Bukan Jodoh

Bukan Jodoh
Part 59


__ADS_3

Angga pov.


Setelah Tyas meninggalkan kamarku aku baru sadar tentang apa yang telah aku katakan tadi, semoga Tyas tidak salah paham.Kadang aku juga tidak paham dengan hatiku begitu mudahnya memberi pujian padanya. Semenjak pertama kali bertemu dengan Tyas hatiku sudah mulai goyah ya 2 tahun lalu sejak saat itu setiap bertemu dengan Tyas selalu ada getaran aneh,aku berusaha untuk menepisnya dan aku berusaha untuk tidak kontak dengan Tyas.Namun Tuhan berkehendak lain aku mengalami kecelakaan yang berakibat fatal dan harus melibatkan Tyas dalam proses penyembuhanku.Tante lebih mempercayakan perwatanku kepada Tyas, dengan alasan Tyas sudah berpengalaman dalam merawat orang yang lumpuh memang benar adanya Tyas yang merawat Tante waktu habis kecelakaan dulu.Kehadiran Tyas seoalah bisa memporak porandakan hatiku.


Perasaanku pada Merry semakin hari semakin mati bukan benci kepada Merry tapi lebih keperasaan kecewa.Setelah aku sadar dari koma aku putuskan untuk tidak melihat atau bertemu dengan Merry.Saat Merry menjagaku waktu aku koma, aku mendengar semua percakapan Merry ditelpon atau entah dengan siapa bahwa dia tidak sudah tidak sanggup untuk merawatku, dari situ aku semakin kecewa teehadap Merry.


Berbeda dengan Tyas,setiap hari disaat Tyas menjagaku dia selalu mengaji serta berdoa untukku dan juga selalu memberi semangat walau tanpa ada jawaban dariku.Tyas begitu tulus dan juga Bude Lasmi, Sandra dan Tante lebih fokus keurusan kantor namun setelah usai urusan kantor setiap hari juga selalu menyempakan untuk menjengukku selalu berdoa dan ngasih dukungan padaku.


Author pov


Seperti malam malam sebelumya Tyas selalu bangun di jam 3 malam untuk melakukan sholat tahajud.Tyas menuju kekamar mandi untuk ambil air wudhu saat melintasi kamar Angga Tyas melihat lampu kamar Angga masih menyala.


"Gak tidur lagi Ko?"tanya Tyas saat melihat Angga yang tidak tidur.


"Terbangun Yas "kilah Angga


"Jangan terlalu banyak memikirkan sesuatu hal yang tak berguna Ko, cepatlah tidur lagi dan banyak istirahat agar tubuh tetap sehat, lampu aku matikan cepatlah tidur"perintah Tyas langsung mematikan lampu dikamar Angga dan segera meninggalkan kamar Angga tanpa menunggu jawaban dari Angga.


"Ni anak kumat galaknya,hahh ya sudahlah toh demi kebaikanku juga "gumam Angga dalam hati dan langsung tidur lagi.


Di kediaman Bu Saras aktifitas dipagi hari seperti biasa sarapan bersama dimeja makan dengan menu spaghetti buatan Bude Lasmi yang sudah tersedia dimeja makan.Bu Saras, Sandra dan juga Bude Lasmi sudah duduk dikursi meja makan.


(Sumber foto spaghetti rumahan jepretan author sendiri )



"Wow spaghetti pasti enak ni!! white sauce spaghetti kesukaanmu, Bude tahu aja kalau aku lagi pingin makan spaghetti "ucap Sandra girang saat melihat spaghetti diatas meja.

__ADS_1


"Iya kah, padahal kemarin yang pesan Ibu lho Ce"ucap Bude Lasmi senang


"Iya lho Sand, kemarin yang minta Mama lho, kok malah kamu yang heboh "ucap Bu Saras menjelaskan.


"Mama dan Bude emang the best deh, tahu aja yang aku mau, sayang gak lengkap seumpama ada Tyas dan Ko Angga pasti tambah seru "ucap Sandra sambil nyendok spaghetti taruh kedalam piringnya.


"Sand nanti jam 1 siang kamu ada jadwal ketemu client kan?"tanya Bu Saras kepada Sandra


"Iya Ma, nanti sama Pak Dion"jawab Sandra singkat


Setelah selesai sarapan Bu Saras dan Sandra berangkat ke kantor bareng di antar Pak Tono sang sopir. Sedang Bude Lasmi seperti biasa melakukan aktifisanya dengan ikhlas.


Sampai di kantor Bu Saras dan Sandra berjalan menuju ruang kerja masing masing.Masuk ruangan mereka berdua langsung berkutat dengan dokumen yang sudah menumpuk.


