
Setelah Bobi menceritakan semua kejadian dan pengalamannya kepada Nia, Nia malah menjadi ragu untuk menjalankan hubungan yang serius dengan Bobi. Di benaknya muncul ketakutan-ketakutan yang Nia khawatirkan di waktu yang akan datang.
Lalu Nia bertanya pada Bobi "oh iya kak aku mau nanya boleh? " Kata Nia
"Boleh, mau nanya apa?" Kata Bobi
"Apakah hubungan kakak dengan Rina sudah selsai?" Tanya Rina.
"Ya udah lah. Aku sudah gak ada hubungan apa-apa lagi dengan Rina. Lagian kejadian itu sudah sangat lama. Sudah hampir satu tahun lebih. Lagian dia yang menjauh dan menghilang. Itu artinya dia menolak aku secara halus." Kata Bobi
"Iya juga sih. Mungkin itu penolakan secara halus. Emang sekarang udah gak pernah kontekan lagi ya?" Kata Nia.
"Udah gak pernah kontekan lagi baik di whatsapp, di Facebook, dimanapun itu udah gak pernah kontekan lagi." Kata Bobi
"Kamu kenpa sih ko kayaknya khawatir banget?" Tanya Bobi pada Nia
__ADS_1
"Ya jelas aku khawatir lah. Gimana aku gak khawatir kan kamu berniat untuk menjalin hubungan yang serius dengan aku. Kalau status kita hanya sekedar taman ya aku juga gak bakal khawatir dan gak bakal peduli juga. Ini urusan hati kak, dan aku juga gak mau di sakitin dan di tinggalkan lagi untuk yang ke dua kalinya." Kata Nia.
"Iya tenang aja Nia, aku pastikan aku dan Rina udah tidak ada hubungan apa-apa lagi udah dari lama. Udah satu tahun lebih." Kata Bobi yang berusaha meyakinkan Nia.
"Bagus deh kalau begitu. Kalau suatu hari nanti orang tua Rina meminta kamu balik lagi dengan Rina gimana?" Kata Nia
"Ya gak mungkin lah Nia, itu kan kejadiannya sudah lama. Lagian orang tua Rina juga gak mungkin maksa anaknya buat menerima aku." Kata Bobi.
"Iya gak ada yang gak mungkin apa lagi sekarang kondisi ekonomi keluarga kamu sudah stabil dan cukup mapan. Apa lagi sekarang kamu sudah punya rumah sendiri. Orang tua mana coba yang tidak mau anaknya mempunyai calon suami seperti mu. Mereka bisa aja memaksa anaknya untuk mau menerima kamu walaupun anaknya tidak mau. Seandainya kalau itu terjadi, siapa yang akan kamu pilih? Aku apa Rina?" Tanya Nia
"Janji ya?" Kata Nia
"Iya janji" Kata Bobi.
"Aku boleh nanya lagi gak?" Kata Nia
__ADS_1
"Boleh, mau nanya apa Ni?" Tanya Bobi
"Kalau seandainya orang tua mu gak merestui hubungan kita gimana?" Tanya Nia
"Ko nanyanya gitu? Kan kemarin mamah udah bilang kalau dia ngikut aja gimana keputusan aku. Mamah aku gak bakal ngelarang aku Nia." Kata Bobi.
"Iya kan aku cuman nanya aja kak. Aku cuman mau mastiin aja kalau itu semua gak akan terjadi. Aku gak mau di kecewakan lagi. Aku gak mau di tinggalin lagi padahal hubungannya udah mau serius, sudah merencanakan pernikahan eh malah gak jadi. Makanya aku kadang malas kalau kakak sudah mulai membicarakan rencana ernikahan kita, padahal kita belum ketemu." Kata Nia
"Percaya deh Nia, aku ini sudah yakin dengan pilihan ku untuk menjadikan kamu pendamping hidup ku." Kata Bobi.
"Oke kalau kakak yakin, buktikan ya! Karna aku gak butuh janji tapi bukti." Kata Nia
"Iya Nia." Kata Bobi.
Ketika sudah terlalu lama mereka telponan gak terasa hari sudah larut malam dan Nia pun pamit untuk tidur duluan karena dia sudah sangat ngantuk. Dan mereka mengakhiri panggilan telponnya.
__ADS_1