
"Sand" panggil bu Saras yang berdiri di depan pintu kamar Sandra
"Iya, ma" jawab Sandra dan membuka pintu kamarnya
"Sudah siap? ayo berangkat ! nanti keburu telat " ucap bu Saras mengajak Sandra untuk pergi ke gereja
"Baik, ma ayo" jawab Sandra langsung jalan sambil me enteng tas tangannya
"Bude kita berangkat dulu, habis dari gereja kita makan siang di luar, pulangnya agak sore" pamit Sandra pada budeasmi yang sedang berkemas di ruang tengah.
"Baik, Ce, bu hati-hati di jalan" jawab bude Lasmi dan melanjutkan aktifitasnya.
Sandra dan bu Saras pergi ke gereja diantar pak Tono sang sopir, semenjak hamil Sandra tidak diperbolehkan untuk mengemudi mobil sendiri. Biasanya Mario yang mengemudikan mobilnya namun tiba-tiba Mario dapat panggilan darurat dari rumah sakit untuk melakukan operasi karena ada kecelakaan.
Sepulang dari gereja Sandra dan bu Saras melanjutkan untuk jalan jalan di mall. Mereka berdua melihat lihat perlengkapan bayi dan membeli keperluan untuk ibu hamil. Bu Saras dan Sandra sangat antusias saat melihat peralatan bayi yang lucu -lucu.
Sandra ingin segera membelinya namun bu Saras melarangnya karena pamali. Setelah selesai belanja keperluan ibu hamil Sandra dan bu Saras memilih cari camilan di pedangan kaki lima. Mereka memilih pedagang kaki lima bukan tanpa sebab, Sandra nyidam pingin makan makanan yang di jual oleh pedagang kali lima.
Mereka berdua duduk di taman kota sambil menikmati makanan yang dibelinya tadi. Mereka berdua memilih bangku yang di bawah pohon sambil melihat anak-anak berlarian.
"Ma, ko Angga ada telpon ke Mama gak ?" tanya Sandra sambil makan pisang molen
"Gak ada Sand, Angga cuma wa saja kemarin pas baru sampai rumahnya Tyas, tapi semalam Tyas telpon dia bilang Icha dan Angga nginep di rumahnya orang tua Tyas "jelas bu Saras sambil minum es jus naga merah.
"Nginep di rumah orang tua Tyas, gak salah nih?" tanya Sandra penasaran " Bukannya nginep di hotelnya pak Wirawan ma" ujar Sandra tak percaya dengan ucapan bu Saras
"Iya, Icha gak mau nginep di hotel makanya Angga juga tidak tidur di hotel " jelas bu Saras
Drrrrrrttttt... Drrrrrrttttt... Drrrrrrttttt
__ADS_1
📳" Hai, yas" sapa Sandra ketika melihat wajah Tyas yang sudah terpampang di layar hp.
📳"Ce, lagi dimana ?" tanya Tyas
📳"Lagi di taman sama Mama, cari udara segar Yas, oh ya Koko sama Icha mana ?" tanya Sandra tidak sabaran
📳"Icha lagi bermain di samping rumah sama Fafa dan anak tetangga, kalau Ko Angga itu lagi melihat lihat sawah " jawab Tyas
📳" Kalian di sawah ? Mana Koko? " tanya Sandra semakin tidak sabaran
📳" Iya, ini lagi metik sayuran Ce, buat masak nanti sore dan besok pagi, sebentar aku kasihkan hpnya ke Ko Angga " ucap Tyas, Tyas langsung jalan menuju tempat Angga berdiri "Ko di cari Ce Sandra " ucap Tyas langsung memberikan hpnya pada Angga.
📳"Ehmm... Lagi ngapain Ko, jangan bengong awas kesambet, betah ya Ko " ucap Sandra yang di layar monitor sambil senyum senyum
📳"Jelas betah ada Tyas " timpal bu Saras ikut nimbrung
📳" Tante di mana nih ?" tanya Angga tidak menjawab pertanyaan malah balik tanya
"Sudah selesai Ko, ayo pulang " ajak Tyas yang berjalan menuju tempat Angga yang duduk di penatang sawah
"Sebentar lagi Yas, masih pingin duduk di sini jarang- jarang aku bisa ke sawah, kamu tahu nggak kalau ini pertama kalinya aku pergi ke sawah " ucap Angga yang duduk di pematang sawah sambil memandang alam sekitar.
