Bukan Jodoh

Bukan Jodoh
Part 35


__ADS_3

Pak Wirawan begitu sampai Indonesia memilih langsung pulang ke rumah dan tidak ke kantor. Pak Wirawan memutuskan untuk istirahat di rumah karena perjalanannya Malaysia Singapore sangat menguras tenaga.Begitu sampai di rumah Pak Wirawan istirahat sebentar begitu jam sekolah Icha mau usai Pak Wirawan pergi mejemput Icha di sekolah dengan istrinya.Sampai di sekolah Icha, Pak Wirawan berdiri di depan pintu kelas menunggu Icha keluar dari kelasnya.Untuk menghindari penculikan anak maka setiap wali murid yang jemput anaknya harus antri di depan kelas sambil menunjukan kartu identitas siswa siswinya yang berlogo sekolahan.


"Opaaaaaaa,,,,,,,,,, "Icha teriak bahagia langsung memeluk Pak Wirawan begitu melihat Pak Wirawan yang jemput" Kenapa Opa gak bilang mau jemput Icha "


" Icha,, Opa kangen"ucap Pak Wirawan langsung menggendong Icha menuju parkiran mobil


"Kok Opa yang jemput, Oma mana? Mbak Yuni di mana? tanya Clarisa heran karena biasanya Yuni sama sopir yang jemput, Omanya pun hanya kadang kadang begitu pula Merry sejak Angga sakit perhatian Merry ke Icha berkurang.


" Opa libur sayang, jadi ada waktu jemput Icha, Oma ada di mobil kalau mbak yuni biar Dia istirahat di rumah" jelas Pak Wirawan pada Clarisa yang berada dalam gendongannya"Icha mau makan ice cream? "tanya Pak Wirawan


"Mau sekali Opa " jawab Clarisa girang"Opa ke McDonald's ya Icha pingin makan ice cream di McDonald's "pinta Clarisa dengan manjanya yang berada di gendongan Pak Wirawan.


" OK kita ke McDonald's "akirnya Pak Wirawan mengajak clarisa ke McDonald's untuk makan siang dengan perasaan senang karena menang sudah lama tak mengajak Clarisa jalan jalan.


Dalam perjalanan menuju McDonald's Clarisa senang sekali dan bercerita tentang kegitan apa saja yang di lakukan selama di sekolah atau di rumah.Pak Wirawan pun menaggapinya dengan senang, Bu Lisa juga ikut menimpali celotehan Clarisa .Begitu sampai di depan parkiran McDonald's Clarisa turun langsung menuju kasir untuk memesan makanan bersama Pak Wirawan sedang bu Lisa cari tempat beserta sopirnya.


(anggap saja Menunya seperti di bawah ini.😍😍😍😍)



Mereka berempat menikmati hidangan McDonald's yang di pesan tadi.Clarisa makan dengan lahapnya seolah lupa akan kesedihannya, Clarisa sangat bahagia, karena sejak Angga sakit Clarisa jarang pergi walau hanya sekedar makan di McDonald's.Sehabis makan McDonald's Pak Wirawan mengajak Icha bermain di tempat bermain anak anak.Clarisa bermain mulai dari mobil mobilan,banyak jenis game berkoin,dan kereta setelah satu jam bermain Pak Wirawan memutuskan mengajak Clarisa pulang karena Clarisa sudah terlihat kelelahan.


"Icha ayo pulang" ajak Pak Wirawan dan Pak Wirawan pun juga sudah merasa lelah menemani Icha bermain.


"Icha masih mau bermain Opa ", rengek Clarisa mulai merajuk


"Lain kali Opa ajak Icha main lagi, sekarang Opa juga sudah capek, tuh lihat kasihan Oma pasti juga sudah capek" rayu Pak Wirawan ke Clarisa yang sedang ngambek"kalau Icha gak mau pulang lain kali Opa tidak mau ajak Icha main lagi! "

__ADS_1


"Baiklah Opa , Icha pulang" jawab Clarisa sedikit lesu


Dalam perjalanan pulang Clarisa tertidur dalam pangkuan Bu Lisa, dari tadi Bu Lisa hanya mengikuti tidak banyak bicara karena Bu lisa memikirkan bagaimana caranya memberi tahu tentang rencana Merry yang ingin bercerai dengan Angga .Setelah sampai rumah Clarisa yang masih tertidur di gendong pak Wirawan menuju kamarnya Clarisa dan di tidurkan di atas kasur dan menyelimuti Clarisa "Kasihan nasib kamu Icha, semua ini salah Opa yang tidak bisa mendidik Mamahmu sehingga kamu jadi korban keadaan, semoga jka kamu besar kamu bisa menjadi anak yang bisa memembanggakan orang tua", gumam Pak Wirawan sambil membelai lembut kepala Clarisa . setelah menyelimuti Clarisa Pak Wirawan meninggalkan kamar Clarisa dan menuju kamarnya untuk membersihkan diri.Sehabis membersihkan diri Pak Wirawan menuju taman belakang untuk menikmati udara segar di kebun belakang.


