Bukan Jodoh

Bukan Jodoh
Part 88


__ADS_3

Suasana kantor sedikit berbeda karena Angga sudah kembali aktif di kantor. Pak Dion kembali sebagai sekertaris Angga, Sandra masih ke kantor, namun Sandra hanya bantu bu Saras, selama Tyas cuti. Ketika Angga mulai memeriksa berkas -berkas yang di atas meja, namun Angga tidak bisa berkonsentrasi. Angga meletakan kembali berkasnya dan melamun, pak Dion yang melihat tingkah Angga menjadi heran. Pak Dion menghampiri Angga dengan perasaan cemas, tidak biasanya Angga segelisah ini dalam bekerja.


"Pak, apa bapak sakit ? atau ada kesalahan dalam berkasnya ?" tanya pak Dion sopan yang sudah berdiri di depan meja Angga


"Pak Dion, Ohhh tidak pak, tidak apa-apa " jawab Angga gugup karena kaged


"Kalau ada apa-apa panggil saja saya, kalau bugitu saya permisi dulu" pamit pak Dion dan melangkah pergi meninggalkan Angga yang sedang kacau.


Angga tidak menjawab pak Dion, Angga kembali memegang dan memeriksa dokumen namun antara hati dan pikirannya benar benar tidak konek. Hati dan pikiran Angga masih berkelana dan tertinggal di rumah orang tua Tyas.


Pak Dion yang melihat tingkah aneh Angga jadi ikut ikutan tak bisa konsentrasi dalam bekerja." Kira-kira ada apa ya dengan pak Angga, tidak bisanya bertingkah aneh, seprti ABG yang baru di tinggal pacarnya saja" guma pak Dion sambil memandangi lap topnya namun pikirannya masih tertuju dengan tingkah Angga.


"Pak Dion, kenapa kok ngelamun ?" tanya Sandra yang sudah berdiri di depan meja pak Dion.


"Eh, Ce Sandra," jawab pak Dion gagal karena sedikit terkejut dengan kehadiran Sandra.


"Lagi ngelamunin apa?" tanya Sandra lagi


"Ce, apa pak Angga lagi ada masalah ? dari tadi pagi datang sampai sekarang, tak satupun dokumen yang diperiksa, dari tadi cuma di bolak balik saja dokumennya. Saya tanya jawabnya gak ada apa-apa, tapi nyawanya seperti gak genap, entah apa yang di pikirkan pak Angga" ucap pak Dion panjang


"Biar, saya yang masuk pak, mungkin ko Angga masih penyesuain lagi mungkin " ucap Sandra dan langsung masuk ke ruangan Angga.


"Kenapa, Ko?" tanya Sandra yang sudah berdiri di depan Angga, tanpa Angga sadari keberadaannya.


"Eh... Eh Sand, sejak kapan kamu di ruangan ini? kaya jailangkung saja datang tanpa permisi " gerutu Angga sedikit terkejut dengan kehadiran Sandra.


"Koko, yang dari tadi ngelamun saja, seperti orang kurang sajen. Kalau gak mood kerja jangan dipaksain , ayo cari angin keluar sebentar lagi waktunya makan" ucap Sandra


"Baiklah, Tante bagaimana ?" tanya Angga dan langsung mengemasi meja kerjanya.


"Mama, makan siang di kantor sama Citra " ucap Sandra dan langsung berdiri.

__ADS_1


Angga serta Sandra meninggalkan kantor menuju taman yang berada di tengah kota. Di taman tengah kota Angga duduk di bangku bawah pohon ditemani Sandra sambil makan nasi bungkus yang di belinya dari pedagang kaki lima sekitar taman.


"Ngidammu aneh aneh saja Sand?" tanya Angga sambil menikmati nasi bungkus yang sudah di tangan


"Gak tahu juga, sejak hamil aku paling seneng makan beli dari pedagang kaki lima, rasanya nikmat banget" jawab Sandra yang terus menyendok nasi gudek.