"Nggak tahu Ko " jawab Tyas di iringi senyum terindahnya " Baiklah jika koko mau manikmati indah dan segarnya pemandangan di sawah, aku temani " ucap Tyas dan langsung duduk di sebelah Angga
"Yas, boleh aku tanya sesuatu ?" tanya Angga serius sambil menoleh ke arah Tyas
"Tanya saja Ko, kalau bisa jawab ya tak jawab kalau gak bisa jawab nanti aku searching di mbah Google " ucap Tyas di iringi senyum simpul
"Apa hubunganmu dengan Tofa ?" tanya Angga to the point
__ADS_1
Tyas yang mendengar pertanyaan dari Angga kaged dan langsung menoleh kearah Angga, saat bersamaan Angga juga menoleh kearah Tyas. Mereka berdua bertemu pandang dan Tyas diam sejenak tidak langsung menjawab pertanyaan Angga.
"Aku dan kang Tofa hanya sekedar kawan biasa saja, kenapa Koko bertanya begitu?, jika ada hubungan tertentu apa salahnya ?" Tyas balik tanya
"Maksudnya ?" tanya Angga penasaran, tidak paham dengan ucapan Tyas
"Bukankah selama ini Aku selalu bersama Koko? Dan sekarang koko mempertanyakan tentang hubunganku dan kang Tofa, lawong aku saja baru ketemu kemarin sama kang Tofa setelah beberapa tahun tidak bertemu " jawab Tyas santai
Angga tidak menjawab, Angga hanya memandang wajah Tyas secara inten.
"Kenapa Koko tanya seperti itu?" tanya Tyas balik
"Yas, ehmmm ingin tahu saja " Angga sangat gusar untuk mengatakan sesuatu " Yas, ehhmmm sebenarnya sudah lama aku mencintaimu, aku tidak perduli apa kamu menerima cintaku atau tidak namun yang penting aku mencintaimu dan sangat sangat mencintaimu, sampai kapanpun " ucap Angga sungguh sungguh sambil memandang wajah Tyas yang duduk di sampingnya
Tyas tidak menjawab hanya diam saja, walau sebenarnya ini bukan yang pertama kalinya Angga mengatakan suka pada Tyas. Namun Tyas berusaha untuk tidak merespon apapun yang dikatakan Angga, bukan Tyas tidak mau menjawab hanya Tyas tidak ingin melukai siapaun ataupun terluka.
"Sudah sore ayo pulang nanti Icha nyariin lagi " ajak Tyas dan Tyas langsung berdiri
"Baiklah, terus terang aku cemburu melihatmu akrab dengan Tofa, dan aku akan tetap mengagumimu mencintaimu sampai kapanpun, " ucap Angga ikut berdiri" Sini biar kubawa tas sayurnya " ucap Angga dan mengambil tas sayur yang dipegang oleh Tyas.
"Ko, sudah ku bilang berkali-kali, jika aku mau fokus kerja dulu, adik-adiku masih membutuhkan banyak biaya untuk sekolah, aku ingin membantu dan meringankan beban orang tuaku Ko, jadi gak usah mikir macam macam " ucap Tyas sambil jalan di depan Angga
"Yang aku pikirkan sekarang cuma satu macam yaitu, kamu " ucap Angga yang jalan di belakang Tyas sambil menenteng tas yang berisi sayuran.
"Eisshhhh, terserahlah Ko, Jam berapa koko ke hotel pak Wirawan " tanya Tyas
"Aku dan Icha nginep di rumahmu lagi, Icha gak mau di ajak ke hotel, papa juga sudah tahu jadi jangan kuwatir soal perasaan papa, papa mendukungku untuk mendapatkanmu, tinggal nunggu kamu siap saja " ucap Angga kembali bahagia
"Sak karepmu Ko, yang penting sekarang aku mau kerja " jawab Tyas tegas dan terus berjalan untuk pulang
__ADS_1
Mereka berdua berjalan sambil ngobrol dan menikmati segarnya udara sore di persawahan.