
Setalah operasi dan keadaan Angga yang semakin membaik Angga di pindahkan ke kamarnya semula.Di kamarnya Angga sudah ada Tyas Bu Saras dan Pak Wirawan yang menemani.Angga masih tidur karena efek obat obatan yang di minum sehingga mereka bertiga pun ngobrol ringan.
"Bu maafkan atas kelakuan anak perempuan ku yang memang tidak pantas untuk di maaf kan, semua ini juga salah ku yang salah mendidik anak, dan akirnya seperti ini Angga harus ikut menanggung akibatnya" ucap Pak Wirawan dengan nafas yang berat penuh penyesalan.
"Sudahlah Pak,mungkin memang takdirnya Angga harus mengalaminya, mungkin ini juga teguran dari Tuhan agar kita lebih mendekatkan diri pada Tuhan , Agar kita tidak lalai.Semoga dengan kejadian ini bisa membentuk pribadi Angga lebih iklas dan lebih dekat bersama Tuhan "jawab Bu Saras menenangkan Pak Wirawan yang gelisah karena di hantui perasaan bersalah di masa lampu.
"Saya harap begitu bagaimana pun itu Angga tidak pantas untuk mendapat cobaan seberat ini, saya hanya mampu berdoa untuk kesehatan Angga " kata Pak Wirawan lagi
"Saya berharap Angga bisa menemukan kebahagiaannya, saya yakin dia tahu apa yang harus di lakukan , saya hanya pingin melihat Angga bahagia itu saja Pak , kapan Bapak kembali ke Indonesia?" tanya Bu Saras pada Pak Wirawan yang duduk bersebelahan dengan Bu Saras .
" Besok pagi saya balik Indonesia, hari ini saya ingin menemani Angga di sini, mumpung ada waktu senggang karena kalau sudah sampai Indonesia kita sudah di sibukan dengan berbagai pekerjaan" jawab Pak Wirawan yang duduk bersandar di sofa.
"Terima kasih Pak sudah memperhatikan dan perduli pada Angga " ucap Bu Saras
", Angga itu sudah aku anggap sendiri Bu , Ibu sendiri sampai kapan di sini"? "Pak Wirawan tanya balik ke Bu Saras
", Lusa saya baru kembali ke Indonesia nunggu informasi dari dokter "ucap Bu Saras
Sedangkan Tyas fokus pada laptopnya tidak lama Kemudian Angga bangun.Tyas langsung mengambilkan air untuk di minumkan ke Angga yang kehausan , tidak perlu waktu lama Angga sudah menghabiskan airnya.
" Sudah bangun Ngga ?"sapa Pak Wirawan bersamaan dengan Bu Saras
" Sudah Pa , Tante "jawab Angga yang masih lemah" Papa msih di sini? bagaimana kerjaan kantornya?"tanya Angga pada Pak Wirawan
"Sudah Aku handle, kamu jangan kwatirkan Papa , yang penting sekarang kesembuhan kamu Ngga " ucap Pak Wirawan penuh kasih sayang"Kamu harus kuwat Ngga Papa akan selalu berada di sampingmu "jelas Pak Wirawan lagi
" Terima kasih Pa , semoga tuhan memberkati kita semua"ucap Angga
Pak Wirawan meminta maaf pada Angga atas kesalahan Merry dan juga kesalahan Pak Wirawan sendiri di masa lampau yang meminta Angga untuk menikah Merry . Angga masih bisa nerima dengan sabar walau sudah dua kali di hianati Merry Angga menjelaskan pada Pak Wirawan tentang semua apa yang terjadi pada dirinya dan Merry termasuk Merry yang tak pernah mencintai Angga walau usia pernikahan ya sudah Lima tahun lebih.
__ADS_1
Dan juga permintaan angga yang tak mau di rawat atau melihat Merry . Pak wirawan pun paham atas situasi yang Angga alami, bagaimana pun tahu perjuangan Angga dalam merubah Merry namun semua serasa sia sia karena Merry sendiri yang tak mau berubah. Tyas dan Bu Saras jadi pendengar setia tak bersuara sama sekali membiarkan Pak Wirawan dan Angga ngobrol. Pak Wirawan lega setelah mengutarakan semua kegundahan hatinya pada Angga .
"Yas tolong jaga Angga ya Saya akan sering sering datang ke sini, titip Angga " pinta Pak Wirawan pada Tyas "Bapak yakin kamu bisa membuat Angga tertawa bahagia" ucap Pak Wirawan
"Inshaallah Pak ," jawab Tyas singkat
"Jangan Kwatir Pak, Tyas pasti bisa jaga Angga " timpal Bu Saras meyakinkan Pak Wirawan.
