Bukan Jodoh

Bukan Jodoh
SIAPA???


__ADS_3

Arin menggati pakainya dan merebahkan diri di kasur.matanya memandang langit langit genting tanah, berandai andai bagaimana masa depan nya nanti.


tanpa disadari matanya terpejam.


suara ponsel Arin berdering nyaring, membuat Arin terlonjak kaget


"siapa juga telpon siang bolong... pasti si centil Lea!" bangun dan menghampiri ponselnya


dilihatnya nomor yang tidak ada namanya di kontak hpnya


siapaaa??? bodi ahh batin nya kembali rebahan


namun ponselnya kembali berbunyi


dia bangun lagi untuk mengeceknya


masih nomor yang sama.. siapaa???


angkat ahhh siapa tau penting


Arin mengangkat panggilan nya.


belum sempat dia berbicara suara di sebrang nyosor


" aku mohon temui aku ya.. ini penting cepetan segera!!! " perintah nya


" siapa??? maksud nya apa??? datang kemana???""


" pokoknya datang di jalan xxxxx . cepetan aq tunggu kalo nggak nyawamu taruhannya" katanya yang marah langsung menutup sambungan telepon


siapa?? heran aku . kenal nggak pernah ketemu nggak...gimana nih batin Arin menimbang nimbang untuk pergi atau tidak


ponselnya menyala lagi,dilihatnya notifikasi message

__ADS_1


dibukanya


ancamanku tidak main main


isi pesannya


Arin langsung menggambil jaket mamkainya lalu mengendarai motor bebeknya menuju jalan yang dikatakan oleh si penelpon tadi


dijalan Arin menggerutu merututi sikap penelpon tadi yang mengancam nyawanya jika tidak datang


padahal selama ini dia tidak punya musuh apalagi bergaul dengan orang lain.. kecuali teman sekolah,tukang arem-arem,tukang klepon,tukang martabak teman ibu dan bapak nya.


kurang dari 10 meter dari jalan xxx dia memarkirkan motornya dan celingukan mencari orang yang tadi menelepon


tak berapa lama setelah celingukan . nomor yang tadi menelepon. menghubungi nya kembali


" haloo!!! " sapa nya dengan suara yang agak bergetar.


dia melangkahkan kakinya kedalam toko xxx. didalam pikirannya Arin hanya terngiang ngiang ancaman orang tersebut


didalam toko terlihat sepi hanya ada seseorang yang duduk membelakangi pintu masuk.


itu pasti orang nya. batin arin


Arin dengan gemetar memberanikan langkahnya untuk menemui orang tersebut. orang itu tampak gagah dari belakang dengan memakai jaket kulit hitam mengkilap


setalah sampai dihadapannya . pria itu mendongak memperhatikan Arin


" silahkan duduk" suruh orang tersebut


pria tersebut memandanginya intens dan lekat.


ada raut keraguan, kekaguman, yang dibentuk berulang - ulang oleh mimik wajah nya.

__ADS_1


Arin yang dipandangi secara intens, mulai gelisah


menggosok tengkuknya


sadar wanita yang dipandangi, kurang nyaman pria itu membuka suara


" ada hubungan apa anda dengan Mr. Aro?" tanyanya dengan penuh penekanan.


Arin bingung dengan pertanyaan pria tersebut, wajahnya seketika penuh dengan pertanyaan


pria tersebut memandang Arin kembali dengan intens.


Arin melamun , memikirkan pertanyaan pria di depanya..Mr. Aroo??? siapa???


pria didepan. mulai tak sabar menunggu


" jawab' bentaknya


Arin kaget bukan kepalang. Dengan otomatis dia menjawab


" mana aku tau...aro aro siapa itu aq juga nggak tau??" jawabnya dengan gemetar


" pura pura nggak tau.. Mr. aro bos mu???"' bentak nya lagi


"aku nggak tau.." isaknya Arin sudah tidak bisa membendung air mata nya lagi


pria itu agak panik ketika Arin menangis, dia kembali memandang Arin


sepertinya bukan anak buah Aro . perempuan cengeng ini tidak cocok menjadi anak buah Aro . batin pria itu


" saya tadi melihat anda makan berempat dengan Mr.aro anda adalah anak buah Mr. aro bukan ???" terangnya


Arin mengingat kejadian di warung mie Ayam tadi

__ADS_1


__ADS_2