
Sore hari saat jam kerja usai, Alex sudah memarkir mobil nya di depan butik. Dia ingin mengantar Irene pulang. Demi balas dendam nya, semua cara dia tempuh agar hati Irene luluh.
"Irene,,, hari ini biar aku yang mengantar mu pulang".
"Kebetulan kerjaan ku sudah selesai dari tadi".
"Saya sudah ada janji dengan Doni pak, dia akan menjemput ku sebentar lagi".
"Jangan berbohong Irene,,Doni masih lembur di kantor nya".
"Aku bisa mengantar mu pulang".
Irene memang asal bicara.Dia mengatakan Doni yang akan menjemput nya, padahal itu tidak benar. Irene sengaja menghindar dari Alex saja. Siapa sangka justru Doni sedang lembur sekarang. Irene masih berdiri di depan kantor untuk mencari angkutan umum.
"Saya naik angkot saja pak, nanti mobil bapak kotor kalau mengantar saya".
"Jangan bilang begitu Irene,,aku kan sudah minta maaf".
Irene hampir berjalan pergi,ketika dari kejauhan Doni datang dengan sepeda motor nya.
"Maaf, aku telat,kau sudah lama menunggu?".
"Belum,, aku baru keluar dari butik".
"Doni,,bukan nya aku menyuruh mu menyelesaikan laporan, kenapa kau sudah keluar dari kantor??".
"Karena memang sudah selesai Alex, lagipula ada seorang gadis cantik yang menunggu ku untuk mentraktir nya makan".
"Ayo Irene, kita berangkat...".
"Kalian......benar-benar!!!".
Irene dan Doni tertawa puas. Mereka berhasil membuat si anak manja itu marah. Kedua nya segera bergegas meninggalkan butik.
"Sekarang, kita mau makan di mana??".
"Kenapa kau selalu tahu kalau aku belum makan seharian".
"Karena itu sudah jadi kebiasaan mu".
"Tinggal tunggu kau sakit maag, baru kau tahu rasa".
"Bagus.....sekarang kau mulai berani menyumpahi ku ya..!!!".
"Bukan,,, ini demi kebaikan mu juga".
"Btw,,,,terima kasih Don, kau telah membantu ku lepas dari si anak manja itu".
"Sejak pagi tadi dia sudah mengganggu ku".
"Aku jadi merasa tidak nyaman seharian ini".
"Bukannya dia ingin minta maaf padamu??".
"Dan kau percaya itu??".
"Aku tidak yakin kalau dia bisa berubah secepat ini".
__ADS_1
Irene dan Doni berhenti di warung makan Padang. Mereka segera masuk dan mengambil makanan. Irene kelihatan sangat lapar. Doni sampai tak berhenti memandang i nya.
"Makanan di sini enak sekali, kau pintar memilih tempat kuliner".
"Aku tak pernah pilih-pilih soal makanan, tak perlu ke restoran mewah dan mahal".
"Kalau makanannya enak, di warteg pun jadi".
Irene dan Doni melanjutkan obrolan mereka sambil meneruskan makan. Sementara di butik, Alex sangat kesal. Lagi-lagi Doni menghalangi rencana nya untuk berbaikan dengan Irene.Kalau begini terus, rencana nya bisa berantakan.
"Ma,,sekali-kali ajak Irene ke rumah untuk makan malam".
"Aku ingin sekali berbaikan dengan nya".
"Boleh.....nanti kita atur waktunya, saat ini Irene sedang mengerjakan gaun mahal, jadi kau jangan mengganggu nya dulu".
"Memang gaun siapa yang dia kerjakan??".
"Sudah,, itu bukan urusan mu,, biar Irene selesaikan dulu".
Alex sudah sangat kesal. Melihat Irene dan Doni pergi berdua tadi. Apalagi sekarang Ibunya sangat mempercayai dirinya. Rasanya semua keberuntungan selalu mengelilingi gadis itu.
Irene dan Doni sudah selesai makan. Mereka keluar dari warung Padang tersebut dan mengambil motornya.
"Kau mau ke toko atau mau jalan-jalan dulu".
"Kebetulan bensin ku baru saja aku isi".
"Sekali-kali kau juga harus keluar, jangan bekerja terus, refreshing juga perlu Lo".
"Nah......gitu dong!!".
Alhasil, Irene dan Doni jalan-jalan keliling kota dengan sepeda motor nya. Irene merasakan suasana yang berbeda. Seolah tidak punya beban dan tidak ada pekerjaan. Dia benar-benar menikmati waktu nya bersama Doni kali ini.