Pak Wirawan menemani Angga sampai malam sedang Bu Saras pulang duluan karena ada sedikit pekerjaan yang harus di selesai kan bersama Sandra.
Di Indonesia Merry dan Erric bertemu pengacaranya Erric di kantor Erric untuk membahas tentang gugatan cerai Merry pada Angga ,. Merry mengutarakan semua pada pengacaranya Erric sang pengacara pun menjelaskan prosedur dalam perceraian. Merry mengisi semua dokumen gugatan cerai pada Angga setelah satu jam pertemuan dengan sang pengacara telah berakhir.
"Terima kasih Bu semoga proses perceraiannya berjalan lancar tiada halangan suatu apapun, kalau begitu saya pamit nanti segera aku kabari kelanjutannya " ucap Adrian sang pengacara sambil nengemasi dokumen
"Semoga baik baik saja Pak , terima kasih sudah memproses kasus Saya " ucap Merry bahagia
Sang pengacara keluar dari ruangan Erric dan meninggalkan gedung kantor Erric.
"Aku bahagia sebentar lagi Aku bisa hidup bersamamu sayang" ucap Merry yang menggelayut pada Erric ."Kerja Sana dulu aku masuk di kamar mu Aku tunggu di sana sayang"Satu kecupan mendarat di pipi Erric , Erric melanjutkan pekerjaannya Merry sudah menunggu di kamar yang ada di ruangan Erric .
Di Singapore Bu Saras dan Sandra sibuk dan fokus pada pekerjaannya sampai tidak tahu kalau hari sudah petang.Tyas sibuk merawat Angga
"Bagaimana keadaan Ko Angga Ma ?"tanya Sandra pada Bu Saras yang duduk di kursi kerjanya.
"Puji tuhan setelah operasi semua baik baik saja tadi Angga sudah di pindah di kamar yang dulu" jawab Bu Saras
", Puji Tuhan Sandra senang Ko Angga bisa melewati operasinya, Ko Angga sama siapa kok Mama pulang cepat?" tanya Sandra penasaran
"Angga sama Tyas dan juga tadi Pak Wirawan menemani",jawab Bu Saras
__ADS_1
"Kenapa ya sifat Pak Wirawan dan Ce Merry bertolak belakang" ucap Sandra penasaran
"Itu lah!!!!!,karena sifat manusia pasti tidak sama" jawab Bu Saras
"Turun yuk Sand kita cari makan dulu" Bu Saras me ngajak Sandra
", Baik ayo Ma , sudah lapar!!!" jawab Sandra dan langsung siap siap pergi ke food court teedekat. Sandra dan bu Saras berjalan dengan santai agar bisa menikmati udara petang,.setelah sampai di food court Bu Saras langsung mengambil makanan yang sudah di sediakan.
"Ma saya lihat Pak Wirawan perhatian banget sama Tyas , seperti kemarin pak Wirawan ngasih uang lagi ke Tyas padahal kan baru seminggu yang lalu Tyas di kasih uang ini kok dapat lagi",ucap Sandra heran
"Mama sendiri tidak tahu Sand , mungkin sebagai ucapan terima kasih karena Tyas sudah jaga Angga " jelas Bu Saras sambil memakan makanannya.
"Mungkin juga Ma ,semoga tidak ada sesuatu yang rumit" ujar Sandra sambil menikmati hidangannya
"Apanya yang rumit Sand?" tanya Bu Saras
"Hubungannya mereka, aku takut kalau tiba tiba Ce Merry datang dan tidak terima atas perlakuan Pak Wirawan pada Tyas ataupun tiba tiba saja Ce Merry cemburu pada Tyas dan menuduh Koko dan Tyas tanpa sebab yang jelas", keluh Sandra
"Paling kamu korban sinetron San, kelihatannya kamu kurang nonton sinetronnya hahahhahhahaa "" ucap Bu Saras santai, Mereka berdua akirnya tertawa bareng sambil menikmati makannya.
🌫️🌫️🌫️🌧️🌧️🌧️🌧️🌧️🌧️🌧️🌧️🌧️🌧️🌧️🌧️🌧️🌫️🌫️🌫️
Bersambung dulu ya readers
Jangan lupa kritik dan saran, like vote dan rate
Yuk saling support sesama author silahkan tinggal kan jejak di kolom komentar makasih
. Salam sayang dari author
__ADS_1
I love you so much my sweet readers
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