
"Arin gimana kamu mau kan jadi istri aku???" tanya bio dengan muka yang serius
Arin hanya melongo dibuatnya.. dia memikirkan jawaban apa yang harus diberikan kepada kak bio
dia terus berpikir dan dia mendapatkan sebuah ide
aku tantang aja kak bio untuk melamar .aku suruh dia meminta izin sama bapak pasti nggak bisa, nggak berani. terus dia langsung kabur dan aku nggak usah jadi istrinya kak bio deh.. batin Arin
"neng ditanyain si AA noh... malah ngelamun aja !!!" kata lea menyenggol sikut arin
"dilamar noh situ.. ama babang polisi tampan masa nggak mau Rin...???" kata Lea lagi
Lea yang memandang Arin sedang melamun terus merasa jengah.
"kalau kagak mau buat aku aja ya Rin... babang polisi tampan kaya gitu dianggurin...!!" kata Lea mengejek Arin
bio yang sedari tadi mengamati wajah ayu Arin terpesona akan kecantikan kan Arin
"eh pak polisi.... jigong lu nohhh... udah penuh seember" Lea yang mengamati pak polisi itu memandang sahabatnya tanpa berkedip dan mulut ternganga
bio dan Arin tersadar dari lamunan mereka masing-masing
"gimana???" tanya bio memohon
"kak bio tanya sama bapakku aja deh... itu kalau kak bio berani..!!" kata Arin
__ADS_1
"oh jadi kamu nantangin aku neng... oke dah aku jabanin...!!" kata bio menirukan logat Lea
pikir Arin apakah Arin salah ngomong atau bagaimana. kok malah jadinya kak bio itu menerima tantangannya apakah berani kak bio??? ah nasi sudah jadi bubur .paling gak bisa nggak berani tuh ngomong langsung ke bapak polisi cemen.. batin arin.
"pak polisi udah selesaikan urusanya di sini... aku mau pulang nih udah mau sore pasti ibu nungguin... ayo lea kita pulang !! " ajak Arin
Arin menarik tangan Lea menuju gerobak mang Cepot.
Arin dan Lea hendak membayar tetapi uangnya direbut bio, bio menaruhnya didalam tas Arin
" berapa mang...???" tanya bio kepada mamang Cepot
bio mengeluarkan uang kertas 50.000. bio langsung menarik kedua perempuan tersebut keluar dari kedai
terdengar suara menang Cepot dari dalam kedai
"ambil aja mang.." teriak bio
bio menarik tangan Lea dan arin menuju ke parkiran. sesampainya di parkiran
"makasih pak polisi atas traktirannya...!"kata Lea sembari tersenyum
"terima kasih kembali, itung-itung belajar menafkahi istri..." jawab bio cekikikan
"Huekkk" teriak Lea memperagakan gerakan memutahkan makanan
__ADS_1
" gaje amat lu bang..'' ejek Lea
"udah sana sana sana pulang... " usir bio dengan melambaikan tangannya.
"Lea tunggu aku.." teriak arinn hendak mengejar lea
"eh... nona Kanaya anda itu pulang dengan saya" ucap bio sembari membukakan pintu mobilnya..
Arin melihat sahabatnya itu pergi menggunakan motor matic nya dengan terpaksa Arin mengikuti keinginan bio
dia pun masuk mobil bio dengan malas
didalam mobil bio Arin hanya cemberut .
" Arin... kalau mukamu tetap manyun begitu aku pastikan hari ini kamu akan jadi istriku " kata bio dengan tegas
dengan terpaksa Arin membuat senyum lebarnya dan menunjukkan kepada bio
"puas!!!???" bentak Arin
" puas sekali sayang ... " jawab Arin
Arin hanya tersenyum palsu,padahal hatinya menggembung seperti balon udara membuncah di dalamnya terbakar..
sesampainya di rumah bio menghentikan mobilnya dan membukakan pintu untuk Arin. arin merasa seperti seorang putri yang keluar dari kereta kecebong ( wkwkwk)
__ADS_1
bio langsung saja melambaikan tangannya dan masuk ke dalam mobil.