
Jam 6 pagi Angga, Tyas, Clarisa, pak Wirawan dan sang sopir meninggalkan kota Surabaya dengan mengendari mobil alpaard milik pak Wirawan. Dengan kecepatan sedang mobil alpaard warna hitam metalik membelah padatnya jalanan kota. Angga, Clarisa dan Tyas duduk di bangku penumpang, sedangkan pak Wirawan duduk di bangku depan sebelah kemudi. Sepanjang jalan Clarisa Clarisa berceloteh dan bernyanyi nyanyi ria, pak Wirawan sangat senang melihat Clarisa yang begitu bahagia.
Kurang lebih 4 jam perjalanan dari kota Surabaya ke kota tempat tinggal Tyas. Sekitar jam 10 pagi lebih sedikit sebuah mobil alpaard hitam metalik memasuki pekarangan rumah kedua orang tua Tyas.
Pak Sholeh dan bu Warsi sudah berdiri di depan rumah untuk menyambut kedatangan mereka. Tyas langsung turun duluan mengucap Salam dan langsung memeluk ibunya, Tyas tak menghiraukan yang lainnya" Assalamu'alaikum Ibuk" ucap Tyas dalam pelukan ibunya
"Wa'alaikum salam, ayo masuk dulu gak enak diihat tetangga " ucap bu Warsi dan menuntut Tyas masuk " Mari masuk dulu " ucap bu Warsi mempersilahkan semua tamunya.
Pak Sholeh dan Pak Wirawan sudah asyik sendiri berbicang bincang, pak Wirawan sudah beberapa kali datang ke kediaman orang tua Tyas jadi mereka sudah lumayan akrab.
"Pak Sholeh ini kenalkan ini Angga anak laki laki saya dan cucu saya Clarisa " ucap Pak Wirawan memperkenalkan Angga dan Clarisa. Pak Wirawan memperkenalkan Angga sebagai anak bukan sebagai mantan menantu, pak Sholeh paham karena Pak Wirawan dan Tyas juga sudah menceritakan semua tentang Angga dan Merry.
"Selamat pagi Pak, saya Angga " ucap Angga memperkenalkan diri dan langsung salaman.
"Sholeh, Bapaknya Tyas, terima kasih sudah sudu datang ke gubuk kami " ucap Pak Sholeh sopan. "Anak manis cantik siapa namanya ?" tanya pak Sholeh pada Clarisa
"Clarisa kek, " ucap Clarisa langsung salaman sama Bapaknya Tyas dan juga ibunya tyas.
__ADS_1
Tidak lama bu Warsi kembali dari dapur dan membawa nampan berisi kopi dan teh panas serta camilan "
"Silahkan di minum, hanya ada air" bu Warsi mempersilahkan tamunya
"Adik dateng pundi buk? Kok sepen?" tanya Tyas pada ibunya
"Adimu yo sekolah, yahmene durung mulih to Yas, iki mang kan jek dino sabtu jam 1 an Adimu tekan omah " jawab bu Warsi
"Di sini enak ya Pa, banyak anak anak berlarian dan bermain " ucap Clarisa saat melihat beberapa anak kecil seusianya yang sedang bermain di halaman tetangganya orang tua Tyas
"Di kampung ya Begini Cha, Icha mau bermain sama mereka, tapi nanti saja setelah makan siang, dan jangan lupa minta ijin sama papa dulu " ucap Tyas sambil senyum
"Nanti jam 3 an banyak anak anak bermain di sebelah kadang di sini" ucap bu Warsi menambahkan
"Ibuk mangke mucal nopo mboten ?" tanya Tyas pada ibunya yang duduk di sebelahnya
"Yo mulang to Yas, wong yo mung sak jam ae Yas, ayo ngewangi ibuk nyiapne gawe maem wes awan ki " ucap bu Warsi menggeret Tyas untuk menuju dapur
__ADS_1
"Icha ikut mbak Tyas " pinta Clarisa
"Ayo cha " ajak Tyas Clarisa langsung berdiri dan mengikuti langka Tyas dan bu Warsi menuju dapur.
Di dapur Tyas dan bu Warsi sibuk menata piring dan menu makan siang, menu yang sangat sederhana sayur lodeh, lele goreng, sambel, krupuk dan juga tempe goreng. Clarisa banyak bertanya tentang apa yang di lihat di dapur mulai dari tanya tentang kendi, kwali dan ketika melihat ayam Clarisa sangat girang dan mengejar ngejar anak ayam. Bu Warsi dan Tyas hanya bisa tertawa dan geleng geleng kepala melihat tingkah Clarisa.
Sedang para kaum bapak bapak berada di ruang tamu untuk ngobrol hal hal sederhana.
"Pak Angga bagaimana sekarang sudah baik kan ?" tanya pak Sholeh basa basi
"Sudah pak, jangan panggil saya pak, cukup panggil Angga saja sama seperti Papa manggil saya " ucap Angga sopan
"Iya pak Sholeh panggil Angga saja, Anggap saja seperti anak sendiri, kemarin malam waktu acara tasyakuran kita juga ketemu Taufiq, dan ternyata dosennya taufiq itu menantunya bu Saras suami dari sepupunya Angga yang bernama Sandra. Saya kemarin juga kaged ternyata Taufiq jadi asisten dosennya Mario suaminya Sandra. Rencana Tuhan benar benar Indah, saya bersyukur dipertemukan dengan keluarga Pak Sholeh yang begitu baik " cerita pak Wirawan bahagia
"Baiklah kalau begitu, nak Angga jangan sungkan sungkan, Papamu setiap kali ke hotel selalu mampir kesini, oh ya bapak sekalian titip Tyas maafkan kelakuan Tyas jika anaknya keras kepala " ucap Pak Sholeh
"Gak kesini rasanya kurang " ucap Pak Wirawan dan di barengi tawa renyah serenyah krupuk udang
__ADS_1
"Iya pak saya akan jaga Tyas, dan berkat keras kepalanya Tyas saya sembuh lebih cepat dari perkiraan, tadinya dokter memvonis saya minimal 5 tahun baru sembuh Total. Namun Tuhan berkehendak lain hanya 2, 5 tahun sudah sembuh total, biar Tyas keras kepala, sangat rajin dan juga sabar " ucap Angga memuji Tyas