Bukan Jodoh

Bukan Jodoh
Part 68


__ADS_3

McDonald's itulah tujuan selanjutnya setelah puas bermain main di taman, capek dan haus pastinya yang di rasakan Yuni, Tyas dan Clarisa. Begitu sampai di McDonald's mereka berempat memesan makanan sesuai sekera masing masing.


Angga sangat senang melihat tingkah mereka bertiga, Tyas dan Yuni yang mudah akrab satu sama lain di tambah ocehan polos dari Clarisa. Tidak lama datanglah Pak Wirawan dan Pak Dion ikut gabung di McDonald's. Suasana di McDonald's tambah seru karena lelucon demi lelucon telah di lontarkan.


"Kalau sudah selesai ayo pulang sudah sore," ajak Angga


Semuanya setuju dengan ajakan Angga di tambah Tyas Yuni dan Clarisa belum mandi. Di apartments Angga hari ini sangatlah ramai karena semua telah berkumpul santai tanpa membicarakan pekerjaan atau masalah yang memberatkan. Dan untuk makan malam mereka milih order saja agar tidak repot, sengaja tidak masak agar lebih lama bercengkerama untuk mersakan hangatnya sebuah ke bersamaan dalam kekeluargaan. Karena jarang banget moments seperti ini karena mereka pasti di sibukan dengan pekerjaan masing masing.


"Yas besok aku ada jadwal terapi apa tidak ?" tanya Angga pada Tyas yang duduk di lantai sambil nonton TV.


"Ada ko seperti biasa ?" jawab Tyas enteng


"Boleh di cancel gak Yas, pingin jalan jalan sama Icha ?" tanya Angga


"Kalau di cancel boleh saja Ko, tapi ya itu pasti memperlambat kesembuhan Koko, Koko mau gak sembuh sembuh " ucap Tyas


"Modus Koko saja itu Yas biar berlama lama di Singapore" ucap Sandra


"Ya nggak sih Yas, Sand, aku juga mau cepet sembuh biar bisa nepati janjiku pada seseorang " ucap Angga singkat


"Hayioooo Koko, sudah punya janji sama siapa ituui!!"" ucap Tyas, Sandra dan juga Louise berbarengan seperti paduan suara


"Pa Icha temenin ya terapinya,supaya Papa cepat sembuh " ucap Clarisa antusias


"Terima kasih sayang " jawab Angga bahagia


"Ko janji pada siapa sih ?" sesak Sandra penasaran


"Bila waktunya tiba juga tahu Sand" ucap Angga singkat

__ADS_1


"Koko gitu amat sih " timpal Tyas


"Iya Koko gak asyik main rahasia an segala " ucap Louise


"Hahahhahahaa hahaha " Angga tidak menjawab malah tertawa terbahak bahak


"Kokoooooooooooo" teriak Tyas Sandra dan Louise bersamaan dan melempar bantal ke arah Angga


"Pak Dion, Pak Wirawan terima kasih lho sudah repot repot datang menjenguk Angga saya sangat senang sekali terlalu langka moment seperti ini bisa melihat mereka bisa tertawa bersama suatu anugerah terindah bagi saya " ucap Bu Saras terharu dengan situasi malam ini.


"Sama sama Bu, saya senang bisa di beri kesempatan untuk ikut menjenguk Pak Angga " jawab Pak Dion


"Ya saya juga turut bahagia Bu bisa melihat mereka bahagia seperti sekarang, dan saya baru kali ini melihat Angga bisa tertawa lepas, penuh kebahagiaan " ucap Pak Wirawan juga ikut terharu


Mereka bersendau gurau bercengkerama bahkan Louise, Tyas, Yuni, Sandra serta Clarisa main kejar kejar kejaran di dalam apartment. Suasana gaduh riuh mendomonasi apartments Angga malam ini Bu Saras, Pak Wirawan, Pak Dion serta Angga tak henti hentinya tertawa melihat tingkah, Tyas, Sandra, Louise, Yuni dan Clarisa. Karena hari sudah larut Pak Wirawan dan Pak Dion pamit untuk kembali ke hotel untuk istirahat.


