
Suasana pagi hari di apartments Angga beda dari biasanya karena kehadiran Clarisa dan membuat seisi apartments heboh. Clarisa yang begitu antusias dan tidak sabar untuk bisa jalan jalan di negara Singapore, bangun pagi pagi sekali minta mandi dan di dandani padahal penduduk yang bangun baru Tyas dan Yuni karena harus menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslimah.
Namanya juga anak kecil yang masih polos jalan jalan adalah sesuatu yang membahagiakan. Karena kehebohan Clarisa Angga juga ikut bangun begitu juga Bu Saras dan Sandra hanya Louise yang belum bangun karena terlalu capek.
Untuk menghibur Clarisa Sandra dan Bu Saras mengajak Clarisa jogging di area apartments dan olah raga ringan di taman yang ada alat olah raganya.
Tyas dan Yuni sibuk di dapur untuk menyiapkan menu sarapan pagi, Angga nonton TV di kamar sambil olah raga ringan walau hanya menggerakkan otot lengan dan leher.
Seperti yang sudah terjadwal, Dokter farika datang tepat waktu untuk terapi Angga. Hari ini Angga nampak lebih bersemangat untuk menjalani terapinya, karena Angga mau ngajak jalan jalan Clarisa maka terapi hanya satu jam saja.
"Hari ini sangat hasilnya bagus, rajin dan teruslah berlatih Pak Angga, dengan begitu Pak Angga bisa lebih cepat untuk bisa jalan. " ucap Dokter Farika
"Sus, mbak Tyas untuk latihan harian mulai minggu depan tambahi 15 menit, " ucap Dokter Farika pada suster Caroline dan Tyas.
"Baik dok" jawab Tyas dan Suster Caroline bersamaan
"Dok kenalin ini Clarisa anaku " ucap Angga memperkenalkan Clarisa pada Dokter Farika
"Hai cantik, bagaimana kabarnya sayang ?" sapa dokter Farika pada Clarisa yang duduk di sofa.
"Baik bu Dokter " jawab Clarisa malu malu
"Icha ayo salim sama bu Dokter dan bilang terima kasih karena sudah mengobati Papa " ucap Bu Saras yang duduk dekat Clarisa
"Terima kasih Bu Dokter karena sudah mengobati Papanya Icha " ucap Clarisa dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Dokter Farika.
Dengan hangat Dokter Farika menyambut uluran tangan Clarisa dan berjabat tangan dan memuji Clarisa ."Anak pintar!!, kesini sama siapa cantik ?" tanya dokter Farika pada Clarisa
"Sama Opa, tante Sandra, nenek, Om Dion dan mbak Yuni Bu Dokter " jawab Clarisa Polos
__ADS_1
Setelah ngobrol beberapa saat dokter Farika pamit pulang dan seluruh anggota keluarga bersiap siap untuk pergi jalan jalan. Pak Dion dan Pak Wirawan sengaja tidak naik mereka berdua menunggu di bawah apartments. Karena Louise harus masuk kerja maka Louise tidak ikut dan mereka semua naik taxi dengan memanggil 2 taxi langsung menuju Marina Square

Begitu sampai di Marina Square meraka langsung menuju restaurant untuk makan siang, walau tanpa mamanya Clarisa tetap bahagia karena Clarisa sudah terbiasa pergi sendiri dengan Clarisa.
Dengan antusias dan semangat 45 Clarisa berjalan di gandeng Sandra dan mereka sudah seperti berkampanye jalan beriringan. Karena Angga menggunakan kursi roda listrik maka Tyas hanya jalan di sebelahnya di temani Pak Wirawan dan Pak Dion untuk masuk di toko kusus laki laki. Angga, Pak Wirawan dan Pak Dion belanja beberapa lembar baju pria, dan tidak ketinggalan Tyas juga beli baju untuk ayah dan adik adiknya di kampung.
"Ko, tolong nanti bayari dulu ya aku mau belikan baju untuk bapak dan adik " bisik Tyas pada Angga takut kedengaran Pak Wirawan
"Baik beli saja, lagian atm yang bawa juga kamu Yas" ucap Angga mengabulkan permintaan Tyas
"Makasih Ko, aku kan belum gajian nanti potong saja dari gajiku ya Ko hehehe " ucap Tyas sambil senyum senang
Pak Wirawan dan Pak Dion sibuk mencoba mencoba beberapa baju. Pak Wirawan mengirim pesan ke Sandra untuk membayari dulu belanjaan Clarisa dan juga Yuni, karena Pak Wirawan lupa tidak ngadih kartu atm ke Yuni.