"Habis ini aku mau pulang Sand, kamu ikut pulang apa balik kantor ?" tanya Angga


"Balik kantor saja, kenapa Koko ada masalah ?" tanya Sandra


"Enggak, lagi gak mood saja" jawab Angga singkat


"Karena tak ada Tyas kan ?, aku tahu, tadi pagi Mario sudah menceritakan semua padaku, perasaan dulu saat berpisah dengan ce Merry berminggu minggu Koko biasa saja, " ucap Sandra


"Entahlah Sand, mungkin selama ini aku sudah ketergantungan dengan Tyas, lebih dari 2 tahun tak pernah sehari pun berpisah dengan Tyas" jawab Angga gusar


"Sampai rumah telpon dia, atau sekarang kita telpon saja " ucap Sandra, tanpa persetujuan dari Angga Sandra langsung mengekuarkan hpnya memencet no Tyas.


📳"Siang Yas, Kamu lagi di mana ?" tanya Sandra saat melihat lokasi seperti di rumah sakit.


📳"Siang, Ce, ini lagi ngantar saudara lahiran di rumah sakit " jawab Tyas di balik layar hp


"Yas, kamu sholat dulu saja " ucap Tofa yang duduk tak jauh dari Tyas.


"Iya, kang, kang Tofa duluan saja biar aku sama bupuh nunggu di sini dulu gantian" jawab Tyas


📳"Siapa Yas ?" tanya Sandra penasaran dengar suara laki laki namun tak kelihatan.


Angga yang mendengar suara Tofa langsung terbakar api cemburu.


📳"Kang Tofa, Ce masih saudara sama aku, yang melahirkan adiknya kang Tofa jadi aku ikut menemani di sini " jawab Tyas tanpa dosa, dan juga tidak tahu akan kecemburuan Angga.

__ADS_1


📳"Yas, kapan balik sini, ada yang kangen berat seberat planet yang mempunyai berat berjuta juta ton, sampai sampai di kantor kerjanya cuma ngelamun. Pagi sampai sekarang tak satupun pekerjaan yang selesai " cerocos Sandra mengadu pada Tyas.


📳"😂🤣😂🤣😂 suruh jemput sini kalau berani " ucap Tyas dengan nada mengejek


📳" Besok aku jemput, awas kalau aku jemput kamu ngelak" tiba tiba Angga langsung menyahut dengan nada datar


📳"😂🤣😂🤣😂😂😂" Tyas dan Sandra hanya bisa tertawa.


📳"Nanti aku call balik, aku pulang dulu, gak enak di sini ada yang dengar" ucap Angga langsung mematikan hpnya tanpa menunggu jawaban dari Tyas.


"Kenapa Ko ?" kok di matikan sih ?" ucap Sandra kesal


"Ayo, aku antar ke kantor sekalian ambil berkas nanti aku kerjakan di rumah saja" ucap Angga dan langsung berdiri


"Baiklah, nunggu apa lagi ko? Cepet lamar saja si Tyas, biar kamu gak mumet kaya gini " jawab Sandra sedikit bersungut sungut dengan ulah Angga yang tak biasannya.


"Cerewet" ujar Angga melangkah pergi, dan menggandeng Sandra


"Tak kirain, Koko mau ninggalin aku," ucap Sandra si iringi seulas senyum manis semanis jagung bakar.


"Aku, masih ingat jika ada bakal keponakanku yang harus aku jaga, kalau sampai terjadi apa apa sama kamu dan anakmu , bisa-bisa aku di bogem sama Mario " jawab Angga yang terus menggandeng Sandra agar Sandra tidak jatuh


"Ngomong aja, sebenarnya Koko pingin gandeng Tyas tapi tak kesampean, kan, kan, kan" kelakar Sandra


"Kalau iya kenapa ?, lagian bukannya dari kecil kamu sukanya di gandeng teros " ujar Angga, membukakan pintu mobil untuk Sandra


"Makasih Ko, lagian kita cuma berdua, Koko tak ada saudara begitu pula aku, kita berdua sama sama anak tunggal" ucap Sandra langsung masuk ke mobil.


"Makanya kamu nanti bikin anak yang banyak 6 atau 7 biar rame, " jawab Angga asal dan langsung mengemudi mobil menuju kantor.


Dengan kecepatan sedang Angga melajukan mobilnya membelah panas dan padatnya lalu lintas. Di tengah perjalanan Sandra melihat penjual Es buah dan rujak buah. Sandra minta Angga untuk berhenti dan membelikannya, dengan sabar Angga menuruti permintaan Sandra.

__ADS_1


__ADS_2