
Arin menggati pakainya dan merebahkan diri di kasur.matanya memandang langit langit genting tanah, berandai andai bagaimana masa depan nya nanti.
tanpa disadari matanya terpejam.
suara ponsel Arin berdering nyaring, membuat Arin terlonjak kaget
"siapa juga telpon siang bolong... pasti si centil Lea!" bangun dan menghampiri ponselnya
dilihatnya nomor yang tidak ada namanya di kontak hpnya
siapaaa??? bodi ahh batin nya kembali rebahan
namun ponselnya kembali berbunyi
dia bangun lagi untuk mengeceknya
masih nomor yang sama.. siapaa???
angkat ahhh siapa tau penting
Arin mengangkat panggilan nya.
belum sempat dia berbicara suara di sebrang nyosor
" aku mohon temui aku ya.. ini penting cepetan segera!!! " perintah nya
" siapa??? maksud nya apa??? datang kemana???""
" pokoknya datang di jalan xxxxx . cepetan aq tunggu kalo nggak nyawamu taruhannya" katanya yang marah langsung menutup sambungan telepon
siapa?? heran aku . kenal nggak pernah ketemu nggak...gimana nih batin Arin menimbang nimbang untuk pergi atau tidak
ponselnya menyala lagi,dilihatnya notifikasi message
__ADS_1
dibukanya
ancamanku tidak main main
isi pesannya
Arin langsung menggambil jaket mamkainya lalu mengendarai motor bebeknya menuju jalan yang dikatakan oleh si penelpon tadi
dijalan Arin menggerutu merututi sikap penelpon tadi yang mengancam nyawanya jika tidak datang
padahal selama ini dia tidak punya musuh apalagi bergaul dengan orang lain.. kecuali teman sekolah,tukang arem-arem,tukang klepon,tukang martabak teman ibu dan bapak nya.
kurang dari 10 meter dari jalan xxx dia memarkirkan motornya dan celingukan mencari orang yang tadi menelepon
tak berapa lama setelah celingukan . nomor yang tadi menelepon. menghubungi nya kembali
" haloo!!! " sapa nya dengan suara yang agak bergetar.
dia melangkahkan kakinya kedalam toko xxx. didalam pikirannya Arin hanya terngiang ngiang ancaman orang tersebut
didalam toko terlihat sepi hanya ada seseorang yang duduk membelakangi pintu masuk.
itu pasti orang nya. batin arin
Arin dengan gemetar memberanikan langkahnya untuk menemui orang tersebut. orang itu tampak gagah dari belakang dengan memakai jaket kulit hitam mengkilap
setalah sampai dihadapannya . pria itu mendongak memperhatikan Arin
" silahkan duduk" suruh orang tersebut
pria tersebut memandanginya intens dan lekat.
ada raut keraguan, kekaguman, yang dibentuk berulang - ulang oleh mimik wajah nya.
__ADS_1
Arin yang dipandangi secara intens, mulai gelisah
menggosok tengkuknya
sadar wanita yang dipandangi, kurang nyaman pria itu membuka suara
" ada hubungan apa anda dengan Mr. Aro?" tanyanya dengan penuh penekanan.
Arin bingung dengan pertanyaan pria tersebut, wajahnya seketika penuh dengan pertanyaan
pria tersebut memandang Arin kembali dengan intens.
Arin melamun , memikirkan pertanyaan pria di depanya..Mr. Aroo??? siapa???
pria didepan. mulai tak sabar menunggu
" jawab' bentaknya
Arin kaget bukan kepalang. Dengan otomatis dia menjawab
" mana aku tau...aro aro siapa itu aq juga nggak tau??" jawabnya dengan gemetar
" pura pura nggak tau.. Mr. aro bos mu???"' bentak nya lagi
"aku nggak tau.." isaknya Arin sudah tidak bisa membendung air mata nya lagi
pria itu agak panik ketika Arin menangis, dia kembali memandang Arin
sepertinya bukan anak buah Aro . perempuan cengeng ini tidak cocok menjadi anak buah Aro . batin pria itu
" saya tadi melihat anda makan berempat dengan Mr.aro anda adalah anak buah Mr. aro bukan ???" terangnya
Arin mengingat kejadian di warung mie Ayam tadi
__ADS_1