"Ko ada apa apa panggil aku ya, Icha bubuk yang nyenyak peluk Papa ya supaya Papa cepat sembuh " pesan Tyas pada Angga dan Clarisa sebelum meninggalkan kamar Angga.


"OK, good night " jawab Angga dan Clarisa bersamaan


"Good night have sweet dream " ucap Tyas dan langsung meninggalkan kamar Angga menuju kamarnya sendiri untuk istirahat


Di kamarnya Bu Saras dan Sandra, mereka masih terjaga Bu Saras dan Sandra masih penasaran dengan Ucapan Angga.


"Ma setahuku Ko Angga tidak pernah dekat dengan perempuan manapun, ucapan Koko tadi serius apa candaan belaka ya ma " ucap Sandra masih penasaran


"Manurutmu?" Bu Saras malah balik bertanya ke Sandra


"Entah, tapi kalau di lihat dari tatapan matanya sepertinya bukan candaan " ucap Sandra masih menerka nerka

__ADS_1


"Bagaimana dengan Tyas ?" tanya Bu Saras singkat


"Mungkin juga ma, coba kalau pas sendiri aku tanya Ko Angga!, bagaimana kalau Ko Angga memang mencintai Tyas ma?" tanya Sandra


"Segala sesuatu di dunia ini sudah di atur sama Tuhan Sand, dan jika Angga dan Tyas berjodoh kita tinggal mendoakan yang terbaik Sand, Angga sudah cukup dewasa untuk menentukan pilihan hidupnya," jawab Bu Saras bijak


"Iya aku salut sama Ko Angga, " ucap Sandra dan langsung merem


Di hotel Pak Wirawan dan Pak Dion belum masuk kamar masih duduk di balkon hotel untuk manikmati pemandangan indahnya negara singapore sambil minum coklat hangat.


"Bagaimana kerjaan Pak Dion sekarang?, Apalagi Angga tidak ada di kantor ?" Tanya pak Wirawan


"Alhamdulillah semua baik baik saja Pak, toh sekarang ada Cece Sandra yang ikut berperan menghandel kantor dan juga Ko Angga masih tetap aktif di kantor seperti dulu walau tak datang ke kantor " jawab Pak Dion menjelaskan


"Puji Tuhan, terima kasih Pak Dion sudah sudi menyempatkan diri untuk datang kesini menjenguk Angga, saya tidak menyangka kalau semuanya akan begini, dan Angga jadi orang sangat kuat, dan baik, tulus" ucap Pak Wirawan memuji tentang ketulusan Angga


"Pak Angga memang sangat Baik semenjak saya kenal Pak Angga,banyak sekali bantuan yang Pak Angga berikan pada keluarga saya, begitupun Bu Saras dan ce Sandra " ucap Pak Dion memuji Angga


"Ya Bapak tahu itu,Ayahnya Angga memang sangat baik sudah pasti nurun Ke Angga, namun nasib Angga tak berpihak padanya harus bercerai dengan anaku dan juga mengalami kecelakaan " ucap Pak Wirawan di iringi dengan nafas nerat


"Kita doakan yang terbaik buat Pak Angga Pak, " ucap Pak Dion


"Oh ya besok kita mau jalan jalan setelah Angga selesai terapi, Pak Dion ikut dengan kita atau mau jalan jalan sendiri ?" tanya Pak Wirawan pada pak Dion.


"Seru kayanya kalau jalan bareng bareng Pak, wong saya kesini dalam rangka menjenguk Pak Angga masa saya mau jalan sendiri kan gak enak Pak" ucap Pak Dion


"Ya, ya kalau begitu kita istirahat dulu besok pagi pagi kita ke apartments Angga jangan sampai telat" ucap Pak Wirawan


"Good night " ucap Pak Dion dan langsung beranjak dari duduknya serta meninggalkan ruangan Pak Wirawan

__ADS_1


__ADS_2