Bukan Jodoh

Bukan Jodoh
Part 49


__ADS_3

Setelah selesai melakukan pemeriksaan dokter Farika memberi pengarahan kepada Tyas tentang kemungkinan yang terjadi dengan kondisi emosi Angga yang tidak stabil. Dokter Farika Bu Saras dan Tyas duduk di sofa ruang tengah agar tidak di dengar oleh Angga.


"Mbak Tyas dengan kondisi mental pak Angga yang tidak stabil seperti sekarang, saya harap mbak Tyas untuk lebih waspada, dan tolong jangan biarkan Pak Angga sendirian,jangan biarkan Pak Angga terlalu banyak melamun "ucap dokter Farika yang duduk di sofa berhadapan dengan Tyas dan Bu Saras.


"Baik dok saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga dan merawat Ko Angga "jawab Tyas meyakinkan


"Saya percaya padamu mbak, biarpun Pak Angga tidak mau melakukan terapi tetap lakukan oleh raga ringan seperti biasa serta bawa dia jalan jalan ke taman pagi dan sore agar Pak Angga tidak terlalu stress, dan Bila terjadi apa apa segera telpon Saya "ucap dokter Farika lagi


"Baik dok akan Saya lakukan sesuai instruksi dokter "jawab Tyas lagi.


"Kira kira kondisi Angga sekarang apa sangat bahaya dok ?!"tanya Bu Saras cemas.


"Selagi Pak Angga masih bisa mengontrol emosi saya kira aman Bu, yang saya takutkan jika Pak Angga terlalu menyalahkan diri sendiri dan tidak bisa menerima kenyataan karena kasus seperti ini sangat rentan, maka Saya harap untuk saat ini keluarga harus berperan aktif untuk menghibur dan menguatkan Pak Angga "dokter Farika menjelaskan"Baik lah Saya pamit dulu besok lusa saya kesini lagi "ucap dokter Farika berpamitan.


Sepeninggalan dokter Farika Tyas dan Bu Saras berbicara di ruang tengah


"Yas, untuk perawatan Angga Ibu percayakan padamu Ibu yakin kamu bisa menjaga dan merawat Angga dengan baik, karena Ibu dan Sandra tidak bisa terus berada di samping Angga "ucap Bu Saras yang duduk di sofa penuh permohonan kepada Tyas.


"Ibu jangan kwatir Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan amanah dari Ibu dan Ce Sandra "ucap Tyas berusaha meyakinkan Bu Saras.


"Tadi Angga sudah bilang jika Angga mengabulkan tuntutan cerai dari Merry ,apa kamu sudah tahu Yas??tanya Bu Saras pada Tyas


"Belum tahu Bu, tadi pagi waktu di taman Ko Angga lebih banyak diam, bahkan saat Tyas ajak ngobrol malah gak nyambung "ucap Tyas cemas terhadap Angga. Dan Tyas menceritakan saat di taman tadi ke Bu Saras dan Bu Saras mendengarkan dengan seksama.


"Ibu tahu situasi ini sangat sulit untuk Angga Yas"ucap bu Saras mendesah nafas berat.


"Apa Pak Wirawan juga sudah tahu Bu?Tyas bertanya pada Bu Saras


"Belum !mungkin nanti siang jika Pak Wirawan kesini biar Angga yang kasih tahu sendiri "ucap bu Saras, setelah selesai mengobrol Bu Saras dan Tyas beranjak dari duduknya menemui Angga di kamar.


Tyas, Bu Saras, Sandra dan Angga berbincang bincang di kamar Angga mengenai pengacara yang akan mengurus perceraian Angga dan Merry. Angga melakukan video call dengan pengacara yang ditunjuk untuk mengurus perceraiannnya.Karena sibuk dengan masalah Angga sampai sampai Tyas lupa kalau belum makan siang dan waktunya Angga minum obat.

__ADS_1


"Haduhhhhhhhhhhhhhhhhh udah jam satu Koko belum makan dan minum obat "ucap Tyas kaged dan langsung berdiri begitu melihat jam karena sudah lewat setengah jam waktu buat Angga minum obat.


"Wah gak kerasa sudah siang ternyata, ya udah kita makan dulu "Ucap Bu Saras ikut ikutan kaged dan baru menyadari kalau waktu sudah siang


"Kamu ambilkan saja Yas makananku, Aku makan di sini saja, kamu segera sholat keburu habis waktunya "perintah Angga kepada Tyas yang bersandar di ranjang nya


"Ya Yas kamu sholat dulu biar Ko Angga kita yang nemeni, setelah kamu sholat baru kita makan bersama"ucap Sandra yang duduk di sofa di kamar Angga


"Baiklah Aku ambilkan makan dan obatnya dulu "ucap Tyas dan Tyas segera kedapur mengambil makanan serta obat buat Angga. Setelah mengantar makanan Angga kekamar Angga Tyas segera melaksanakan sholat dzuhur.


