit pulang. Yuni dan Clarisa kembali ke Indonesia di jemput oleh sekertarisnya Pak Wirawan, karena Pak Wirawan dan Merry sangat sibuk dengan pekerjaannya maka mereka berdua tidak sempat untuk menjemput Yuni dan Clarisa.
Dengan berat hati dan penuh airmata Clarisa pamit ke Angga begitu pula Angga menitikan airmata.
"Cha, yang pintar ya, jangan cengeng, Yun tolong jaga Icha " pinta Angga dengan suara parau
"Iya Pa, Papa hati hati, Icha pulang dulu " ucap Clarisa masih dalam pelukan Angga
__ADS_1
"Baik Pak, Bapak jangan kawatir Icha akan saya jaga, " jawab Yuni sopan.
"Terima kasih Yun " jawab Angga