Bukan Jodoh

Bukan Jodoh
Part 96


__ADS_3

Di sabtu pagi suasana begitu cerah, di kediaman bu Saras semua penghuni rumah di sibukan dengan kegiatan masing masing.


Bude Lasmi dan 2 asisten rumah tangga lainnya menyiapkan menu sarapan pagi.


Bu Saras dan Sandra sibuk dengan kedua balita Sandra. Sedangkan Mario masih pulas mengukir mimpi karena baru pulang dari rumah sakit jam 5 pagi.


Angga mengajak, Clarisa dan Tyas jogging di area komplek, sabtu minggu biasanya Angga jogging sendiri jika Clarisa tak datang. Tyas baru mau ikut jogging Angga jika ada Clarisa atau bu Saras juga ikut jogging.


Di rumah bayi Sandra yang kecil terus terusan menangis, di gendong siapapun tetap menangis. Mario yang seorang dokterpun sampai kebingungan karena menurut medis bayinya sehat - saja.


"Sand, coba kamu telpon mertuamu atau suruh Mario telpon, perasaan Mama gak enak biasanya kalau bayinya rewel pasti terjadi sesuatu pada keluarga " pinta bu Saras sambil gendong anaknya Sandra


"Iya, Ma" jawab Sandra langsung masuk kamarnya untuk ngambil hp


"Adek masih nangis terus Ma?" tanya Mario yang berbaring baru bangun dari tidurnya


"Iya, Pa, gak tahu kenapa, kita telpon Mama, Papa ya, ada apa di sana takut terjadi hal yang tak di inginkan " ucap Sandra langsung memencet no mertuanya.


Mario dan Sandra melakukan video call untuk memastikan keadaan keluarganya. Keluarga Mario semua baik-baik saja tanpa ada sesuatu yang menghawatirkan.


"Masih nangis saja Tante ?" tanya Angga yang baru pulang dari jogging


"Iya, Ngga, gak tahu kenapa padahal sudah diperiksa bayinya sehat-sehat saja " jawab bu Saras cemas


"Aku mandi dulu, nanti aku gendong siapa tahu mau diam seperti semalam " ucap Angga " Tunggu om mandi dulu ya sayang " ucap Angga pada bayi Sandra


"Cha,kamu sama mbak Tyas dulu ya " pinta Angga pada Clarisa "Yas, tolong jaga Icha, Ya " pinta Angga pada Tyas


"Iya, Pa" jawab Clarisa mengerti


"Baik, Ko ayo Cha " ajak Tyas dan langsung masuk kamar Tyas untuk mandi dn ganti pakaian.


Selesai membersihkan diri dan ganti baju Angga langsung menggendong bayinya Sandra. Tidak perlu waktu lama bayinya Sandra langsung diam namun tidak tidur 15 menit, 30 menit nangis lagi. Hari ini bayinya Sandra benar benar rewel dan tidak mau diam, sampai - sampai seisi rumah kalang kabut.


"Ngga, untuk nanti siang bagaimana kalau makan bersamanya di rumah saja jangan di restaurant kasihan Sandra " pinta bu Saras


"Baik, Tant tadi Angga juga kepikiran begitu langsung order saja, sekarang Aku telpon Papa Wirawan untuk datang ke rumah saja " ucap Angga menyetujui usulan bu Saras.


Angga langsung menghubungi keluarga pak Wirawan untuk ganti lokasi makan bersamanya. Hari ini Angga memang ada janji mau makan bersama dengan keluarga Pak Wirawan dan keluarga bu Saras.


"Tant, aku mau duduk di taman belakang jika Tyas dan Icha nyari " pesan Angga pada bu Saras yang masih menggendong bayinya Sandra di temani asisten satu.


Sedang Sandra rebahan di kamar untuk istirahat, Mario bermain dengan anaknya yang besar di taman belakang. Angga duduk sambil melihat Mario dan anaknya yang sedang main ayunan dan prosotan.


"Pagi adik kecil, nek adiknya lucu " sapa Clarisa saat menghampiri bu Saras

__ADS_1


"Pagi, kakak Icha cantik " bu Saras menjawab suaranya menyerupai anak kecil


"Hai, ganteng " sapa Tyas pada bayinya Sandra


"Kalian nggak sarapan, gih sarapan dulu sudah siang " ucap bu Saras pada Tyas dan Clarisa


"Tadi, sudah beli bubur di ujung komplek buat sarapan, bu" jawab Tyas "Alvin kemana ?" Tyas menanyakan keberadaan anak Sandra yang besar


"Tuh di taman sama papanya, Angga juga ada di sana" ucap bu Saras


"Cha kamu mau main di sini apa sama dik Alvin di taman?" tanya Tyas pada Clarisa


"Aku nyusul di Alvin saja " jawab Clarisa dan Clarisa langsung pergi ke taman.


"Sini bu, biar aku gantikan gendongnya Ibu, istirahat dulu " pinta Tyas


"Makasih, Yas" jawab bu Saras dan memberikan bayi Sandra pada Tyas.


