
"Assalamu'alaikum " Tyas mengucap salam saat masuk ke tokonya
"Wa'alaikum salam, Yas" jawab bu Warsi " Sudah pulang Yas, siapa yang menemani bupuh dan mbak Anis?" tanya bu Warsi
"Mertuanya mbak Anis sudah datang buk, jadi aku sama bupuh pulang duluan, bupuh mau masak buat brokohan, tadi bupuh pesan supaya ibuk bantuin masak " ucap Tyas menjelaskan.
"Baiklah, aku kesana, kamu jaga tokonya " ucap bu Warsi
"Tyas, ngantuk buk, tutup aja ya tokonya " jawab Tyas lesu
"Yo wes, tutup aja, kamu istirahat sana" suruh bu Warsi
Bu Warsi siap siap bahan bahan yang akan di bawa ke keluarga Tofa. Dengan membawa tas berisi, beras, minyak, gula, mie, telor, serta satu ekor ayam hidup untuk di sembelih bu Warsi pergi dengan mengendarai motor maticnya.
Setelah kepergian bu Warsi, Tyas langsung menuju kamar untuk tidur karena rumah sepi. Tyas sendirian di rumah, Farida belum pulang sekolah sedangkan Pak Sholeh pergi ke sawah untuk menyiangi padi.Tidak menunggu lama Tyas langsung terlelap dan terbang ke alam mimpi.
Faisal adik Tyas yang sedang mondok pulang dengan perasaan senang karena akan bertemu dengan sang kaka. Begitu turun dari tukang ojek Faisal merasa heran karena rumah terkunci dan sepi. Tanpa pikir panjang Faisal langsung mengucap salam dan memgetuk pintu berkali kali namun tak ada jawaban.
Dengan langkah gontai Faisal pergi ke sawah untuk mencari orang tuanya. Begitu sampai di sawah Faisal langsung menghampiri dan mengucap salam ke pak Sholeh.
"Assalamu'alaikum, pak" ucap Faisal dan langsung salim dengan ta'dzim.
"Wa'alaikum salam, le wes teko?, pulang kok gak ngomong ngomong, bapak atau ibuk kan bisa jemput di terminal" ucap pak Sholeh saat bersalaman.
"Griyone kok sepen, pak ? Ibuk kaleh Mbak Tyas dateng pundi ?" tanya Faisal
(rumahnya kok sepi pak? Ibuk sama mbak Tyas kemana?)
__ADS_1
"Mbak mu awet isuk mang nang rumah sakit ngancani mbak Anis lahiran, paling ibukmu gawe brokohan nang omahe bupuh " jare susulen rono
(kakakmu dari tadi pagi di rumah sakit menemani mbak Anis lahiran,mungkin ibukmu masak buat brokohan bayi di rumahnya bupuh)
"Pantesan griyone di kunci, nggih pun kulo tak muruk I ibuk dateng griyone bupuh " ucap Faisal dan langsung meninggalkan pak Sholeh sendirian di sawah.
(pantas saja rumahnya dikunci, ya, sudah saya nyusul ibuk ke rumahnya bupuh)
Dengan jalan kaki Faisal menuju rumah Tofa untuk me nyusul bu Warsi. Di rumah keluarga Tofa sudah ada bu Warsi dam beberapa tetangga dengan suka rela membantu masak untuk brokohan bayi (tasyakuran atas kelahiran bayi). Semua ibu-ibu tanpa dikomando langsung bagi tugas masing - masing karena waktu sudah sore, dan habis isya harus sudah doa bersama.
"Assalamu'alaikum " Faisal mengucap salam saat berada di depan pintu
"Wa'alaikum salam, Faisal " jawab Tofa "Ayo mlebu, enek perlu opo ?" tanya Tofa akrab
(Wa'alaikum salam, Faisal, mari masuk, ada perlu apa?)
(mencari ibuk kang, mau minta kunci rumah)
"Langsung nang pawon ae, bukmu lagi ngewangi masak" ucap Tofa
(langsung ke dapur saja, ibuk kamu sedang bantu - bantu masak)
"Inggih kang, kulo mlebet riyen nggih " ucap Faisal dan langsung pergi menuju dapur
(iya kang, saya masuk dulu )
"Assalamu'alaikum Buk" sapa Faisal sopan dan langsung bersalaman dengan ta'dzim.
__ADS_1
"Wa'alaikum salam, le mulih kok gak omong omong" ucap bu Warsi kaged
(nak pulang kok gal bilang bilang)
"Kang Faisal, puh maem nopo dereng kang? kene maem sek sak anane " ucap ibunya Tofa ramah
(kang Faisal, sudah makan apa belum? Sini makan dulu apa adanya)
"Inngih Matur suwun bupuh, niki namung ajeng nyuwun kunci griyo dateng ibuk, soale griyone di kunci " jawab Faisal
(iya, terima kasih bupuh, ini cuma mau minta kunci rumah ke ibuk, soalnya rumahnya di kunci)
"Mbak mu nang omang omah lho Sal, ibuk gak gowo kunci, paling mbak mu turu gak krungu. Kae mang jare ngantuk arep turu ngono, balik o mulih neh, celuk en mbak yu mu, diluk engkas Fafa yo mulih, geger adimu engko. Gowonen sepeda motore tapi engko aku jupuk en yo le" ucap bu Warsi menyuruh Faisal untuk segera pulang
(kakakmu di rumah lho Sal, ibuk tidak bawa kunci rumah, mungkin kakakmu sudah tidur pulas makanya gak dengar. Tadi katanya ngantuk berat mau tidur, Cepetan pulang, panggil kakakmu, sebentar lagi Fafa pulang, adiku bisa ngamuk- ngamuk nanti . Kamu bawa sepeda motornya tapi nanti kamu jemput aku ya nak ")
"La, layak, kulo celuk I mboten wonten sing nyaur, nggih pun kulo mantuk riyen, assalamu'alaikum " pamit Faisal dan langsung meninggalkan orang orang yang sedang sibuk di dapur.
(la, pantas saja, saya panggil berkali kali tidak ada yang menjawab, ya sudah saya pulang dulu, assalamu'alaikum)
Faisal kembali pulang dengan mengendarai sepeda motor maticnya. Namun saat sampai rumah, keadaan rumah sudah tidak terkunci, Farida yang baru pulang dari sekolahnya sedang menyantap makan siang di depan TV. Tyas masih di dalam kamar sedang melakukan panggilan entah dengan Angga.
"Assalamu'alaikum, " ucap Faisal saat masuk rumah
"Wa'alaikum salam, mas " jawab Farida kaged namun tetap melanjutkan makanya.
Setelah masuk rumah dan berganti pakaian Faisal serta Farida makan bareng sambil nonton TV. Berebut acara TV itu yang biasa di lakukan mereka berdua, antara Farida dan Faisal seperti Tom and Jerry, bertengkar jika berkumpul. Tyas, hanya bisa geleng-geleng kepala saat mendengar kedua adiknya ribut perkara remote TV.
__ADS_1