Bukan Jodoh

Bukan Jodoh
Part 51


__ADS_3

Setelah selesai makan malam Angga Bu Saras dan Pak Wirawan berada di kamar Angga, Angga bersandar diranjangnya sedang Bu Saras dan Pak Wirawan duduk di sofa. Tyas Louise dan Sandra beres beres di dapur sambil bersendau gurau, mereka bertiga semakin akrab sudah seperti teman lama, tidak ada kecanggungan antara Sandra, Tyas maupun Louise .


"Pa maafkan Angga karena selama ini Angga sebagai suami tidak mampu mendidik Merry dengan baik, dan setelah Aku pertimbangkan Aku akan kabulkan tuntutan Merry untuk bercerai "ucap Angga berusaha tenang dan mengambil nafas sebelum melanjutkan kembali ucapnya


" Sebenarnya Akupun tidak mau perceraian ini terjadi Pa, namun Akupun juga tidak mau memaksa Merry untuk tetap bersamaku, jika dengan berpisah denganku Merry bisa bahagia Aku ikhlas.Dan alasanku melepas Merry hanya satu karena Aku tidak ingin Merry terus melakukan perselingkuhan dan bergelimbang dosa, semoga setelah berpisah denganku Merry bisa lebih baik dan bisa lebih dekat dengan Tuhan. "pungkas Angga mengakiri bicaranya


Pak Wirawan dan Bu Saras yang mendengarkan ucapan Angga sangat terharu, tidak menyangka jika Angga bisa tetap tenang dan bijak dalam mengambil keputusan.Sampai sampai Bu Saras dan Pak Wirawan tidak bisa berkata apa apa, dalam waktu beberapa menit Pak Wirawan baru bicara dengan sedih.


"Ngga apapun itu Papa hormati keputusanmu, apapun yang terjadi Aku harap kamu tetap mau menjadi anak Papa, Papa tahu itu bukan hal yang mudah bagimu setelah apa yang Merry lakukan padamu, sekali lagi Aku minta maaf atas kesalahan keluargaku terutama Aku minta maaf untuk Merry. Terima kasih Ngga sudah Banyak membantu keluarga kami dan menjadi ayah yang baik buat Clarisa. Jujur Aku sudah tidak punya muka untuk berhadapan denganmu Ngga dan juga Bu Saras kalian terlalu baik, Aku terlalu malu Ngga"ucap Pak Wirawan dengan berlinang air mata sedih karena malu. Begitu pun Bu Saras juga ikut berlinang airmata karena terharu.


"Pak sudahlah, Bapak tidak usah malu sama kita sesama manusia ,karena kamipun juga banyak melakukan kesalahan, yang terpenting dengan perceraian Angga dan Merry kedepannya tidak ada dendam di antara kita, semoga ini memang jalan terbaik untuk Angga dan Merry, Aku yakin Tuhan pasti punya rencana yang lebih indah kedepannya "ucap Bu Saras berusaha menengahi agar suasana tidak terlalu kaku.


"Pa Angga akan berusaha ikhlaskan, namun ada satu permintaan Angga kalau Papa dan Merry tidak keberatan, namun jika keberatan dengan permintaanku Akupun akan berusaha lebih ikhlas lagi "ucap Angga dengan nafas yang sesak


"Apa Ngga katakan Papa akan berusaha untuk memenuhi permintaanmu"ucap Pak Wirawan sendu


"Ini tentang Clarisa, Aku harap jangan kasih tahu ke Clarisa jika Aku bukan Papa kandungnya.Karena Calrisa masih terlalu kecil untuk mengetahui semua itu Aku takut akan berakibat pada mental Clarisa, biarlah Clarisa tahu jika sudah dewasa dan Aku berharap Aku tetap bisa menemui atau mengajak Clarisa jalan jalan."


"Akupun setuju denganmu Ngga,Clarisa masih terlalu kecil untuk menghadapi semua masalah ini. "ucap Bu Saras menyetujui perkataan Angga tentang pertimbangan mental Clarisa.


"Papa juga setuju denganmu Ngga, namun entah dengan Merry, tapi Papa akan bujuk Merry untuk menyetujui permintaanmu, rasanya terlalu berat buat Papa apalagi buat Clarisa "ucap Pak Wirawan juga ikut menyetujui permintaan Angga.