Jam menunjukan pukul 12 siang itu artinya semua orang kantor waktunya istirahat, Sandra dan Pak Dion langsung keluar dari kantor menuju tempat janjian dengan client. Mengingat tempat peretemuannya di pinggiran kota memerlukan 45 menit perjalanan jadi mereka berdua berangkat awal.Mereka berdua berangkat dengan memakai mobil perusahaan dan di sopir i Pak Dion sendiri.


Begitu sampai di restaurant yang dituju mereka berdua langsung masuk keruangan vvip yang sudah dipesan. Tidak lama acara metting telah selesai Sandra dan Pak Dion melangkah pergi meninggalkan ruangan vvip restaurant . Namun saat Sandra dan Pak Dion berjalan untuk meninggalkan restaurant Sandra melihat Merry yang sedang makan sendirian. Sandra memberanikan diri untuk menyapa Merry sedang Pak Dion pergi keparkiran duluan.


"Ehh iya Sand!,, kamu darimana kok ada di sini "jawab Merry terkejut


"Tadi habis ketemu clients direstaurant ini Ce"jawab Sandra singkat


"Kok sendirian ??Oh ya Sand kapan kamu ada waktu?"tanya Merry pada Sandra


"Oh tadi sama Pak Dion tapi Pak Dion menunggu diparkiran, mungkin akir pekan Ce aku ada waktu, oh ya Ce mumpung ketemu disini boleh aku ajak Icha jalan jalan minggu ini? "tanya Sandra minta ijin ke Merry walau sedikit ragu.


"Boleh Sand, kamu jemput apa perlu diantar ?"tanya Merry pada Sandra

__ADS_1


"Aku jemput saja Ce,"ucap Sandra sedikit bingung dengan expressi Merry yang tak biasa.


"Baik, nanti sampai rumah aku kasih tahu Icha untuk siap siap,"ucap Merry ramah.


"Terima kasih Ce, aku pamit dulu mau balik ke kantor takut kesorean nanti di tungguin Mama"pamit Sandra pada Merry


"Hati hati Sand, salam buat Tante"ucap Merry menitip pesan ke Sandra untuk Bu Saras.


Dengan pikiran yang tidak menentu Sandra melangakahkan kaki menuju parkiran. Sampai diparkiran Sandra langsung masuk mobil duduk dikursi penumpang samping Pak Dion.Tanpa di suruh Pak Dion segera manghidupkan mesin dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kantor.


"Dari tadi kok diam saja Ce ??ada masalahkah?"tanya Pak Dion yang penasaran dengan sikap Sandra yang diam namun seperti memikirkan sesuatu.


"Tadi aku kan menyapa Ce Merry aku kira dia akan seperti biasa jutek gitu eh tadi dia malah senyum ramah"ucap Sandra penuh semangat.


"Benarkah ??!!padahal selama ini yang aku tahu Bu Merry itu jutek, setiap kali ketemu tak pernah terlihat ramah "ucap Pak Dion sedikit curhat.


"Ya aku tahu Pak, entah kesambet apa dia hari ini bukan hanya sedikit ramah tapi juga menitip salam untuk Mama dan juga mengijinkan aku untuk bawa Icha "ucap Sandra tambah penasaran


"Perubahan bagus itu semoga kedepannya juga begitu terus bisa ramah!!, jujur aku jadi kasihan dengan Pak Angga Ce, disaat menghadapi musibah malah dicerai oleh istrinya."ucap Pak Dion dengan menghela nafas panjang.


"Ya Pak, aku sendiri juga kasihan pada Koko tapi gimana lagi sudah menjadi suratan takdir dari Tuhan harus begitu.Semoga Koko kuat menghadapinya "ucap Sandra sedih


"Iya Ce, semoga Pak Angga kuwat dan Tuhan memudahkan segala urusannya, kapan hari waktu aku video call dengan Pak Angga tak lihat dari wajahnya kelihatannya Pak Angga lebih bahagia sekarang walau lagi sakit"ucap Pak Dion penasaran


"Iya Koko Angga sekarang lebih rilex dan aura wajahnya lebih cerah tak seperti dulu yang kurang ramah "ucap Sandra


"Di Singapore selain dengan Tyas Pak Angga dengan siapa Ce?"tanya pak Dion penasaran

__ADS_1


"Ada temenku yang nginep disana dan jika siang ada tukang bersih bersih juga suster yang mendampingi Tyas. "ucap Sandra panjang lebar


Dalam perjalanan pulang ke kantor mereka bedua bahas tentang Angga dan Merry. Sandra sudah tidak sabar untuk menceritakan peretemuannya tadi ke sang Mama Bu Saras.


__ADS_2