Mereka berhenti di alun-alun kota.Di sana ada wisata malam hari. Suasana nya hampir mirip dengan pasar malam. Irene dan Doni mencari bangku yang kosong dan langsung memesan jajanan.
"Bagaimana kau menikmati nya??".
"Ya,,aku jarang sekali melakukan hal ini, Setiap kali hanya sibuk dengan kerjaan saja".
"Berarti aku harus sering membawa mu jalan-jalan, agar kau tidak stress".
"Tenang,,, aku menikmati rutinitas ku,, aku menghibur diri dengan cara ku sendiri".
"Kau tidak usah takut aku bakal jadi stres".
"Bagus lah kalau begitu".
Doni memandang wajah Irene. Dia terlihat cantik kalau sedang bahagia atau tertawa
lepas. Doni sebenar nya jatuh cinta pada nya.
Tapi saat ini dia belum berani mengungkapkan perasaan nya tersebut pada Irene. Doni akan menunggu saat yang tepat untuk mengungkapkan perasaan nya nanti.
"Doni,,terimakasih untuk malam ini, aku bahagia sekali".
"Tenang saja,, kita nikmati hari libur mu".
__ADS_1
"Bersenang-senanglah...".
"Kau begitu perhatian Don, aku jadi merasa tidak enak".
"Aku senang melakukan nya, apalagi untuk gadis cantik seperti mu".
"Kau senang sekali menggodaku".
"Aku serius Irene, kau memang cantik, dan aku mengagumi semua hal yang ada padamu".
Doni menggenggam erat tangan Irene. Seolah
dia enggan melepaskan genggaman tangan itu. Namun ketika hendak menyatakan cinta, lidahnya seperti kelu. Dia jadi terdiam tak mampu berbicara. Irene pun menarik tangan nya dari genggaman Doni.
"Tolong Irene, biarkan aku nikmati momen ini sebentar saja".
"Ijinkan aku selalu menggenggam tangan mu, entah nanti nya dalam kondisi apapun, aku ingin selalu bersama mu".
Irene menatap mata Doni. Ada kesungguhan disana. Tapi Irene belum berani berharap terlalu jauh. Selama Doni belum menyatakan cinta, Irene tak akan pernah berharap lebih dari seorang teman.
"Ini sudah malam,,sebaiknya kita pulang".
"Ya,,aku akan mengantar mu".
"Doni, terimakasih selalu ada untuk ku, aku harap kau tak akan pernah berubah".
"Kau bisa mengandalkan ku, kapan pun kau butuh,,aku selalu di samping mu".
Irene dan Doni kembali menaiki sepeda motor nya. Mereka segera menuju ke rumah Irene.Sepanjang jalan mereka lebih banyak diam. Momen romantis di antara mereka tadi,
membuat kedua nya agak sedikit canggung.
Tak terasa, motor sudah sampai di depan rumah Irene. Baru kali ini Irene pulang dengan seorang pria, makanya seluruh keluarga keluar menghampiri tamu mereka.
"Doni, kenalkan mereka orang tua ku dan ini adikku".
Doni mengangguk dan menyalami keluarga Irene. Mereka berbincang sejenak, sebelum Doni pulang. Dia merasa tak enak kalau sampai kemalaman berkunjung. Irene mengantar Doni sampai ke motor nya.
"Maaf, ini kali pertama aku pulang bersama lelaki, jadi mereka agak sedikit pingin tahu".
"Kau,,yang benar......gadis secantik dirimu tak pernah di kunjungi pria??"
"Aku yang tak mengijinkan sembarang pria datang ke rumah ku".
"O ya.....kenapa??".
"Karena di jaman sekarang, susah mempercayai orang".
"Dan aku tak ingin ada orang yang mengusik keluargaku".
"Aku ingin menjadikan keluarga sebagai privasi ku".
"Lantas, kenapa kau ijinkan aku ke rumahmu??".
"Karena kau sudah jadi bagian dari privasi ku sekarang".
Doni pulang dengan senyum merekah. Hatinya berbunga-bunga. Irene sudah membuka sedikit celah bagi Doni untuk masuk. Tinggal menyatakan cinta kepada Irene saja. Nanti,,Doni akan memikirkan caranya. Harus yang terbaik untuk orang yang spesial di hati nya.
__ADS_1