
brukkk
Arin jatuh dari pelukan pak Herman, pak Herman panik .
semua orang panik tidak terkecuali bio, pak Herman yang hendak menggendong Arin terlihat kesusahan.
Dengan sigap bio menghampiri ketiga orang tersebut hendak menggantikan pak Herman untuk menggendong Arin .
" biar saya saja pak " kata bio yang langsung mengambil alih tubuh Arin
sekejap jantung bio berdegup kencang. bio memandang wajah Arin yang teduh dan sembab matanya
tubuh nya seperti bergetar sepertinya ada aliran listrik yang mengalir dari tubuh wanita ini.
Aiptu bio menggendong Arin menuju mobilnya, membaringkan tubuh Arin di belakang kemudi. Lea di persilahkan kan masuk kedalam mobil dibagian belakang dengan paha Lea sebagai tumpuan. dan pak Herman di samping kemudi bersama Aiptu bio.
mobil melaju dengan kecepatan 90 km/jam. Lea terus mengelus pipi Arin berharap Arin segera sadar,wajah Lea terlihat cemas dan juga kelelahan.
butuh waktu 10 menit untuk sampai ke rumah sakit.
Aiptu bio membuka pintu penumpang, menggendong tubuh Arin yang lemah.
para perawat rumah sakit sigap memberikan pertolongan di ruang UGD
pintu UGD ditutup dan para kerabat pasien di antar keluar untuk menunggu di luar ruangan.
pak Herman dan Lea duduk di kursi ruang tunggu yang terletak tidak jauh dari ruang UGD
__ADS_1
sementara Aiptu bio bersandar di samping pintu UGD
apa yang terjadi ? apa dia kelelahan ??
debaran jantungku ini lebih cepat dari biasanya, Rasa cemas mendominasi
rasa apa ini???? batin bio
sementara Lea yang menyadari suara ponsel dari dalam tas nya. dia mengangkat dan beberapa lama mendengarkan suara dari ponselnya, tanpa sepatah kata pun dia menutup panggilan dari ponselnya
Lea memberanikan diri untuk bicara, yang sedari tadi dia hanya diam tidak berani mengeluarkan sepatah kata pun saat menjaga Arin di kantor polisi
" om , Lea izin pulang sebentar ya... hari ini ayah pulang, ibu menyuruh ku untuk segera pulang." kata nya dengan nada bicara yang sepertinya Lea enggan pulang sebelum tau keadaan sahabatnya itu.
" terimakasih Lea, pulang lah... bapak tunggu sini . bapak akan menjaga nya, tolong mampirlah ke rumah , beritahu kan kalo saya dan Lea ada disini kepada bu Sri" pinta pak Herman
pak Herman mengangguk. Lea menjabat tangan pak Herman dan bergegas pulang
sudah 15 menit Arin di dalam ruang UGD. dokter belum juga keluar.
setelah tau Lea pergi Aiptu bio mendekati pak Herman dan duduk di sebelahnya tanpa sepatah kata.
kabar keadaanya aku sangat menantikan. hingga aku terlihat bodoh menunggu gadis yang belum berganti hari aku kenal. batin bio
tak selang beberapa lama dokter keluar dari ruang pemeriksaan.
pak Herman bergegas menghampiri dokter yang menangani anak nya tersebut
__ADS_1
" bagaimana keadaan anak saya dok??? " tanyanya panik
Aiptu bio mengampiri pak herman dan berdiri di belakang nya
" nona kanaya baik baik saya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. dia hanya kelelahan dan kekurangan nutrisi dan sedikit tertekan. Anda sudah di perbolehkan. melihatnya" terang dokter tersebut
pak Herman menghembuskan nafas nya . sepertinya ada beban yang sedikit terbebas bersamaan dengan hembusan nafas nya.
pak Herman dan Aiptu bio bergegas masuk.
mereka melihat keadaan Arin yang terpasang jarum infus di lengannya.
bio tidak henti hentinya mengamati wajah Arin, ada perasaan lega didalam batin nya.
Aiptu yang sadar telah mengamati Arin begitu lama tersadar dari lamunannya.
" pak . saya pamit ke kantor lagi ada beberapa berkas yang harus saya urus" kata nya berpamitan kepada pak Herman
" terimakasih Aiptu bio atas bantuannya" menjabat tangan bio
bio yang telah berpamitan pergi keluar ruangan. hati nya sepertinya enggan meninggalkan wanita tersebut, tapi karena sudah terlalu lama di rumah sakit maka dia segera harus kembali ke kantor..
🌼🏵️🌸🏵️
maaf ya gaes... jika ada salah salah dalam pengetikan
mohon bantuan nya
__ADS_1