Kini bayi Sandra dalam gendongan Tyas, bu Saras langsung merebahkan diri di sofa.


Tyas menggendong bayi dengan jalan mondar mandir agar bayinya tidak nangis terus.


"Yas, Kamu tahu, Angga mau liburan kemana?" tanya bu Saras


"Tidak tahu bu, Ko Angga juga tidak ngomong juga tidak menyuruhku untuk booking hotel, kataknya mau booking sendiri gitu" jawab Tyas


"Kita berdoa saja bu, semoga hanya perasaan ibu saja" ucap Tyas


"Semoga Yas, " jawab bu Saras


Jam 11 siang Sandra keluar dari kamarnya setelah mandi dan sudah berdandan rapi karena akan ada tamu. Sandra menyuruh Tyas untuk dandan dan memanggil Angga, Clarisa, Mario dan Alvin yang ada di taman.


"Ko, Mario sudah siang, suruh ganti baju" seru Tyas" Ko Angga mana ?" tanya Tyas pada Mario


"Tuh, di kursi, Yas" jawab Mario


Tyas langsung menuju kursi tempat duduk Angga bersandar " Tidur kok yo do taman to Ko " guma Tyas begitu melihat Angga yang sudah menyandar di kursi taman


"Ko, ko, bangun ko" panggil Tyas, namun tak ada respon dari Angga


"Ko, Ko, Ko, Ko Angga bangun Ko " panggil Tyas sambil menggoyangkan lengan Angga, namun tetap tak ada respon akirnya Tyas panik


"Ko, Mario sini cepat" teriak Tyas sudah panik karena Angga tidak bergerak sama sekali tapi masih bisa beranafas


"Kenapa, Yas" tanya Mario dan langsung lari ke arah Tyas

__ADS_1


"Ko Angga, pingsan Ko, cepat tolong " Tyas sudah teriak teriak dan panik


Semua yang mendengar teriakan Tyas langsung lari ke taman belakang di tempat Angga duduk,kecuali Sandra yang masih menyusui bayinya.


"Tolong cepat, bantu angkat ke dalam " teriak Mario tenang


"Mbak tolong minta ke Bu Sandra untuk ambilkan alat medis yang ada di kamar " perintah Mario


Tanpa menjawab mbak asisten langsung menemui Sandra " Bu, pak Angga pingsan pak Mario minta alat medis"


"Baik, tolong gendong dedek " jawab Sandra langsung menyerahkan bayinya dan menyiapkan alat medis yang di minta Mario.


"Baringkan sini pak" Perintah Mario,


Angga di baringkan di karpet ruang tengah, dengan cekatan Mario memeriksa keadaan Angga "Ma, tolong panggil ambulan segera darurat " perintah Mario pada Sandra


"Bagaimana, mar?" tanya bu Saras yang sudah panik begitu pula Tyas sudah panik sambil memeluk Clarisa, sedang Clarisa sudah menangis.


"Harus segera di bawa ke ICU ma" jawab Mario masih terus memeriksa dan memberi pertolongan pada Angga.


"Yas, siapkan dokumen Ko Angga, Ma, Yas kalian harus ikut " ucap Mario masih terus memberi bantuan pada Angga


Dengan sigap mengambil apa yang diperluakan, begitu pula bu Saras, 15 menit ambulan datang para petugas langsung menaikan Angga ke dalam ambulan.


Tyas ikut Angga dalam ambulan bersama di dalam ambulan sudah ada dokter rumah sakit yang sedang tugas.


Bu Saras dan Mario membawa mobil sendiri, sedang Sandra tetap di rumah karena harus merawat bayi. Clarisa tanpa di minta langsung menghubungi mamanya,untuk memastikan berita Clarisa, Merry konfirmasi ke Sandra yang ada di dekat Clarisa.


📞"Halo San, apa benar Angga pingsan" tanya Merry


📞"Iya, Ce, sekarang pejalanan ke rumah sakit " jawab Sandra masih gemetar


📞" Ya Tuhan, aku segera ke sana " ucap Merry ikut panik.


"Pah, kita ke rumah Angga sekarang " ucap Merry panik dan langsung mengambil tas serta kunci mobil


"Ada apa Mer?" tanya pak Wirawan bingung


"Angga tiba - tiba pingsan dan sekarang di bawa ke rumah sakit" jawab Merry


Tanpa banyak kata pak Wirawan langsung mengikuti langka Merry, Merry langsung mengemudikan mobilnya dengan tidak sabar bahkan berkali kali menyalakan klason mobilnya.


Sampai rumah sakit Angga langsung di masukan ke ruang Icu Tyas langsung ngurus administrasi. Di ruang ICU Mario dan Tim dokter berusaha keras untuk memberi pertolongan pada Angga.


Di luar ruang ICU Tyas dan bu Saras sudah menangis dan panik, namun hatinya selalu melapalkan doa untuk keselamatan Angga.

__ADS_1


Tidak lama Taufiq datang karena Mario yang minta, begitu pula Merry dan Pak Wirawan juga sudah datang dengan paniknya.


__ADS_2