"Yun kamu lihat Ibu gak?" tanya Pak Wirawan pada Yuni saat berpapasan dengan Yuni di ruang keluarga


"Bukannya di kamar Pak , soalnya tadi saya lihat Ibuk masuk kamar", jawab Yuni sopan


"Gak ada, barusan saya dari kamar Yun " jawab Pak Wirawan santai


"Mungkin di taman belakang Pak ", jawab Yuni lagi


", Baiklah aku cari kesana, misal kamu ketemu Ibu bilang aku tunggu di taman belakang" pinta Pak Wirawan dan langsung jalan menuju taman belakang


"Baik Pak ", jawab Yuni sopan.


"Dari tadi aku lihat Mama diam saja ada apa?" tanya Pak Wirawan dan ambil duduk di samping Bu Lisa.


"Capek saja Pah ", jawab Bu Lisa acuh "Bagaimana pekerjaannya Pah lancar?" tanya Bu Lisa pada Pak Wirawan


"Puji Tuhan lancar, dan kemarin aku baru jenguk Angga di Singapore semuanya baik baik saja bahkan kemarin lusa operasinya juga berjalan lancar", Pak Wirawan memberitahu bu lisa."Jujur aku sangat kasihan melihat Icha sekarang,kemana Merry dari tadi aku tidak melihatnya? Apa dia tidak pulang lagi?", tanya Pak Wirawan dengan nafas berat


"Sampai kapan Angga akan berobat di Singapore dan apa Papa membiayai pengobatan Angga ?" Bu Lisa bukannya menjawab pertanyaan Pak Wirawan tentang Merry Bu Lisa malah mengintrogasi Pak Wirawan yang berkunjung ke rumah sakit nengokin Angga.


"Soal Angga Aku tidak kwatir tanpa uang dari kita pun Angga masih bisa membiayai rumah sakit dan kehidupannya ,dan juga Angga cukup mendapatkan kasih sayang dari Bu Saras sekeluarga, yang aku kawatirkan justru keluarga kita Merry dan Clarisa " jelas Pak Wirawan dengan nada berat penuh beban


"Bagus jadi kita tidak perlu repot repot ngurusnya", jawab Bu Lisa sinis

__ADS_1


"Kamana Merry ?" tanya Pak Wirawan yang sudah mulai emosi


"Ada urusan nanti juga pulang" jawab Bu Lisa ketus


"Apa tidak ada kerjaan lain selain kluyuran, kalau sifat Merry tidak berubah entah bagaimana nasib nya nanti dan lagi Merry pewaris tunggal perusahaan keluarga Mama , jadi pikirkan itu Mah jangan lagi Mama memanjakan Merry kalau ingin perusahaan tetap berjaya"ucap Pak Wirawan tegas


"Apa maksud Papa ,?" tanya Bu Lisa sedikit keheranan


"Aku ingin Merry belajar mengelola perusahaan, lihatlah Icha semenjak Angga sakit Icha terabaikan kalau Merry tidak berubah dan kita tidak ada bagaimana nasib Icha mah,,,,, Icha bukan anak kandung Angga ingat itu mah,jadi Icha tanggung jawab kita bukan tanggung jawab Angga , Aku tahu Aku salah selama ini Aku tidak tegas hanya mengikuti apa kata Mama "ucap Pak Wirawan yang di hinggapi amarah penuh penyesalan karena merasa gagal jadi kepala keluarga.


" Nanti mama pikirkan Pah " jawab Bu Lisa dan langsung pergi meninggalkan Pak Wirawan yang masih duduk di taman belakang rumah.


",Tuhan inikah hukuman yang harus Aku terima karena tidak bisa menjadi kepala keluarga yang baik,ya Aku gagal untuk mendidik anak serta istriku, Tuhan ampun kan dosaku sadar kan anak dan istriku" ucap Pak Wirawan dalam hati yang berkecamuk


Dalam rumah tangga Pak Wirawan , Bu Lisa yang dominan karena perusahaan yang di kelola Pak Wirawan perusahaan keluarga Bu Lisa.Dulu Pak Wirawan dan Bu Lisa menikah karena perjodohan orang tua, kedua orang tua Bu Lisa yang memohon pada keluarga Pak Wirawan agar Pak Wirawan bersedia menikahi Bu Lisa,. Tujuan orang tua Bu Lisa agar Bu Lisa bisa berubah karena Pak Wirawan tipe penyabar dan penyayang,dengan kesabaran Pak Wirawan bisa merubah Bu Lisa dari sifat sombongnya.Walau sampai sekarang masih sedikit sombong.


🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗


Bersambung dulu ya readers


Jangan lupa kritik dan saranya, like, komen, love dan vote nya, dan share se Banyak Banyaknya ya


Untuk saling mendukung sesama author silahkan tinggal kan jejak di komen pasti aku feedback. Terima kasih


Salam hangat dari author


I love you so much my sweet readers

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2