Bukan Jodoh

Bukan Jodoh
Part 92


__ADS_3

Jam 5 pagi mobil yang di tumpangi Angga, Tyas dan Taufiq merambat membelah ramainya jalanan propinsi menuju kota Surabaya. Angga mengemudi mobilnya dengan santai di temani Taufiq yang duduk di sebelah Angga, sedang Tyas duduk di bangku belakang.


Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 4 jam, akirnya sampailah mereka di kota Surabaya. Angga mengantar Taufiq dulu ke kampusnya, setelah mengantar Taufiq Angga mengantar Tyas ke kediaman bu Saras, setelah mengantar Tyas Angga langsung ke kantor.


Sesampainya di kantor Angga langsung masuk ke ruangannya, dengan semangat 45, dan perasaan bahagia Angga langsung mengerjakan pekerjaannya.


Pak Dion yang melihat tingkah Angga hanya senyum-senyum sendiri di balik kaca pembatas ruangannya dengan ruangan Angga.


Tok Tok Tok, Pak Dion mengetuk pintu.


"Masuk " jawab Angga masih fokus pada laptopnya


"Selamat siang pak, sudah jam 12,30 waktunya makan siang " ucap Pak Dion mengingatkan Angga.


"Oh, cepat sekali, ya sudah kamu istirahat dan makan dulu " jawab Angga masih berkutat dengan laptopnya.


"Masalahnya, sudah ditunggu sama Bu Saras di ruangannya " ucap Pak Dion sopan


"OK, baiklah, segera kesana " ucap Angga langsung menutup laptopnya.


Dengan di ikuti pak Dion, Angga menuju ruangan bu Saras, di ruangan bu Saras sudah ada Citra, bu Saras dan Sandra yang yang menunggu sampai sampai Sandra menggerutu.


"Siang, maaf menunggu " ucap Angga saat masuk di ruangan bu Saras.


"Yang baru ketemu pujaan hatinya, kerja sampai lupa waktu, biasanya cuma termenuuung saja" ucap Sandra dengan nada mengejek dan mencibir


"Cerewet" ketus Angga langsung duduk


"La, emang begitu kenyataanya, kenapa Tyas gak di ajak kesini aja Ko ? " tanya Sandra

__ADS_1


"Capek" jawab Angga singkat dan tetap melanjutkan makannya.


"Sudah-sudah, ayo cepat makan sudah siang, bertengkarnya nanti saja di lanjutin " ucap bu Saras menengahi


Citra dan Pak Dion yang juga ada di ruangan hanya bisa senyum-senyum melihat tingkah Angga dan Sandra yang kadang seperti anjing dan kucing.


Di kediaman bu Saras, Tyas sedang membereskan pakaiannya dan juga membantu bude Lasmi untuk mengerjakan pekerjaan rumah.


Membersihkan rumah, menata rumah dan juga memasak untuk menu makan malam sekeluarga.


Semenjak Angga sembuh, kantor bu Saras di handle langsung oleh Angga, dan di bantu oleh Tyas, Sedangkan Sandra dan bu Saras tidak lagi aktif di kantor.


Sandra dan bu Saras hanya membantu jika di pelukan, karena bu Saras ingin mengahabiskan waktu bersama cucunya. Setelah melahirkan Sandra memilih untuk menjadi dosen.


Tidak terasa waktu cepat berlalu, 3 tahun sudah Angga menghandle perusahaannya. Perusahaanpun maju dengan pesatnya, bu Saras semakin percaya dengan kinerja Angga.


Sepulang dari kantor Angga dan Tyas langsung menuju rumah sakit untuk menjenguk Sandra dan bayinya. Angga dan Tyas membawa buah tangan sekeranjang buah kesukaan Sandra dan Mario. Kedatangan mereka berdua di sambut hangat oleh Sandra dan Mario kebetulan bu Saras sudah pulang.


"Selamat, Sand " ucap Angga langsung memeluk Sandra


"Makasih Ko " jawab Sandra yang masih bersandar di ranjang


"Selamat, ya, Ce, semoga segera tambah lagi " ucap Tyas, langsung memeluk Sandra bahagia.