"Yas apa kamu gak beli untuk kamu sendiri ?" tanya Pak Wirawan pada Tyas yang sudah selesai belanja dan juga sudah membayarnya.
"Untuk keluargamu mungkin !" ucap Pak Wirawan mengingatkan
"Sudah Pak,.untuk bapak dan adik laki laki saya tinggal beli untuk ibuk dan adik perempuan saja yang belum " jawab Tyas
"Kalau sudah milih sini jadikan satu biar bapak yang bayari, Pak Dion kalau sudah jadikan satu juga biar aku bayari " ucap Pak Wirawan
"Punyaku dan Tyas sudah tak bayar Pa" ucap Angga
"Tidak usah Pak biar saya bayar sendiri saja " jawab Pak Dion sopan
"Ah sudahlag Pak Dion biar saya yang bayar anggap saja bentuk syukur saya karena bisa melihat Icha dan Angga bahagia " ucap Pak Wirawan dengan sorot mata penuh kebahagiaan
__ADS_1
Sedangkan yang lain masuk di toko wanita dan anak anak, Yuni dan Sandra dengan telatennya memilihkan baju, sepatu dan juga tas buat Clarisa serta pernak pernik anak anak. Bu Saras karena capek hanya duduk di bangku yang di seduajan oleh pemilik toko.
Tidak lama datanglah Angga, Tyas, Pak Dion dan Pak Wirawan masuk di toko anak anak. Clarisa masih sibuk memilih milih dan memutari toko.
"Sudah selesai Pak" sapa Bu Saras
"Sudah, Ibu gak belanjakah ?" tanya Pak Wirawan pada Bu Saras
"Gak pak, sudah terlalu banyak baju takut gak sempat pakai kan eman eman Pak, lagian saya sering datang kesini " ucap Bu Saras
Tidak lama Clarisa selesai sudah acara Clarisa belanja, dan lanjut belanja untuk Sandra Tyas dan Yuni. Angga di temani Pak Wirawan dan Pak Dion duduk di coffee shop untuk menikmati makanan ringan atau sekedar minum es.
Dan para wanita dengan senang hati bergerilya dari toko satu ke toko lainnya untuk beli keperluan dan namanya juga perempuan pasti cari discount an.
"Yas lihat ayuk kesana ada discount baju sama sepatu " ucap Sandra sambil menunjuk ke toko baju wanita. "Yuni ayo cepet " seru Sandra
"Ayuk " sahut Tyas dan Yuni bersamaan dengan senyum bahagia
"Hadiuh kalian ini kalau sudah lihat discount kaya dapat emas segunung " ucap Bu Saras dan tetap mengikuti langkah Sandra Tyas dan Yuni yang tetap menggandeng Clarisa
Begitu sampai di toko mereka bertiga sibuk milih milih baju ataupun sepatu yang sedang discount.
"Setelah kamu kecelakaan Ngga hari ini hari paling membahagiakan buat Papa " ucap Pak Wirawan bahagia
"Angga juga Pa, bisa memeluk Icha sudah seperti mendapatkan kekuatan baru buat Angga " ucap Angga tak kalah bahagia
"Pak Dion bagaimana rasanya bekerja dengan Sandra, maaf mungkin Sandra belum professional " ucap Angga
"Saya suka Pak, toh tidak jauh beda dengan anda Pak, dan untuk pemula di dunia bisnis Ce Sandra sudah cukup professional, Ce Sandra dengan mudahnya bisa mengimbangi kinerja saya dan juga Bu Saras " Pak Dion menjelaskan pada Angga.
__ADS_1
Mereka bertiga bercerita tentang pekerjaan masing masing sampai sampai Angga lupa kalau dirinya sedang sakit.
(kebahagianku adalah ketika melihat orang yang aku sayangi bahagia @ Anggara Setiawan …❤️❤️sayangku❤️❤️ Clarisa )