"Kapan jadwal mediasinya Ngga ??"tanya Bu Saras pada Angga, Bu Saras yang merubah duduknya


"Minggu depan Tant, besok Aku akan coba telpon Merry untuk membicarakan ini semua, setelah itu Aku telpon pengacara untuk mengurus semuanya karena Akupun tidak ingin bertele tele Tant, sekarang Aku hanya ingin fokus pada penyembuhanku saja "ucap Angga tenang agar Bu Saras tidak kwatir


"Baiklah Ngga sudah malam, Papa balik dulu kamu banyak banyak istirahat agar cepet sehat "ucap Pak Wirawan pamit dan bangkit dari duduknya "Saya pamit dulu Bu terima kasih untuk jamuannya "pamit Pak Wirawan

__ADS_1


"Hati hati Pa, terima kasih until semuanya"jawab Angga tetap berusaha senyum


"Terima kasih pak, mari saya antar "ucap Bu Saras ikut bangkit dan mengantar Pak Wirawan keluar kamar Angga"Sand, Yas Ois Pak Wirawan pamit "ucap Bu Saras pada mereka bertiga yang duduk di sofa ruang tengah sambil nonton TV


"Hati hati Pak "Ucap Sandra, Tyas dan Louise bersamaan seperti anak tk


"Yas, Sand, Ois makasih makanannya enak, Bapak pamit dulu Bapak akan tetap luangkan waktu untuk menjenguk Angga disini "ucap Pak Wirawan tersenyum dan mengacungkan jempol.


Setelah Pak Wirawan pergi, Angga memanggil Tyas dan Sandra, sedang Louise tetep melanjutkan nonton TV sendiri sambil nyemil makanan ringan."


Tyas dan Sandra sudah di kamar Angga,,Sandra dan Tyas duduk di ranjang Angga


Angga menceritakan semua tentang pembicaraannya tadi dengan Pak Wirawan


"Apa????????????????"jawab Sandra dan Tyas terkejut secara bersamaan setelah mendengar cerita Angga


"Benar Ko,???? Koko ambil keputusan untuk bercerai dengan Ce Merry ????tanya Tyas masih tidak percaya


"Ya Yas buat apa mengikat seseorang yang terpaksa , sedangkam orang yang kita ikat tidak bahagia dengan kita, biarlah dia pergi Aku tidak mau nambah dosa dengan menyiksa perasaan orang lain "ucap Angga tenang, sebenarnya di hati Angga sedang bergemuruh.


"Aku setuju denganmu Ko, apapun keputusanmu Sandra ngikut saja, Aku yakin Koko sudah memikirkannya dengan matang"ucap Sandra


"Apa sudah tidak bisa di perbaiki lagi Ko ??tanya Tyas masih penasaran


"Aku sudah terlalu sakit Yas, Aku tidak ingin menambah sakitKu lagi Aku ingin relax , dah malam ayo tidur makasih sudah mau mendengarkan curhatku "


"Baik Ko Aku ke kamar dulu Ko, selamat malam mimpi indah Ko"ucap Sandra dan bangkit dari duduknya segera keluar dari kamar Angga. Sedang Tyas masih membantu Angga untuk berbaring dan minum obat.

__ADS_1


"Terima kasih Yas untuk semuaanya "ucap Angga setelah Tyas selesai membantu Angga.


"Sama sama Ko, selamat malam dan segera istirahat segera tidur ada apa apa jangan sungkan untuk manggil Aku Ko, selamat mimpi indah"ucap Tyas, segera pergi meninggalkan kamar Angga.


Tyas mengecek pintu depan dan dapur selesai mengecek dan matikan lampu Tyas masuk kamar. Di kamar sudah ada Louise yang sudah menunggu sambil mengerjakan pekerjaan kantornya.


"Masih banyak ce kerjaannya. ?"tanya Tyas pada Louise yang fokus pada laptopnya.


"Cuma ngecek sedikit Yas tadi lupa baru ingat sekarang hehehehee "jawab Louise dengan senyum


"Kalau perlu bantuan selagi Tyas mampu Aku bisa bantu "Tyas menawarkan bantuan pada Louise


"Dah selesai kok Yas, by the way terima kasih untuk tawarannya, ayuk tidur dah malam "ucap Louise menutup laptop dan naik ke ranjangnya.


Malam begitu sunyi semua penghuni sudah terlelap di alam mimpi namun tidak dengan Angga !!!!.... Ya Angga masih terjaga dan Tyas pun tak bisa tidur dengan nyenyak.


Ada apakah gerangan ?????dan apa yang ada di pikiran mereka???????????????


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


**Bersambung dulu ya readers sayang


Jangan lupa tinggal kan jejak supaya mudah untuk feed back


Terima kasih yang sudah dukung novel karyaku semoga kalian sehat, sukses dan selalu dalam lindungan Allah SWT.


I love you readers sayang

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️**


__ADS_2