"Makasih, Yas,aamiin semoga diberi umur panjang dan semoga masih di beri rejeki untuk nambah anak " ucap Sandra bahagia.


"Nanti di rumah mama tambah rame, apalagi kalau Ko Angga segera menikah dan punya anak, kita bisa menciptakan keluarga besar " kelakar Mario


"Bener banget, bagaimana jika aku punya anak 6 dan Koko juga punya anak 6, wuih kayaknya pas deh" ucap Sandra menghayal.

__ADS_1


"Kalian ini ada-ada saja, kalian yang masih muda , Aku ikut momong saja," ucap Angga " Ya, sudah Aku sama Tyas pulang dulu, Mar jaga Sandra " ucap Angga dan langsung pamit.


Setelah berpamitan Angga dan Tyas meninggalkan rumah sakit, dalam perjalanan pulang Angga dan Tyas tidak banyak bicara. Angga tidak langsung pulang namun malah mobilnya diarahkan ke pantai kenjeran.


"Kok malah kesini, Ko ?" tanya Tyas saat mobil berhenti di area parkir pantai kenjeran.


"Aku lelah, ingin menghirup segarnya udara pantai, ayo turun " ucap Angga, langsung mengajak Tyas turun dan menuju bibir pantai.


Mereka berdua duduk diatas pasir tanpa kata, keduanya larut dalam pikirannya masing-masing,namun Angga tetap sibuk dengan gadgednya. Setelah setengah jam Angga bangkit dari duduknya dan mengajak Tyas. Tanpa banyak tanya Tyas mengikuti langkah Angga kemana pergi. Angga mengajak Tyas menuju sebuah tempat yang romantis yang baru saja dipesan oleh Angga.


Begitu sampai tempat yang dituju Tyas hanya bisa terbengong, semenjak di Indonesia Angga tidak pernah lagi mengungkapkan isi hatinya secara romantis seperti di Singapore dulu.


"Silahkan duduk" pinta Angga sambil menarik kursi dan mempersilahkan Tyas untuk duduk.


"Terima kasih, ada apa Koko ngajak aku kesini?" tanya Tyas masih penasaran.


"Hanya kepingin saja, sudah lama kita selalu di sibukan dengan pekerjaan " ucap Angga ringan" Suatu saat aku ingin kau tetap mengenangku" ucap Angga santai sambil menyuguhkan senyum terindahnya


"Aku tetap gak ngerti Ko, apa maksudmu ?" tanya Tyas masih penasaran


"Taufiq sudah lulus kan, itu berarti kamu akan segera menikah, dengan siapapun kamu menikah aku tetap mencintaimu Yas, selamanya dan sampai maut memisahkan kita cintaku hanya untukmu Yas, dan cintaku padamu kan ku bawa sampai Syurga" ucap Angga bersungguh sungguh


Tyas menatap Angga dengan mata nanar, tidak ada kebohongan dalam ucapan Angga " Maaf, Ko, bukannya aku tidak mencintai Koko, tapi aku lebih mencintai Tuhanku dari pada siapapun, semoga Koko bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari pada aku " ucap Tyas di iringi linangan air mata.


"Terima kasih, Yas, atas cintamu padaku, aku sadar bahwa cinta kita terlalu sulit untuk bisa bersatu, begitu pula aku, aku sangat mencintaimu namun aku juga sangat mencintai Tuhanku, aku harap kita tetap bisa bersahabat dengan baik, karena kamu satu- satunya wanita yang bisa meluluhkan hatiku, satu-satunya wanita yang bisa mengoyak ketenangan jiwaku " ucap Angga bersungguh -sungguh.


Akirnya mereka berdua manikamti makan malamnya dengan diam seribu bahasa, keduanya larut dalam pikirannya masing masing. Setelah selesai mereka pulang kerumah bu Saras, dalam perjalanan pulangpun masih dengan diam seribu bahasa.


Sesampainya di rumah bu Saras, Angga dan Tyas, langsung masuk ke kamar masing-masing karena rumah juga sudah dalam keadaan sepi. Sebelumnya Angga juga sudah memberi tahu bu Saras jika mereka berdua akan pulang telat jadi tidak ada yang menunggu kedatangan mereka.

__ADS_1


__ADS_2