"Sini Aku suapi Ko"ucap Sandra menawarkan diri


"Gak usah Sand, terima kasih Aku masih bisa sendiri, lagian Aku bukan balita"jawab Angga yang siap siap menyantap makanannya.


"Sekali kali Ko,, sini Aku suapi "ucap Sandra memaksa dan langsung merebut piring dari tangan Angga.


"Dahhhh selesai, sekarang waktunya minum obat Ko"ucap Sandra setelah Angga mengahabiskan makan nya dengan di suapi Sandra


Siang hari Pak Wirawan tidak jadi datang karena mendadak di ajak kolegannya untuk meet up di sebuah restaurant sekalian makan siang.


Sore hari sesuai instruksi dokter Farika, Tyas mengajak Angga untuk jalan jalan memutari apartments. Angga berpesan untuk mampir dan duduk di taman. Di taman sudah banyak orang di sana dan anak kecil yang sedang bermain.


"Udaranya enak ya Ko, seger"ucap Tyas yang sudah duduk di bangku taman sambil mengamati anak anak kecil yang sedang bermain,.


"Iya Yas, rasanya di badan dan pikiran jadi frees.Lihatlah Yas anak anak itu mereka bahagia seperti tak ada beban "ucap Angga sambil matanya terus menatap anak anak yang sedang asyik bermain


"Ya Ko,terlihat bahagia sekali, padahal dalam pikiran mereka ingin segera besar dan bisa melakukan sendiri Bebas tanpa omelan orang tua."Ucap Tyas bahagia matanya tetap mengamati anak anak yang sedang bermain di taman.


Di saat mereka ngobrol Pak Wirawan lewat dan melihat mereka, begitu melihat Angga dan Tyas pak Wirawan menghampiri Tyas dan Angga,.


"Hai Yas,hai Ngga "sapa Pak Wirawan yang menghampiri mereka berdua dan langsung ikut duduk di bangku taman.

__ADS_1


"Sore Pak, sore Pa"ucap Tyas dan Angga berbarengan.


"Dari mana dan mau kemana Pa, kok Papa tahu kalau kita lagi di sini ?"Tanya Angga pada Pak Wirawan ramah.


"Mau ke apartments kalian, maaf tadi Aku tidak bisa datang Ngga karena tadi tidak sengaja ketemu rekan bisnis dan ngajak makan Papa "jawab Pak Wirawan menjelaskan


"Gak apa apa Pa!.mau berapa lama Papa di Singapore ?"Angga bertanya pada Pak Wirawan


"Belum tahu Ngga, soalnya sekalian meninjau proyek yang di Malaysia "ucap Pak Wirawan


"Pa, Aku mau tlpon Icha tolong Papa sambungkan video call dengan Icha "permintaan Angga pada Pak Wirawan


"Baik Ngga Aku sambungkan !!sebentar ya"ucap Pak Wirawan, dan Pak Wirawan segera menyambungkan Video call dengan clarisa.


Dengan senang hati Angga langsung menyapa Clarisa yang terlihat di layar monitor. Begitu melihat Angga Clarisa tak kalah bahagianya.


📳"Pa, Icha kangen Pa, kapan Papa pulang ?"tanya Clarisa sedih "Opa kenapa Opa tidak bilang jika Opa mau bertemu Papa, Icha kan bisa ikut. "ucap clarisa sedih


📳"Anak baik gak boleh cengeng Sayang udah jangan nangis,Kalau Papa sudah sembuh pasti Papa pulang sayang doa in Papa ya sayang agar Papa cepet sembuh Dan bisa jalan jalan sama bidadari kecil Papa "ucap Angga berusaha menghibur Clarisa yang sedang sedih.


⏲️⏲️⏲️⏲️⏲️⏲️⏲️🌛🌛🌛🌛❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️


Bersambung dulu ya readers sayang


Akankah Clarisa tahu jika orang tuanya akan bercerai????????????????? Ikuti terus lanjutannya


Terima kasih yang sudah dukung novelku karyaku


Jangan lupa tinggalkan jejak agar aku mudah untuk feed back saling dukung karya kakak author.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


Love you readers sayang.


__ADS_2